Dansektor 21 Satgas Citarum Tekankan Kolaborasi Aktif Guna Percepatan Citarum Harum

oleh -
Dansektor 21 Satgas Citarum Tekankan Kolaborasi Aktif Guna Percepatan Citarum Harum

CIMAHI,- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Arm Nursamsudin arahkan jajarannya untuk senantiasa meningkatkan sinergi, kolaborasi, dan komunikasi yang aktif bersama seluruh unsur komponen masyarakat yang ada di wilayah tugasnya masing-masing.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan pengarahan kepada para Komandan Sub Sektor yang ada di wilayah tugas Sektor 21 yang bertempat di Posko Sektor 21 Satgas Citarum, Taman Kehati, Kampung Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Kamis (18/2/2021).

“Ada beberapa penekanan yang saya sampaikan kepada anggota pada kegiatan rapat koordinasi,” kata Kolonel Arm Nursamsudin yang baru aktif menjabat selaku Komandan Sektor 21 Satgas Citarum pada awal Februari 2021 ini.

“Pertama, tetap semua bekerja dengan dengan tulus ikhlas, tanggung jawab dengan tugasnya masing-masing. Kedua, silaturahmi dengan para tokoh dan instansi terkait di wilayahnya, mulai dari tingkat RT dan RW, lurah atau kepala desa serta camat,” ungkapnya.

Awal bertugas selaku Komandan Sektor, Kolonel Arm Nursamsudin langsung tancap gas melaksanakan giat safari kunjungan kerja ke wilayah tugas Sektor 21 yang meliputi Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang yang terbagi menjadi 18 Sub Sektor.

Selain meninjau langsung kegiatan rutin karya bhakti anggota dan warga pelopor kebersihan di daerah aliran sungai, Kolonel Arm Nursamsudin juga berkesempatan bersilaturahmi dengan pejabat dan tokoh di kewilayahan setempat, termasuk diantaranya sinergi program renaksi (rencana aksi) dengan stakeholder terkait seperti diantaranya BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPDAS.

Permasalahan di DAS Citarum sendiri hingga jelang masuk empat tahun Program Citarum Harum, salasatu yang masih menjadi perhatian di wilayah Sektor 21 adalah sampah di permukaan sungai. Oleh karena itu, Dansektor 21 meminta seluruh jajarannya bersama komponen masyarakat lainnya untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kolaborasi agar permasalahan tersebut segera dapat diatasi.

“Sungai ini tanggung jawab kita semua. Program karya bhakti bersama masyarakat perlu ditingkatkan, dua kali sebulan atau setidaknya satu bulan satu kali,” harap Dansektor 21.

Kegiatan tersebut menurutnya dipandang penting sebagai wujud memupuk kebersamaan.

“Ya, untuk memupuk kebersamaan dan silaturahmi, sekaligus edukasi kepada masyarakat. Melebihi itu kedepannya sudah memunculkan kepedulian,” ucapnya.

Industri Penghasil Limbah Cair Akan Tetap Diawasi

Selain permasalahan sampah permukaan sungai, Sektor 21 Satgas Citarum yang bertanggungjawab terhadap anak Sungai Citarum juga diperhadapkan dengan persoalan limbah industri.

Parameter selama ini, bagi industri yang membuang hasil olahan limbahnya ke aliran sungai, kondisinya harus bening dan ada bak indikator di outlet IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) berisi ikan koi yang hidup sebelum air tersebut dibuang ke media badan air. Dengan tujuan agar air hasil olahan limbah yang dibuang itu tidak mengganggu dan merusak ekosistem sungai.

“Kita tidak dibekali peralatan dan keahlian khusus untuk mengatasi limbah industri. Sehingga parameternya adalah kondisi airnya bening dan ikan bisa hidup di outlet IPAL,” ujar Dansektor 21.

“Untuk di wilayah yang terdapat industri, kita tetap akan awasi dengan cara patroli rutin,” tegas Dansektor 21.

[St]

Comments

comments