Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 Angkat Sampah Di Bawah Jembatan Cigowok Sungai Cikeruh

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 Angkat Sampah Di Bawah Jembatan Cigowok Sungai Cikeruh

SUMEDANG,- Personel Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15/Sumedang bersama warga pelopor kebersihan, mengangkat sampah yang berada di bantaran Sungai Cikeruh, persis di bawah jembatan penyeberangan, Kampung Cigowok RW 12, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (30/5/2021).

Sebelum dibersihkan, tampak sampah sebanyak kurang lebih dua kwintal yang tertumpuk tersebut didominasi oleh sampah rumahan dan popok bayi sekali pakai.

“Hari ini, kami Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 bersama dengan warga pelopor kebersihan mengangkat sampah yang berpotensi mengotori aliran Sungai Cikeruh di Kampung Cigowok RW 12 RT 01, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor,” jelas Serka Eri Krisyana.

Ditambahkannya, ia berharap kesadaran dan kepedulian warga masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampah ini kami harapkan tidak dibuang sembarangan, namun bisa dikelola dengan baik oleh warga agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat lainnya,” tambahnya.

Tempat terpisah, salaseorang warga yang ditemui pewarta, Dudi, mengungkapkan pihaknya sangat terganggu dengan keberadaan sampah yang dibuang ke bantaran sungai dekat tempat tinggalnya di Jembatan Cigowok yang menghubungkan Desa Sayang dan Desa Mekargalih yang kini menjadi jalan alternatif warga menuju antara lain ke Pasar Dangdeur.

“Pastinya membuat kami tidak nyaman pak,” ujar Dudi didampingi istrinya, Mariam.

Dudi menjelaskan bahwa sampah yang dibuang ke bantaran sungai tersebut dilakukan diam-diam oleh oknum warga sambil lewat.

“Kita pernah melihat ada orang buang sampah kesitu (bantaran sungai), lalu kita teriaki dari rumah, orang itu langsung pergi. Kadang yang dibuangnya tidak sedikit, tapi sekarung,” ujarnya.

Akibat sampah yang berada di bantaran sungai itu, ia beserta warga lainnya ikut terganggu, karena kala air Sungai Cikeruh meluap, sampah kerap terbawa air masuk ke pemukiman warga.

“Sampah suka berserak di rumah terbawa banjir,” keluhnya.

Saat ditanya oleh pewarta terkait dengan pengelolaan sampah rumahan di lingkungannya, diterangkan oleh Dudi, “Disini sudah ada petugas yang ambil sampah, satu minggu tiga kali,” terangnya.

“Sampah itu dikumpul di TPA desa, sampah dari RW 12, RW 13, dan RW 14,” tambahnya.

Hadirnya Satgas Citarum Harum juga diapresiasi oleh Dudi.

“(Satgas Citarum) sangat membantu,” ucapnya.

Namun demikian Dudi berharap ada aksi tindakan tegas yang diberlakukan dari pemerintah bagi oknum warga yang ketahuan membuang sampah sembarangan.

[St]

Comments

comments