MARI TANGKAP TANGAN ATRIBUT KOMUNIS !!

TNI Polri tetap sweeping PKI !!

SII.Jakarta–Akhir-akhir ini Indonesia digemparkan oleh munculnya berbagai bentuk atribut komunis. Diberbagai wilayah secara bersamaan atribut tersebut muncul secara tiba-tiba. Sudah pasti tentunya menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat luas.

Dampak dari semua itu, berbagai komentar baik yang pro maupun yang kontra dengan komunis juga turut bermunculan dalam menanggapi fenomena tersebut.  Ada yang berpandangan bahwa munculnya atribut tersebut bukan sebagai indikasi komunis, dan sebaliknya bahwa itu sebagai indikasi kebangkitan komunis di Indonesia.

Aparat baik TNI maupun Polisi tidak mau kecolongan. Mereka mengambil tindakan cepat dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran atribut komunis tersebut. Hal itu sebagai upaya antisipatif dalam menyikapi perkembangan kebangkitan komunis dan tentunya dengan harapan agar tragedi 1965 tidak terulang kembali.

Dari sikap aparat tersebut, para tokoh yang tentunya pro dengan PKI memberikan berbagai penilaian yang mengatakan bahwa aparat terlalu ekpresif dan berlebihan dalam menyikapi maraknya atribut komunis. Apalagi komentar terhadap TNI, katanya TNI tidak punya kewenangan menangkap atribut komunis dan lain-lain.

Kemudian, Pemerintah baik Presiden RI Joko Widodo maupun Menkopolhukam serta pejabat yang lainya, seakan merasa was-was dan ketakutan akan menurunya kredibilitas pemerintah di mata masyarakat, sehingga mengeluarkan arahan dan perintah kepada aparat TNI/Polri, agar tidak berlebihan dalam melakukan tindakan di lapangan.

Sementara UU yang mengatur tentang komunisme sudah sangat jelas dan tegas. TAP MPRS XXV/1999, UU No.27/1999 masih belum dicabut dan masih berlaku hingga saat ini.

Baca:   Yantje Imburi:Papua Adalah Bagian Dari NKRI!!

Dari adanya UU tersebut, kita menilai sikap aparat sudah sangat tepat dan tidak berlebihan dalam menyikapi hal tersebut.  Karena siapa lagi yang akan peduli dengan keutuhan NKRI kalau bukan aparat, kita tidak boleh menutup mata.

Sementara itu satu sisi, dari kelompok LSM dan para penggiat HAM, hanya bisa mengkritisi aparat dalam rangka mendapatkan imbalan dari pihak Asing dan Asiong. Mereka pandai bercerita, pandai berdalih, pandai memutarbalikkan fakta sejarah, hanya karena memperoleh sejumlah uang dengan rela mengorbankan bangsa dan negaranya sendiri.

Pantauan SII di lapangan, salah seorang tokoh masyarakat betawi di daerah Tanah Abang yang tidak mau disebut namanya  mengungkapkan bahwa selaku warga betawi tetap tidak mau mendukung hidupnya PKI di bumi nusantara,  “Ane sebagai warga negara sungguh prihatin atas sikap para pejebat negara termasuk para LSM dan penggiat HAM yang terkesan acuh tak acuh terhadap keselamatan dan keutuhan NKRI,  ane berharap para aparat baik TNI / Polri tetap tegas dalam menyikapi maraknya atribut komunis, jangan pedulikan para LSM/Penggiat HAM dan pejabat negara yang hanya bisa berkoar tapi tidak tanggap terhadap situasi keamanan nasional

“Ane pesen ame tuh aparat lanjutin perjuangan .. Kite   warga masyarakat ade dibelakang ente semua.. Tetap jaga kekompakan TNI/Polri, terus jangan mau dipecah belah sama komunis nyang bakal ngegantiin   PANCASILA sama ideologi komunis yang atheis”.

tim.SII

Comments

comments



1 Komentar

  1. JANGAN LENGAH DENGAN KEGIATAN KOMUNIS DI INDONESIA, ADA KEGIATAN PASTI ADA TUJUAN…..BERANTAS KOMUNIS SEKARANG JUGA.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.