Gunungan Sampah Di Sekitar TPS Desa Sukajadi Soreang Ancam Keindahan Dan Kelestarian Sungai Ciwidey

oleh -
Gunungan Sampah Di Sekitar TPS Desa Sukajadi Soreang Ancam Keindahan Dan Kelestarian Sungai Ciwidey

KAB. BANDUNG – Keberadaan gunungan sampah di bantaran sungai sekitar TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) Desa Sukajadi, Soreang, mengancam keindahan dan kelestarian daerah aliran Sungai Ciwidey yang juga merupakan salasatu destinasi wisata alam arung jeram.

Gunungan sampah ini menumpuk hingga ke bibir sungai dan sangat berpotensi mencemari dan mengotori aliran sungai.

Hal tersebut tampak saat karya bakti yang dilaksanakan kolaborasi antara Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 12 bersama Pemdes Sukajadi, Bale Bambu Resort, Jurig Runtah, dan kader BBBS (Bandung Bedas Bersih Sampah) Kecamatan Soreang, (18/5/2022).

“Ya, kami menyayangkan kondisi sampah yang ada di lokasi ini, padahal sungainya disini sudah menjadi ikon wisata, sehingga sampah ini bisa mengganggu pemandangan bagi warga atau wisatawan yang melihatnya,” kata Nur, salasatu srikandi kader BBBS Kecamatan Soreang yang cukup aktif pada kegiatan karya bakti tersebut dengan memindahkan sampah yang menumpuk di bantaran sungai ke karung-karung plastik.

Peserta karya bakti yang dipimpin langsung oleh Dansubsektor 21-12 Serka Eri Krisyana tampak semangat dan antusias membersihkan dan mengangkat sampah walaupun hanya berbekal peralatan manual, terutama sampah yang sudah berada di bibir sungai, lalu dipindahkan ke karung dan disusun di sekitar TPS untuk memudahkan pengangkutan.

Heru Hermawan, Ketua BPD Desa Sukajadi, juga selaku pengurus Bale Bambu Resort yang turut pada kegiatan karya bakti, mengatakan kepada awak media bahwa kondisi gunungan sampah di bantaran sungai itu sudah kronis. Meski Pemerintah Desa Sukajadi sudah membangun bak sampah sebagai TPS yang berjarak sekitar 50 meter dari jembatan dan bibir sungai. Namun sampah terus meluber hingga menggunung di kiri dan kanan TPS.

Heru Hermawan, Ketua BPD Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

“Kondisi ini sudah sering kita sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, terutama DLH, supaya didapatkan solusi bilamana masyarakat tidak boleh membuang sampah kesini, apakah akan diangkut atau seperti apa penyelesaiannya,” ujar Heru.

Diakui oleh Heru bahwa timbulan sampah di sekitar sungai ini sudah lama terjadi.

“Ini sudah menjadi kebiasaan sejak lama, yang saya tau sudah bertahun-tahun di lokasi ini menjadi titik pusat pembuangan sampah. Bahkan Kepala Desa Sukajadi pun sudah menyediakan bak sampah, tetapi masyarakat di dua desa, yakni Desa Sukajadi dan Desa Cikoneng membuang sampahnya sama di lokasi ini. Dan masalahnya belum ada TPA serta sampah diolah seperti apa, jadi sampai sekarang belum ada penyelesaiannya,” beber Heru.

Menanggapi kegiatan kolaborasi yang kini sedang dilaksanakan bersama Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 12, diapresiasi oleh Heru Hermawan.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih kepada Satgas Citarum Sektor 21, kepada rekan-rekan dari Jurig Runtah dan BBBS Soreang. Karena pembersihan untuk bersih-bersih sungai sering kita lakukan, dan di titik ini (bantaran) sudah beberapa kali kita lakukan pembersihan sampah, tetapi ketika sudah bersih, ternyata warga membuangnya kembali di luar bak sampah. Jadi, atas kolaborasi ini saya ucapkan terimakasih yang sudah berkenan membersihkan sampah-sampah yang ada disini,” pungkasnya.

Kesempatan terpisah, Komandan Sektor 21 Subsektor 12 Satgas Citarum Serka Eri Krisyana yang memiliki tugas monitoring di anak Sungai Citarum di Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Ciwidey, Pasirjambu dan Kecamatan Rancabali ini, saat diwawancara oleh awak media, menjelaskan bahwa kegiatan karya bakti yang dilaksanakan saat ini, berawal dari kegiatan patroli sungai.

“Saat patroli sungai, kami menemukan timbulan sampah di bantaran Sungai Ciwidey ini. Sehingga kami berinisiatif menggelar karya bakti kolaboratif untuk menyikapinya. Alhamdulillah, bisa terlaksana. Mudah-mudahan selama proses pembersihan dan pengangkatan sampah disini bisa berjalan dengan lancar agar tercipta lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat,” jelas Serka Eri Krisyana.

Ia juga menekankan kepada warga masyarakat di sekitar Desa Sukajadi dan Desa Cikoneng untuk meningkatkan kepedulian serta kesadarannya dalam pengelolaan sampah rumah tangganya.

“Alhamdulillah, daerah ini memiliki kekayaan alam daerah aliran sungai yang indah dan asri, semoga bisa memicu masyarakat untuk turut melestarikannya. Sayangilah sungai ini dan jangan dikotori. Mulai dari sekarang, jangan buang sampah sembarangan disini, buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan,” imbaunya.

“Kondisi sampah disini akan kita segera laporkan ke komando atas, dan bertahap kita akan angkat dan bersihkan,” tandas Serka Eri Krisyana.

[st]

Comments

comments