Brigjen TNI Rano Tilaar, Putra Kawanua Danrem 052 Wijayakrama Kodam Jaya

oleh -
Brigjen TNI Rano Tilaar, Putra Terbaik Kawanua yang Kini Jabat Danrem 052 Wijayakrama
Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Tilaar, SE.

JAKARTA – Putra terbaik kawanua Brigjen TNI Rano MA Tilaar, SE., yang berpengalaman di Infanteri (Kopassus), sejak 13 September 2021 memegang tongkat komando sebagai Komandan Korem 052/Wijayakrama dengan mengemban tugas teritorial menjalin dan mempererat kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam koridor Geografi, Demografi, dan Sosial, termasuk diantaranya tugas Pam Waskita.

Korem 052/WJK sendiri di bawah komando Kodam Jaya yang memiliki wilayah tugas teritorial antara lain Kodim 0502 yang meliputi Jakarta Utara dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Kodim 0503/Jakarta Barat, Kodim 0506 yang meliputi Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, dan Kodim 0510/Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

“TNI dalam hal ini Korem 052/Wijayakrama memiliki peran penting bersama unsur lainnya pada tiga pilar di tengah kehadirannya dalam masyarakat,” kata Brigjen TNI Rano Tilaar, Jumat (13/5/2022) lalu dihadapan pewarta.

Pada kesempatan tersebut, jebolan Akmil tahun 1993 ini menjelaskan kegiatan-kegiatan apa saja yang menjadi tanggung jawab TNI bersama dengan masyarakat, selain bela negara juga Tentara Rakyat yang terus mengawasi kegiatan masyarakat di lingkup tugas wilayah masing-masing.

“Bagian-bagian yang menjadi tugas pokok TNI untuk Pembinaan Teritorial di wilayah masing-masing ada diantaranya pembinaan Geografi, Demografi, dan Sosial. Geografi adalah wilayah, Demografi yakni penduduk atau sumber daya manusia beserta lapangan pekerjaannya, sedangkan Sosial yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Ketiga sasaran ini harus dibina sedemikian rupa hingga bisa fokus pada ketahanan wilayah, kegiatan komunikasi sosial, dan Bakti TNI,” urai Rano Tilaar.

Ketahanan itu sendiri, lanjutnya, kita harus menciptakan kegiatan-kegiatan kepada masyarakat sehingga mereka bisa imun, imun terhadap ajaran-ajaran atau ideologi atau yang anti dengan NKRI. Sehingga masyarakat itu menjadi imun dan mempunyai ketahanan yang baik.

Untuk itu, sambungnya, komunikasi sosial guna terjalinnya sinergitas dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda serta komponen masyarakat lainnya menjadi salasatu hal utama dalam membangun ketahanan.

“Ada kegiatan bakti TNI, seperti TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) untuk melaksanakan tugas membantu pemerintah guna peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertentu dalam hal pembangunan fisik dan non fisik,” terangnya.

“Bakti TNI ini bisa terlaksana atas kerjasama dengan semua unsur, termasuk unsur dari bisnis melalui program CSR,” ujarnya.

“Geografi, Demografi dan Sosial tersebut menjadi rak juang yang tangguh. Geografi adalah Ruang Juang, Demografi adalah Alat Juang, dan Sosial dijadikan Kondisi Juang, Ini yang disebut karya bakti,” tambah jenderal bintang satu ini.

Dibeberkan oleh Brigjen TNI Rano Tilaar, jika tiga tugas pokok teritorial ini berjalan dengan baik, maka ketahanan nasional adalah keniscayaan.

“Kalau ketiga tugas pokok teritorial berjalan, menciptakan kemanunggalan TNI dengan Rakyat (KTR). Dan ini akan menciptakan Ketahanan Nasional yang baik, sehingga jika ada ancaman dari dalam dan luar, baik separatis bersenjata, pemberontakan, bisa dihadapi dengan sinergitas TNI bersama masyarakat. Seperti kejadian pada tahun 1948 sampai 1949 menghadapi Agresi Belanda.” bebernya.

Selain dari tugas pokok diatas, ungkap Rano Tilaar, TNI juga mempunyai tugas pokok yaitu PAM WASKITA, Pengamanan Terhadap Keluarga Istana. Pengamanan di ring 2 dan ring 3 kepada presiden dan ibu, pengamanan wakil presiden dan ibu.

Terakhir, dihadapan pewarta, Danrem 052/Wkr ini juga mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman virus berbahaya Covid-19.

“Kami menghimbau juga kepada seluruh lapisan masyarakat agar di situasi pandemi sekarang ini dalam menjalankan aktifitas agar tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai arahan dari pemerintah, karena Covid-19 masih ada, jadi tetap waspada,”pungkas Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Rano Tilaar.

[Hans]

Comments

comments