Nilai Rata-rata Unas SMA Yang Rendah Bukan Tolak Ukur Keberhasilan UN

oleh -
Nilai Rata-rata Unas
Mendikbud Muhadjir Efendi

Jakarta, Mendikbud Muhadjir Effendi mengatakan turunnya nilai rata-rata Unas (Ujian Nasional) tahun 2017 dipengaruhi oleh beberapa hal yang terjadi pada tahun ini, dan nilai rata-rata tersebut tidak dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan Unas.

Muhajir menambahkan bahwa penurunan nilai rata-rata ini bukan karena Unas tidak lagi menjadi syarat kelulusan.

Walaupun nilai Ujian Nasional bukan syarat kelulusan namun Muhajir tetap memerintahkan kepada seluruh sekolah untuk melampirkan nilai Unas pada lembah ijazah siswa. Jadi siswa harus tetap serius dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang tinggi sebagai pendukung nilai prestasi siswa.

Tujuan lain dari penghapusan nilai Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan, yaitu agar siswa tidak hanya fokus pada nilai yang menjadi syarat kelulusan. Sehingga kini siswa dapat mempelajari semua mata pelajaran dengan bebas.

Sedangkan menurut Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Nizam, penurunan nilai rata-rata Unas SMA tahun ini, lebih disebabkan karena semakin banyak sekolah yang beralih dari metode Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tahun 2017 dari total 921 sekolah yang mengikuti meningkat menjadi 3.782 sekolah. sedangkan UNKP mengalami penurunan dari 6 juta sekolah pada tahun 2016 menjadi 3 juta sekolah di tahun 2017.

Nizam menambahkan, walaupun secara rata-rata nilai Unas menurun, namun ada beberapa sekolah yang mendapatkan nilai yang tinggi di daerah tertentu. Rata-rata sekolah yang mengalami penurunan nilai unas adalah sekolah yang memiliki Indeks Integritas Unas (IIUN) yang rendah, sedangkan untuk sekolah yang memiliki IIUN tinggi mengalami kenaikan. (pr)

 

 

Comments

comments