Mengenal Kerang Scallop, Produk Perikanan Potensial

oleh -
Suber foto: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/nutrisi-kerang-scallop-adalah/#gref

Kampus Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Bapak Nabiel Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, disambut baik oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dangan diselenggarakannya magang selama 1 atau 2 semester di Pulau Hokkaido, Jepang.

Pulau Hokkaido ini terdapat sentra budidaya laut, khususnya kerang scallop (Amusium Pleuronectes) yang banyak dibudidayakan, sementara hanya sedikit scallop yang hasil tangkapan. Tulisan ini terdiri dari beberapa seri, seri ini merupakan tahap awal, yakni pengenalan terhadap kerang scallop.

Ada empat jenis kerang scallop atau Hotate yang bisa dimakan di Jepang: kerang scallop Hotate biasa, Itayagai (bay scallop), Azumanishiki (Farrer’s scallop), dan Hiogigai (Chlamysnobilis).

Scallop atau Hotate adalah kerang dua cangkang yang hidup di laut yang dingin, dengan pertumbuhan dan kecepatan pembesarannya paling tinggi. Scallop menghuni hampir semua bagian pesisir Pulau Hokkaido, baik scallop budidaya maupun yang tumbuh alami.

Di Sebelah Utara Pulau Hokkaido terdapat Laut Okhotsk (Gambar 1), dimana di dasar lautnya dibuat ladang kerang scallop Hotate lalu disebari benih kerang umur satu tahun dalam jumlah besar.

Hokkaido, lokasi tempat budidaya scallop di Jepang

Gambar 1.  Laut Okhotsk di Sebelah Utara Pulau Hokkaido yang merupakan ladang budidaya scallop, yang disebari benih scallop dalam jumlah besar.

Proses penyebaran ini disebut Jimakihouryu (penyebaran di dasar laut).  Penyebaran di dasar laut ini mengandalkan situasi alam yang ada. Setelah tiga tahun dibudidayakan (kerang berumur 4 tahun) kerang scallop yang sudah cukup besar ditangkap dengan jaring penggaruk (Hassyaku), dengan cara ditarik (Gambar 2).

Gambar 2.  Jaring penggaruk (Hassyaku) untuk menangkap scallop umur 4 tahun di Laut Okhotsk Jepang

Selain itu, budidaya kerang scallop sering dilakukan di perairan utara Laut Jepang di Hokkaido, Teluk Funka (Teluk Elupsi), Danau Saroma, Teluk Mutsu di Prefektur Aomori, dan Perairan Pesisir Sanriku dari Prefektur Iwate hingga Prefektur Miyagi (Gambar 3). Sekitar setengah dari jumlah produksi budidaya kerang di Jepang pada tahun 2017 adalah budidaya kerang scallop.

Gambar 3.  Sebaran Lokasi Budidaya Kerang Scallop Di Pulau Hokkaido dan Sekitarnya

Jumlah Produksi Kerang Scallop

Jumlah produksi budidaya scallop di seluruh Jepang pada tahun 2017 adalah 174.000 ton. Prefektur dengan urutan produksi tertinggi adalah Hokkaido 84.900 ton, prefektur Aomori 84.300 ton, dan kemudian prefektur Miyagi (Gambar 4).

Gambar4. Pusat Produksi dan Jumlah Produksi Scallop di Jepang

 

Bagaimana Dengan di Indonesia?

Kerang simping jenis Amusiumpleuronectes adalah salah satu jenis kerang yang memiliki nilai ekonomis cukup penting. Simping hidup di daerah sublitoral kedalaman antara 10-80 m, dengan dasar perairan pasir lumpur. Amusiumpleuronectes tersebar dari mulai perairan Myanmar, Indonesia, sampai Papua New Guinea; perairan utara Taiwan, Jepang, sampai Queensland (Food and Agriculture Organization,1998).

Kerang simping cukup menyebar di perairan Indonesia, namun belum semua daerah memproduksi atau mencatatnya. Penangkapan kerang simping di Indonesia dilakukan dengan alat tangkap modifikasi dari trawl yang disebut dengan arad. Seperti halnya hasil penelitian di Tegal dan sekitarnya, simping banyak tertangkap oleh jaring arad sebagai hasil tangkapan sampingan. Secara taksonomis, simping termasuk dalam famili Pectinidae.

Deskripsi umum simping menurut Sabelli (1979) adalah mempunyai bentuk pipih, sedikit cembung pada bagian tengah cangkang, terdiri atas dua cangkang yang sama besar. Ukuran panjang medium pada umumnya antara 3-4 inci. Tidak seperti famili Pectinidae lainnya, kedua kuping sama besar dan simetris pada kedua cangkangnya. Cangkang bagian atas berwarna pink kecoklatan dan bagian bawah berwarna putih.

Kerang Simping

Usaha penangkapan kerang simping di Indonesia belum menjadi usaha skala yang besar seperti di Amerika ataupun Australia. Kerang simping merupakan hasil tangkapan sampingan dari arad dan beberapa alat tangkap lain. Selama ini belum ada penelitian yang secara khusus meneliti tentang berapa potensi lestari (maximum sustainable yield) tentang kerang khususnya kerang simping di Indonesia.

Indonesia juga adalah salah satu negara penghasil kerang scallop, selain Philipina dan Australia. Daerah penghasil kerang simping di Indonesia adalah di pesisir pantai utara Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Kabupaten Brebes mempunyai produksi kerang simping  yang  besar apabila dibandingkan dengan daerah penghasil kerang simping lainnya.

Demikian catatan pendek ini, semoga bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran yang akan segera berangkat Praktek Kerja Lapangan ke Hokkaido.

 

Penulis:

Dr Rita Rostika

Bendahara Masyarakat Akuakultur Indonesia/Dosen FPIK Universitas Padjadjaran

Comments

comments