Satgas Sektor 21 Siap Bantu Dan Awasi Pekerjaan SPALDT dan TPS3R Citarum Harum Tahun Anggaran 2020

oleh -
Satgas Sektor 21 Siap Bantu Dan Awasi Pekerjaan SPALDT dan TPS3R Citarum Harum Tahun Anggaran 2020

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat ikuti telekonferensi zoom meeting untuk menyaksikan penandatanganan kontrak KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) untuk pembangunan SPALDT (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat) atau yang lebih dikenal dengan sebutan septictank komunal dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle), dalam rangka percepatan Program Citarum Harum.

Data yang dihimpun, tahun anggaran 2020 ini, ada 42 unit pembangunan Sanimas (sanitasi masyarakat) SPALDT dan TPS3R di wilayah Sektor 21 Satgas Citarum Harum, antara lain di Kota Cimahi 4 unit SPALDT (Sanimas), Kabupaten Bandung 6 unit TPS3R dan 6 unit SPALDT (Sanimas) dan untuk di Kabupaten Sumedang 12 TPS 3R dan 14 SPALDT.

“Hari ini, kita Sektor 21 Satgas Citarum menyaksikan penandatanganan KSM untuk pekerjaan pembangunan Sanimas dan TPS3R,” kata Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Selasa (16/6/2020), yang kegiatannya dipandu oleh Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Jawa Barat.

“Pada pelaksanaannya, kita tentu akan ikut awasi,” ujarnya.

Ditambahkannya, “Mulai dari sosialisasi hingga ke pekerjaannya, kita Sektor 21 jelas akan membantu mendorong dan mengawasi,” tambah Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Sebelumnya, pada giat kunjungan TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) PUPR ke Posko Sektor 21 Satgas Citarum di Cipageran, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan percepatan dan membantu warga yang terdampak covid-19.

“Pekerjaan ini untuk percepatan dan membantu warga masyarakat yang terdampak covid-19, karena akan menggunakan tenaga lokal setempat (padat karya) sesuai kemampuan di wilayahnya masing-masing,” kata Nafisa, salaseorang TFL yang hadir pada tanggal 29 April 2020 lalu.

Ditambahkan lebih lanjut oleh Dansektor 21, “Keterkaitannya dengan covid ini, pelaksanaan pembangunannya dilaksanakan oleh swadaya masyarakat (KSM), artinya RT dan RW disitu dapat merekrut warga masyarakat yang memang belum mempunyai pekerjaan, termasuk warga yang baru di PHK oleh perusahaannya untuk melaksanakan proyek tersebut,” terangnya.

Alhamdulillah, kita di Sektor 21  Citarum Harum ini tetap berjalan simultan dengan membantu pemerintah saat ini dalam penanganan Covid-19,” pungkas Dansektor 21.

Terpisah, Konsultan Advisory Pemberdayaan TPS3R, Rena, saat dihubungi oleh pewarta menyebutkan bahwa saat ini yang sudah menandatangani kontrak pekerjaan di wilayah Sektor 21 ada 13 KSM.

“Saat ini KSM yang sudah lengkap dan menandatangani kontrak ada 13 TPS3R, diantaranya Kabupaten Sumedang 12 dan Kabupaten Bandung 1,”  katanya.

“Kita dalam prosesnya berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten,” sambung Rena.

Terkait dengan target pekerjaan yang akan dilaksanakan, dijelaskan oleh Rena, “Targetnya, pekerjaan konstruksi dalam 3 bulan sudah selesai. Harapannya, seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu pada bulan Desember 2020,” jelas Rena.

Dijelaskan oleh Rena lebih lanjut, bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti arahan protokol kesehatan terkait Covid-19.

“Pelaksanaan pekerjaan konstruksi mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Kabupaten Sumedang Harapkan Bisa Tekan Angka Rawan Sanitasi (ARS) Untuk Mengurangi Stunting

Program Citarum Harum yang kini sedang bergulir, diharapkan turut membawa dampak bagi perilaku warga masyarakat terhadap lingkungan.

Permasalahan yang dihadapi DAS Citarum ini, selain lahan kritis di kawasan hulu, limbah industri, sedimentasi, bangunan liar, sampah, juga kotoran hewan dan tinja.

Pemerintah daerah sebetulnya sudah mengeluarkan beragam instrumen berupa peraturan yang membatasi warga masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan yang berdampak pada infrastruktur sungai dan kesehatan masyarakat. Namun demikian persoalan yang terlanjur timbul terkait dengan kebiasaan, tidak bisa serta merta merubah perilaku tersebut dengan peraturan.

Bukti empirisnya adalah masih ditemukan sampah dan juga tinja di aliran sungai, meski dari waktu ke waktu saat ini volumenya terus berkurang.

Sehingga pada program Citarum Harum ini, salasatu solusin percepatannya adalah dengan membangun sanitasi masyarakat (Sanimas) dalam bentuk septictank komunal di daerah pemukiman.

“Harapannya mengacu pada indikator angka rawan sanitasi,” kata Egy, Kasie Pelaksana Bidang Perkim, Kabupaten Sumedang, Rabu (17/6/2020), melalui hubungan telepon seluler dengan pewarta.

Kabupaten Sumedang sendiri pada tahun anggaran 2020 ini mendapatkan alokasi pembangunan SPALDT sebanyak 14 unit dari program Citarum Harum.

“November 2019 lalu kita kedatangan advisory dalam rangka Sanimas. Kemudian kita melaksanakan survei ke desa-desa untuk Citarum Harum yang meliputi 20 desa di 5 kecamatan,” terang Egy.

“Untuk program Sanimas ini, Kabupaten Sumedang baru sekarang,” tambahnya.

“Harapan kami tentunya agar (intervensi) program sanitasi ini berkelanjutan di setiap kelurahan/desa dalam rangka mengurangi angka stunting,” harap Egy.

“Jika dilihat dari sudut pandang komprehensif, idealnya disetiap RW ada satu fasilitas Sanimas,” tambahnya lagi.

Namun demikian, program untuk meningkatkan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat tersebut bukan tidak ada kendala.

Hal itu ikut diungkapkan oleh Egy. “Kendala saat ini adalah ketersediaan lahan, yang statusnya adalah lahan hibah,” ungkapnya.

“Sedangkan di kabupaten, penyediaan lahan harus selektif berdasarkan prioritas,” ujarnya.

Dengan adanya dorongan dari program Citarum Harum ini, pihaknya berharap program tersebut berkelanjutan.

[St]

Comments

comments