Ketua Ansor Kendal Minta Kader Adaptasi Era 4.0, Jadikan Teknologi Media Juang Benteng Akidah dan NKRI

oleh -
Ketua GP Ansor Kabupaten Kendal, Misbakhul Munir saat memberikan sambutan pembukaan Pesantren Cyber (dok)

Kendal , SOROTINDONESIA.COM – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kendal, Misbakhul Munir meminta para kader untuk beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai benteng akidah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau kita sudah menyatakan diri sebagai benteng ulama dan kiai, berarti kita harus siap menjaga akidah dan ilmunya para ulama dan kiai. Sudah saatnya kader Ansor Banser beradaptasi di tengah laju era digital 4.0 sebagai media juang dan pertahanan akidah dan NKRI,” kata Misbahul Munir, Sabtu (30/7/2022).

Gus Misbah, sapaan akrabnya mengatakan hal itu dalam Pesantren Siber yang digelar Ansor Kecamatan Patebon selama dua hari (30-31/7/2022) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Musthofa Daarudzdzakirot dan Madrasah Diniyah Awaliyah Nahdlatul Ulama (MDANU) 01 Miftahul Athfal Desa Pidodowetan, Patebon.

Dia jelaskan tantangan zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 33, yakni manusia diperintahkan untuk mengeksplorasi pengetahuan seluas-luasnya.

Menurut aktivis muda NU jebolan Pesantren Futuhiyyah Mranggen ini, pergeseran dan perubahan peradaban sudah terasa begitu nyata, “Akselerasi tekonologi saat ini sudah mengubah gaya hidup dan perilaku masyarakat kita secara luas,” terangnya.

“Dari pola interaksi sosial, surat-menyurat, promosi sampai pada berbagai transaksi atau perdagangan,” jelasnya.

Sementara, Pengasuh Ponpes Al-Musthofa Daarudzdzakirot, KH. Muhammad Ahmad Badrut Tamam mengingatkan adaptasi teknologi tersebut selaras dengan kaidah yang diajarkan di pesantren yaitu al-muhafadzatu ala al-qodim ash-shalih wa al-akhdzu ala al-jadid al-ashlah yang mana memberikan penekanan pada pemeliharaan tradisi yang relevan dari masa lampau dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menimba beragam ilmu dan keterampilan, salahsatunya bekal dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan Ketua Cyber Ansor Jawa Tengah, M. Nur Huda mengingatkan pentingnya keterampilan dalam menulis berita dan opini yang baik.

“Produk jurnalistik sangat krusial dan dapat digunakan untuk menulis kegiatan organisasi, profil tokoh GP Ansor dan NU,” kata pria yang saat ini berprofesi sebagai redaktur surat kabar terkemuka di Jateng.

“Ulasan kajian fiqh, dan politik isu berkaitan dengan kontranarasi yang menyudutkan NU maupun GP Ansor,” lanjutnya menyontohkan. (Anto/rq)

Comments

comments