Dialog Kebangsaan, Perayaan Natal Menjadi Fokus Forkompimda Jateng Wujudkan Sinergitas

oleh -
Dialog Kebangsaan, Perayaan Natal Menjadi Fokus Forkompimda Jateng Wujudkan Sinergitas

SEMARANG – Perayaan Natal menjadi fokus sinergitas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Tengah antara Pemerintah, TNI dan Polri menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Hal itu disebutkan dalam Dialog Kebangsaan ‘Sinergitas Pemerintah, TNI, Polri, dan Ulama Jaga NKRI‘ di Cafe Wiratama, Watugong, Semarang, Rabu (08/12/2021).

Hadir dalam dialog tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dan pengasuh Ponpes Ora Aji KH. Miftah Maulana Habiburrahman.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 8.600 pos PPKM Mikro di Jawa Tengah untuk memantau kegiatan masyarakat. Selain itu, jajaran Polda juga akan melakukan cek poin di 20 rest Area Tol di Jawa Tengah, di dalam kota maupun di perbatasan kota.

“Jadi nanti siapapun masyarakat yang mudik akan tercatat dan terpantau. Nanti ada Babinsa, Babinkamtibmas, dan Lurah yang memantau. Untuk perayaan natal, secara umum sekitar tiga ribu gereja di Jawa Tengah yang akan kita jaga. Di situ sinergi terjadi antara Polri, TNI, ada Satpol PP, dinas-dinas terkait juga ada,” kata Luthfi.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, mengatakan pihaknya juga turut berkoordinasi dengan Polri dan jajaran Pemprov Jateng, terkait perayaan Natal. Dia mengimbau masyarakat Nasrani agar dapat melakukan kegiatan ibadah dengan baik dan menjaga kondisi di masing-masing wilayah.

“Saya pikir itu menjadi sesuatu bahwa kita harua menjaga ibadah teman-teman kita masyarakat Nasrani. Yuk kita jaga situasi Covid-19,” tandasnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau kepada masyarakat untuk saling meningkatkan toleransi antar umat beragama. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu dasar di Jawa Tengah untuk menjaga keutuhan dan harmonisasi dalam masyarakat.

“Kita senang dengan masyarakat Jawa Tengah yang nguwongke wong (saling menghormati), sehingga muncul gotong royongnya. Saya berharap di Nataru ini, kita tunjukkan Jawa Tengah ini toleransinya kuat, saling menghormatinya kuat. Dan saya berharap kepada pada jemaat, kalau nanti melaksanakan ibadah, silakan laksanakan ibadahnya,” kata Taj Yasin.

KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah, mengajak agar masyarakat dapat menyingkirkan ego masing-masing untuk menjaga kerukunan. Dia mencontohkan, menjalin kerukunan sama halnya dengan membuat sambel. Kata dia di dalam sambel yang nikmat itu terkandung berbagai bahan dan rempah yang menjadi satu sehingga menghasilkan rasa enak.

“Coba kalau kita makan sambel, kita makan cabainya dulu, bawang merahnya, bawang putih, kalau dimakan satu-satu kan rasanya tidak enak. Tapi kalau semua bahan disatukan dan diolah, akan memunculkan rasa sambel yang nikmat,” tandasnya.

Comments

comments