Ponsel Ketua NU Diretas, LBH Ansor Kota Semarang Minta Kader Tahan Diri

oleh -
Ponsel Ketua NU Diretas, LBH Ansor Kota Semarang Minta Kader Tahan Diri
Ketua PCNU Kota Semarang, KH. Anasom (kiri) berfoto bersama jajaran pengurus GP. Ansor Kota Semarang saat koordinasi kasus peretasan ponsel di kediamannya.

SEMARANG – Telepon seluler (ponsel) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH. Anasom diretas oknum tidak bertanggungjawab, terutama pada aplikasi Whatsapp (WA) yang menyebar ancaman pada sejumlah pengurus NU dan mengajak membunuh Habib Rizieq Shihab (HRS). Chat tersebut pun viral di berbagai akun media sosial.

Bahkan, hacker juga berhasil mengambil alih ponsel milik istri dan putranya, Nyai. Hj. Alif Wahdah dan Jauhas Anas. Hacker pun berhasil menggunakan akun aplikasi jual beli dengan pesanan bayar di tempat yang nominalnya mencapai jutaan rupiah dalam sehari

Akibat lainnya, keluarga orang penting NU Kota Semarang tersebut menerima perundungan dan ancaman dari pihak-pihak tertentu meski telah menyampaikan klarifikasi di akun media sosial facebook. Selain menyampaikan klarifikasi, Anasom telah melaporkan peretasan tersebut kepada Ditreskrimsus Polda Jateng.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman dengan tegas meminta para kader NU untuk menahan diri dan bersikap bijak terkait kasus peretasan ponsel tersebut.

“Kami, LBH Ansor Kota Semarang yang diamanahi kasus ini meminta kepada segenap jajaran kader NU Kota Semarang dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun kepemudaan untuk bersabar, menahan diri dan bijak dalam menyikapi hal ini,” kata Arif dalam siaran persnya, Kamis (28/7).

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada semua kader NU untuk tidak memberikan komentar apapun terkait kasus tersebut, “Jadi alangkah bijaknya tidak memberikan komentar apapun terkait hal itu, kita serahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang,” lanjut dia.

Hal senada ditegaskan Ketua GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman yang menyebut peretasan tersebut merupakan tindakan keji sebab menimbulkan fitnah yang besar.

“Ini memang tidak bisa dibiarkan, marwah kiai kita harus kita jaga. Karena itu kami melalui LBH Ansor yang akan terus mendampingi kasus ini dan menyebarkan klarifikasi yang ada agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dilemparkan pelaku peretasan ponsel,” tandasnya.

Abdur Rahman menilai ajakan membunuh HRS dan ancaman kepada sejumlah pegiat NU yang disebar oleh pelaku dengan akun WA KH. Anasom sangat bertolak belakang dengan pribadi Anasom yang cenderung menghidari pertikaian.

“Kalau pengurus NU dan aktivis NU pastinya sudah (pasti) paham dengan karakter kiai Anasom yang tenang dan suka menghindari konflik,” pungkasnya. (rq)

Capture salah satu akun yang memviralkan chat dari akun KH. Anasom pasca diretas hacker. (istimewa).

Comments

comments