Pasar Tumpah Puri Cipageran Indah Bawa Berkah Dengan Protokol Kesehatan

oleh -
Pasar Tumpah Puri Cipageran Indah Bawa Berkah Dengan Protokol Kesehatan
Ibu Helma, pedagang bumbu dan sayuran di pasar tumpah Puri Cipageran I, Kota Cimahi.

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Pasar tumpah yang berada di fasilitas umum Puri Cipageran Indah I, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, kini kembali melaju setelah sempat tersendat akibat pandemi hebat Covid-19. Dampak yang tentunya bukan hanya dirasakan oleh para pedagang, namun juga pembeli.

Pasar tumpah yang melayani sekitar 5.000 penghuni di kawasan Puri Cipageran Indah ini, sekarang tampak berbeda dari sebelumnya pada saat diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) bulan April lalu, saat ini lebih tertata dan lebih asri dengan adanya beragam jenis tanaman di area lapangan yang baru ditanam serta imbauan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya merasa senang, banyak kemajuan, rapi dan bersih, juga tertib, jam 11 sudah bubar,” kata Helma (59), salaseorang pedagang yang sudah lama berusaha di pasar tumpah Puri Cipageran I saat berbicang dengan pewarta beberapa waktu lalu.

Dikisahkan oleh Helma, semenjak Covid-19 mewabah hingga di Kota Cimahi, membuat usahanya berjualan bumbu dan sayuran terhenti. Namun setelah kembali diizinkan oleh pengelola yang merupakan para tokoh masyarakat di kawasan Puri Cipageran Indah I untuk berjualan, ia merasa bersyukur karena area pasar tumpah tersebut kondisinya sudah berbeda, terlebih para penjual dan pembeli diwajibkan menggunakan masker.

“Saat PSBB, saya memilih untuk beristirahat, karena menghindari penyebaran dan penularan Covid-19 juga. Tetapi faktor ek (ekonomi) mendorong saya untuk kembali berjualan,” ujarnya sambil tersenyum dan sesekali melayani pembeli yang berkunjung ke lapak jualannya yang berada di area bagian belakang lapangan yang khusus untuk penjualan produk basah, seperti sayuran, ikan dan daging.

“Sebelumnya, pedagang semuanya di bagian depan, sewaktu kita masuk ternyata sudah ditata lebih rapi lagi. Di depan sana khusus keringan, dan belakang sini sayuran dan daging. Dulu pedagang tidak misah, campur antara pedagang keringan dan sayur,” ungkapnya.

“Saya pribadi sih senang dengan penataan begini, karena saya juga warga disini, jadi sekarang lebih rapi,” ujarnya lagi.

“Mudah-mudahan usai Covid-19 berlalu, tempat ini semakin maju, kelihatan sekarang sudah semakin ramai,” harap Helma yang juga menceritakan bahwa tempatnya berjualannya saat ini, dulunya merupakan lahan yang penuh tanaman rumput dan semak.

Menurutnya, pasar tumpah tersebut sangat diperlukan oleh ibu-ibu komplek. “Ibu-ibu disini juga akan repot kalau tidak ada pasar disini, karena sudah ada dari dulu, walau bukan pasar tetap, tapi hanya dikatakan pasar tumpah,” ucapnya.

Dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat pada aktifitas pasar tumpah tersebut, ditanggapi oleh Helma, “Ya, kita harus mematuhi itu, kita kalau tidak pakai masker akan ditegur, ada petugasnya. Disiplin ini harus dilakukan untuk penjual dan pembeli, untuk saling menjaga. Pasar lain saya perhatikan tidak seketat ini. Tapi mungkin ini menjadi suatu kelebihan kami disini, memastikan aman bagi semuanya,” pungkasnya.

Terkait protokol kesehatan di pasar tumpah di Puri Cipageran Indah I ini juga ditanggapi oleh pedagang lainnya yang berada di bagian depan.

“Iya saya ikut mendukung,” kata Ibu Darma, penjual makanan. Meski awalnya agak repot dengan menggunakan masker, namun ia mengaku saat ini sudah mulai terbiasa.

“Masa adanya Covid-19 ini, ya kita jaga-jaga saja, kalau sampai ada yang tertular kan urusannya repot. Mungkin masker ini akan saya pakai terus selama jualan disini, karena belum tau sampai kapan Covid-19 ini reda,” ujar Ibu Darma yang suaminya juga berjualan gorengan di tempat yang sama.

Ia juga mengaku bila setelah pasar tumpah ini dibuka kembali dengan protokol kesehatan ini, omsetnya mulai stabil.

Alhamdulillah, cukup,” jawabnya singkat, kala ditanya omsetnya oleh pewarta pada bincang-bincang tersebut.

Pewarta sempat menyapa pembeli, Nuri (43), yang kebetulan sedang berada di area pasar, “Sebagai warga, ya saya senang dengan adanya pasar pagi disini, saya tidak perlu berbelanja jauh-jauh untuk kebutuhan di rumah,” katanya.

“Apalagi dengan kewajiban menggunakan masker, saya jadi merasa lebih aman,” tambahnya.

Disebutkannya lagi bahwa dulu sempat ada pedagang yang berjualan di dalam lapangan. “Sekarang terlihat lebih rapi ya. Sudah ditata, dulu yang jualannya campur, ada yang di lapangan juga,” pungkas Nuri.

Tempat terpisah, Dr Eki Baihaki sebagai pengelola di pasar tumpah Puri Cipageran Indah I, menyebutkan bahwa direlokasinya para pedagang ke tempat tersebut dikarenakan sebelumnya para pedagang berjualan secara terpisah di pinggir-pinggir jalan. Sehingga menimbulkan kerawanan lalu lintas dan sulitnya pengendalian penyebaran Covid-19.

“Kami bersama-sama tokoh masyarakat disini, para Ketua RW, sepakat untuk merelokasi para pedagang ke pasar tumpah ini, tentunya dengan berbagai kondisi yang disepakati juga oleh masyarakat dan para pedagang,” kata Dr Eki Baihaki yang merupakan dosen pasca sarjana Universitas Pasundan ini.

“Memang sempat ada perbedaan pendapat dan pandangan dengan sebagian masyarakat, tapi alhamdulillah┬ásudah difasilitasi oleh pemerintah dan anggota dewan kota,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dr Eki Baihaki, “Ketentuannya antara lain pasar ini harus selalu bersih, artinya sampah tidak boleh dibuang sembarangan, wajib mematuhi protokol kesehatan, dan memperhatikan dan menjaga lingkungan. Karena lapangan ini memiliki fungsi kawasan hijau dan untuk aktifitas lainnya untuk warga,” jelasnya.

“Kedepannya kita akan terus bekerjasama menata dan membenahinya untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Dr Eki Baihaki.****

Comments

comments