Pengerukan Sedimentasi Sungai Cipamokolan Kini Capai 1,6 Kilometer

oleh -
Pengerukan Sedimentasi Sungai Cipamokolan Kini Capai 1,6 Kilometer
Pengerukan sedimentasi di Sungai Cipamokolan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Pengerukan sedimentasi Sungai Cipamokolan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, kini sudah mencapai 1,6 kilometer.

Hal tersebut dikatakan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Serka A. Hamdani Dansub 03 Sektor 21, Rabu (11/11/2020).

“Sedimentasi yang sudah dikeruk saat ini sepanjang 1.600 meter. Sebelah timur 600 meter dan sebelah barat 1.000 meter yang berada di wilayah Kampung Ciputat RW 04, Desa Tegalluar, Bojongsoang,” katanya.

Sedimentasi yang awalnya cukup tebal di bagian barat dan timur sehingga mempersempit lebar Sungai Cipamokolan sebelum dilakukan pengerukan, kini sudah tampak lebar dan rapi. Sayangnya, alat berat escavator yang bergerak hanya satu unit, standar arm, dibantu 3 unit dumptruck untuk membuang tanah hasil pengerukan. Namun demikian, tidak mengurangi semangat operator dan anggota Satgas Citarum yang mengawasi.

“Total yang akan dikeruk dan dirapikan adalah sepanjang 8 Km. Jadi, saat ini bisa kita lihat, giat alat berat yang mengambil sedimentasi di permukaan sungai, menggunakan sistem estafet, tidak bisa langsung dimuat ke dumptruck,” ujar Serka Hamdani. Dalam artian, alat berat terlebih dahulu mengeruk sedimentasi di bagian tengah badan air, lalu dibawa ke bibir sungai, untuk kemudian diangkat ke dumptruck.

Alat berat escavator telah berada di Sungai Cipamokolan sejak dari akhir Juli 2020.

Selain mengawasi kegiatan pengerukan sedimentasi sungai. Anggota Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 03/Cipamokolan ini tidak meninggalkan kegiatan rutinnya terjun ke permukaan dan bantaran sungai untuk membersihkan sampah dan tanaman liar.

“Kita melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin korve pembabatan rumput yang tumbuh di bantaran Sungai Cipamokolan, menggunakan mesin babat rumput, cangkul, gaco dan arit. Lokasinya di Kampung Ciputat sekitar Jembatan Baru Rw04 Desa Tegalluar. Hasil pembersihan di sepanjang kurang lebih 70 meter, terkumpul sampah sekitar 90 Kg, sistem kering langsung dibakar,” jelas Serka Hamdani.

[st]

Comments

comments