Rental Play Station, Terseok Dan Coba Bangkit Dengan Penerapan Prokes

oleh -
Meski Sulit, Mencoba Bertahan Di Masa Pandemi

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Siapa sih yang tidak mengenal Play Station? konsol permainan grafis yang telah populer sejak era 2000-an dan telah menarik banyak penggemarnya di tanah air. Permainan dari Play Station (PS) ini yang banyak digemari para gamers diantaranya Tekken, Winning Eleven, atau Gran Turismo.

Harga satu set alat ini semenjak diluncurkan memang terbilang cukup mahal bagi sebagian masyarakat Indonesia. Nah, tapi untuk para gamers yang ingin menyalurkan minat bermain PS tanpa harus membeli alatnya, bisa memanfaatkan rental PS yang dalam satu dekade lebih ini telah bertumbuh di banyak daerah. Diantaranya di Kota Bandung.

Salasatunya adalah Rental PS Freaky Maverick. Rental ini telah melayani para gamers lebih dari sembilan tahun.

“Ya, awalnya rental ini sebagai sarana untuk para gamers berlatih dan wadah agar bisa mengikuti turnamen,” kata Rere, Sabtu (28/8/2021).

Lokasinya sendiri cukup strategis, dengan suasananya yang terbilang nyaman serta menggunakan fasilitas televisi 42″ dan tempat duduk sofa. Saat ini rental PS tersebut menyediakan PS3 dan PS4.

“Ada tiga belas PS3 dan PS4,” terang Rere.

Menariknya lagi, para gamers yang bermain di Rental PS Freaky Maverick ini tidak didominasi oleh anak-anak, tetapi juga pemuda dan orang dewasa dari beragam latar belakang pekerjaan. Terlebih setelah e-sport sekarang menjadi salasatu ajang resmi untuk mendulang prestasi. Sebut saja Faidan, remaja Indonesia yang membawa harum nama bangsa lewat konsol permainan grafis ini.

Tetapi bagaimana kondisinya semenjak pandemi global Covid-19 merebak?

“Sebelumnya, kita buka 24 jam. Tetapi sejak adanya kasus Covid-19, kita batasi,” terang Rere.

Bahkan saat pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB yang dilanjutkan ke PPKM Darurat, rental PS ini sama sekali ditutup dan tidak dioperasikan.

Namun saat ini setelah PPKM telah disesuaikan, rental PS tersebut telah kembali dibuka. Tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat serta jam operasional yang buka dari pukul 09.00 pagi hingga tutup pukul 19.00 WIB.

“Ya, kita saat ini kembali buka setelah sempat sekian lama ditutup. Karena operasional juga kan tetap harus kita keluarkan, seperti untuk listrik dan pekerja disini,” jelas Rere.

“Tapi dari tiga belas PS yang ada, yang kita operasikan sekarang cuma enam. Agar bisa menjaga jarak. Selain itu, pengunjung sebelum bermain harus mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di depan atau hand sanitizer. Juga wajib pakai masker dan tidak boleh berkerumun. Bagi pengunjung yang tidak membawa masker, kita sudah siapkan dan gratis. Nah, setelah bermain, kita juga segera semprotkan disinfektan di sekitar area meja,” urai Rere.

Diakui oleh Rere, dengan memberlakukan kondisi tersebut banyak pelanggannya yang merasa kurang nyaman.

“Ya, bagaimana lagi, toh ini dimaksudkan untuk kebaikan semua. Meski resiko yang saya terima saat ini adalah berkurangnya pengunjung,” kata Rere yang berupaya tegar.

Insya Allah, kita juga mendukung arahan yang disampaikan pemerintah terkait prokes. Disamping itu juga alhamdulillah saya dan pekerja disini sudah menerima vaksin Covid-19,” ucapnya.

Untuk menutupi kebutuhan operasional, Rere juga menuturkan bahwa kini pihaknya menyewakan PS ke rumah pelanggan.

“Iya, sekarang sebagian alat kami sewakan ke rumah pelanggan, hitungan per hari. Tapi tentunya dengan syarat. Karena resikonya cukup besar, terutama menjaga agar tidak hilang,” terang Rere.

“Tapi ya saya sangat berharap mudah-mudahan kondisi pandemi ini cepat berlalu, supaya situasinya segera normal lagi,” pungkasnya.

Terpisah, Bagus, salaseorang gamer di Rental PS Freaky Maverick yang berkenan diwawancarai oleh pewarta mengatakan bahwa ia senang bermain di tempat tersebut.

“Ini kan hiburan yang relatif murah, dan bagi saya bermanfaat untuk mempertajam otak kanan,” ucapnya sambil tertawa dibalik masker yang digunakannya.

Dikatakannya lagi bahwa ia gemar bermain PS sejak masih duduk di bangku kuliah.

“Sejak kuliah saya sudah suka bermain PS, terutama Winning Eleven (game sepakbola) atau sekarang PES,” ujar Bagus.

Saat ditanya kenapa memilih main di rental, dijawab oleh Bagus, “Ya, saya bermain hanya saat ada waktu luang atau istirahat kerja. Kalau di rumah kegiatannya full bersama keluarga,” ungkap pekerja di bidang otomotif yang kerap datang bersama temannya ke rental tersebut.

Terkait dengan ketentuan pihak rental yang menerapkan prokes, Bagus menuturkan lebih lanjut, “Ya, bagi saya tidak ada masalah, malah menurut saya sangat baik untuk saat ini. Saya juga merasa lebih secure tanpa mengurangi kesenangan,” ungkapnya lagi.

[st]

Comments

comments