,

Cara Usaha Kecil Menengah Bertahan Melawan Pandemi Covid

oleh -
usaha kecil menengah
fairobserver.com

Tantangan ekonomi saat pandemi virus Corona sangat berat. Masyarakat yang memiliki usaha kecil menengah harus bisa beradaptasi dengan adanya wabah ini. Dengan kondisi yang harus tetap waspada dan berhati-hati, mereka perlu beberapa cara agar UKM tetap maju.

Cara Usaha Kecil Menengah Bertahan Saat Covid-19

Adanya pandemi virus Corona merupakan pukulan telak bagi para penggiat UKM. Mereka sangat merasakan dampak akibat adanya larangan mudik. Tak hanya itu, #DirumahAja juga membuat mereka kelabakan dan hampir kehilangan mata pencaharian. Apalagi mereka yang mengandalkan waktu tertentu untuk mendapatkan penghasilan lebih terpaksa harus pending.

Misalnya saja para pedagang yang memanfaatkan waktu liburan sebagai alternatif mencari tambahan penghasilan. Mereka harus rela gulung tikar demi menjaga keamanan dan berhati-hati. Saat ini perilaku belanja masyarakat Indonesia beralih ke layanan daring. Masyarakat sangat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Banyak yang mengatakan bahwa penggunaan teknologi saat ini sangat mendukung untuk meningkatkan roda perekonomian. Tidak sedikit kebutuhan yang bisa dilakukan dengan adanya internet. UKM harus bisa beradaptasi dan berlari menggunakan internet agar tetap bisa mempertahankan usahanya.

Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan tatkala pandemi virus Corona belum usai:

Memanfaatkan Sosial Media

Para penggiat UKM bisa memanfaatkan sosial media sebagai channel utama pemasaran. Berada pada himbauan physical distancing, sosial media bisa menjadi salah satu ladang untuk mempromosikan produk atau usaha UKM yang dimiliki.

Sebanyak 96 persen masyarakat Indonesia saat ini menghabiskan waktunya dengan internet. Tak ada ruginya mencoba menawarkan produk atau usaha dengan memanfaatkan internet. Bisa dengan menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lain sebagainya.

Bagi pemilik usaha kecil menengah di bidang kuliner bisa menggunakan GrabFood untuk mempermudah akses pembelian. Bahkan kini, para penggiat UKM saling bantu mempromosikan usahanya. Cara ini sangat efektif dilakukan dan terbukti mampu bertahan saat pandemi Corona.

Menguasai Story Telling yang Baik dan Benar

Komunikasi adalah hal penting yang perlu diperhatikan ketika anda memulai usaha. Apalagi saat pandemi seperti ini, keamanan akan suatu produk usaha sangat penting. Perlu adanya skill komunikasi yang tinggi dalam menyampaikan produk atau jasa UKM.

Orang-orang akan memastikan apakah layanan jasa atau produk dari suatu usaha kecil menengah tersebut aman. Terlebih lagi dalam bidang kuliner, konsumen akan sangat menyorot dari segi kesehatan. Mengingat penyebaran virus Corona ini sangat mudah.

Kelola Cash Flow dengan Baik

Kas menjadi unsur penting dalam sebuah bisnis. Mengelola uang kas dengan baik dan benar menjadi salah satu cara agar usaha tidak terhambat. Penagihan serta pembayaran terhadap mitra bisnis bisa dengan mudah dilakukan jika sudah mampu mengelola keuangan dengan optimal.

Kini sudah tersedia software akuntansi online yang bisa mengirimkan fraktur secara otomatis melalui email. Ada juga fitur Jurnal Pay yang bisa memudahkan para UKM menerima pembayaran dari konsumen.

Menjaga dan Memperbaiki Kualitas Produk

UKM bisa menghasilkan produk maupun layanan jasa. Saat pandemi seperti ini, interaksi secara langsung sangat dibatasi. Media online pun menjadi penghubung antara para penggiat UKM dan konsumen. Mereka hanya bisa melihat kualitas UKM melalui deskripsi yang disediakan di media sosial.

Maka, jangan sampai para konsumen merasa kecewa setelah menerima real produk atau layanan jasa yang disediakan. Oleh karena itu, menjaga dan memperbaiki layanan jasa maupun produk harus ditingkatkan. Hal ini juga termasuk strategi penawaran produk atau layanan jasa yang menjadi basis bisnis.

Menggunakan Anggaran Skala Prioritas

Merencanakan ulang pendapatan dan pangkas anggaran adalah cara berikutnya yang harus dilakukan oleh penggiat usaha kecil menengah. Melihat ulang rencana anggaran saat ini terasa intim. Pemilik UKM harus bisa memilah anggaran mana yang lebih prioritas dan menyesuaikan dengan kondisi uang yang tersedia saat ini.

Ada fitur Budgeting yang bisa digunakan dalam menyesuaikan anggaran. Bisa membuat pos anggaran pemasukan dan pengeluaran. Nantinya, berlanjut untuk digunakan sebagai acuan dalam pendataan hasil penjualan dan pengeluaran operasional.

Penggiat UKM bisa mengontrol keuntungan secara stabil bahkan meningkat. Ditambah dengan adanya fitur laporan laba rugi, mereka bisa melakukan analisa dan mengevaluasi usaha yang dijalani.

Melakukan Monitoring Transaksi Bisnis

Pengusaha UKM bisa melakukan transaksi bank secara online dari rumah. Kini ada fitur Cash Link yang bisa membantu mereka yang membutuhkan. Dengan di rumah saja, sudah bisa melakukan transaksi antar bank.

Fitur Cash Link harus dilengkapi dengan fitur Smart Bank Reconciliation. Dimana menyediakan informasi untuk pencocokan transaksi berdasarkan angka, tanggal, dan deskripsi.

Memperhatikan Stok Barang

Penggiat UKM harus selalu mengecek jumlah barang yang tersedia dan jumlah barang yang sudah laku. Pengecekan secara berkala akan memudahkan dalam mengontrol ketersediaan barang.

Adanya fitur Inventory Jurnal memudahkan para penggiat UKM dalam menghitung jumlah barang. Tak hanya itu, fitur ini bisa memberikan informasi terkait harga jual beli rata-rata.

Intinya para penggiat UKM harus mampu menguasai teknologi yang sudah mulai berkembang di Indonesia. Mereka yang mau bersaing demi mempertahankan usaha kecil menengah siap tidak siap harus memaksakan diri mengikuti alur teknologi saat ini. Jika tidak, akan tertinggal jauh dengan usahawan yang lainnya.

Comments

comments