Satgas Citarum Sektor 21 Sub 12 Operasi Babad Sampah Di Desa Sukajadi Soreang, Sudah 8 Ton Sampah Diangkut Ke TPA Sarimukti

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Sub 12 Operasi Babad Sampah Di Desa Sukajadi Soreang, Sudah 8 Ton Sampah Diangkut Ke TPA Sarimukti

KABUPATEN BANDUNG – Tumpukan sampah yang menggunung di sekitar bantaran Sungai Ciwidey di Leuwibilik Desa Sukajadi Soreang yang kini sedang dibabad oleh Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 12 dengan mengandalkan peralatan manual seperti pacul, pacul garpu, dan parang, hingga berita ini diturunkan sudah sekitar 8 ton sampah yang terangkat dan diangkut ke TPA Sarimukti, (27/5/2022).

Kegiatan maraton yang mulai dikerjakan pada tanggal 18 Mei 2022 dan kemudian pada tanggal 21 Mei 2022, dimana Sektor 21 Satgas Citarum akhirnya menurunkan bantuan satu unit armada dump truk, lalu terus berlanjut hampir tiap hari sampai saat ini, dan gunungan sampah berangsur dikikis serta diangkut ke TPA.

Sudah seminggu kegiatan operasi babad sampah ini, sudah beberapa pihak yang turut terlibat bergantian untuk berkolaborasi pembersihan langsung di lapangan, diantaranya dari komunitas Jurig Runtah, personel Polsek Soreang, BBBS, Bale Bambu, tokoh warga, masyarakat, dan juga pemdes.

Mirisnya, selama operasi babad sampah ini dilaksanakan, malah dipergoki oknum warga yang tanpa malu-malu sambil menggunakan sepeda motor bahkan ada yang menggunakan mobil pick up yang berupaya membuang sampahnya sembarangan di lokasi tersebut. Padahal tidak jauh dari titik karya bakti sudah ada sejumlah sarana bak sampah yang disediakan oleh Pemdes Sukajadi. Oknum warga tersebut saat ditanya dan dicek serta diberikan sanksi ringan, selain berasal dari Desa Sukajadi, juga dari desa tetangga.

“Membuang sampah ke lahan kosong di bantaran ini sudah menjadi kebiasaan lama sebagian masyarakat, yang saya tau sudah bertahun-tahun lokasi ini menjadi titik pusat pembuangan sampah. Padahal Kepala Desa Sukajadi sudah menyediakan bak sampah,” kata Ketua BPD Desa Sukajadi, Heru Hermawan, yang hadir pada kegiatan karya bhakti hari pertama.

Kesempatan terpisah, tokoh warga yang turut berpartisipasi pada kegiatan karya bakti, mengungkapkan prihatin dengan keberadaan sampah yang sudah menggunung di Leuwibilik ini.

“Hari ini, kami bersama dengan bapak TNI dari Satgas Citarum turut membersihkan sampah yang ada disini. Mungkin karena dulu tidak ada penampungan sampah, sehingga sudah menjadi kebiasaan warga membuangnya di sekitar bantaran ini, terlebih yang buangnya bukan hanya warga dari Desa Sukajadi saja, tapi juga dari warga desa lainnya,” kata Hadiman (54) Ketua RT 02 RW 18 dan Zainal Arifin (33) Ketua RT 01 RW 18.

Menanggapi keberadaan sampah liar yang berpotensi mencemari lingkungan, para tokoh warga ini mengaku sangat terganggu.

“Ya, ada sampah yang menumpuk ini kami jelas terganggu, tidak enak dilihat dan juga bau. Yang terdampak warga terdekat, warga di RW 17 dan RW 18, ” ujarnya.

“Alhamdulillah, sekarang ada yang bantu kami untuk menghilangkan sampah disini. Dulu kami suka ikut bersihkan dan ada yang angkut, tapi sampah suka menumpuk lagi,” terangnya.

“Harapan kami, semoga tidak ada lagi warga yang buang sampah sembarangan, supaya lingkungan enak dipandang dan tidak bau,” pungkas Hadiman dan Zainal Arifin.

Serka Eri Krisyana, Dansubsektor 21-12 Satgas Citarum, menanggapi karya bhakti babad sampah yang dilaksanakan di Desa Sukajadi, mengaku akan terus mengawal hingga tumpukan sampah di Desa Sukajadi teratasi.

“Insyaallah, komitmen kami akan terus bersama masyarakat dan pemerintah setempat untuk menanggulangi sampah disini. Mudah-mudahan segera teratasi dan tuntas,” tegasnya.

[st]

Comments

comments