Dansektor 21 Satgas Citarum : Lakukan Yang Terbaik Untuk Anak Cucu Kita

oleh -
Dansektor 21 Satgas Citarum : Lakukan Yang Terbaik Untuk Anak Cucu Kita

SUMEDANG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., berkesempatan tatap muka langsung dengan unsur pemerintahan dan tokoh warga di Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, di Aula Kantor Desa Sindang Pakuon, Rabu (27/2/2019).

Menariknya, pada kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Camat Cimanggung yang diwakili Sekwilcam, Juni Sujatnika, Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto, Koramil Cimanggung, Dansubsektor 21-15/Sumedang Satgas Citarum Sertu Eri Krisyana beserta jajaran, Kades Sindang Pakuon Yudi Hamdansyah, adalah kehadiran anak-anak muda dari ASEAN Foundation dan Maybank Foundation yang sedang berada di Kabupaten Sumedang dalam rangka melaksanakan program eMpowering Youths Across ASEAN, didampingi Ida Murni dari Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL).

“Kami berterimakasih kepada semua pihak dan Desa Sindang Pakuon yang telah mengizinkan kami datang kesini. Kita sekarang mempunyai kegiatan untuk mengembangkan remaja-remaja yang cerdas, terdidik dan terampil di forum lintas ASEAN. Pengembangan kapasitas remaja ini meliputi edukasi,” kata Ida dalam sambutannya.

“Ini dianggap penting dan strategis untuk meregenerasi kepemimpinan negara-negara ASEAN kedepan. Kegiatan-kegiatan yang difasilitasi oleh YBUL disini adalah program air bersih dan sanitasi yang selaras dengan program ASEAN,” tambahnya.

Jadi, lanjut Ida, kita ingin menginspirasi generasi muda yang ada disini dan para remaja ASEAN ini juga bisa memberikan ilmunya sesuai kapasitasnya kepada lingkungan.

Pada sambutan pembukaannya di acara tersebut, Sekwilcam Cimanggung Juni Sujatnika, menjelaskan terkait sosialisasi pengelolaan sampah di masyarakat yang selama telah telah dijalankan di Kecamatan Cimanggung khususnya.

“Berbicara tentang lingkungan, tentu tidak terlepas dengan kehidupan kita sehari-hari. Apresiasi dan penghormatan kepada Kolonel Yusep, beliau sudah membawa dan menggunakan botol minum sendiri (wadah khusus). Kalau kita masih menggunakan botol yang setelah airnya diminum, entah akan dibuang di mana. Tentunya Pak Kolonel sudah memberikan contoh yang baik kepada kita,” kata Juni mengawali.

Dijelaskan oleh Juni Sujatnika, “Kita punya konsep pengurangan sampah, yakni konsep zero waste, artinya, kita mengajak kepada warga untuk mengelola sampahnya masing-masing di rumah, dipilah antara organik dan anorganik. Jadi, yang dibuang adalah sampah yang benar-benar sudah tidak berdayaguna. Kertas, dus, plastik, sayuran tentunya masih bisa bermanfaat ekonomi,” jelasnya.

Terkait dengan air bersih, sambung Juni, tentu saja ini masih menjadi persoalan kita bersama. Pertanyaannya, air berasal dari mana, prosesnya seperti apa, persediaannya bagaimana, termasuk konsistensi supply air bersih kepada kita. “Oleh karena itu, kita harus berupaya berhemat air bersih,” pesannya.

“Kehadiran Pak Kolonel Yusep juga sebagai bentuk keterkaitan berbagai unsur dalam pemeliharaan lingkungan kita. Termasuk di Cimanggung, Sungai Citarik dan Sungai Cimande. Pemerintah Kecamatan Cimanggung apresiasi kepada Komandan Satgas Citarum Sektor 21 Kolonel Yusep, sebagai bentuk pemicuan kepada warga. Jika digerakkan oleh unsur militer, mudah-mudahan hal yang ingin kita wujudkan bersama, bisa lebih cepat, dan gaungnya akan lebih besar lagi. Setiap warga menyadari dan sama-sama melaksanakan kegiatan memelihara lingkungan dan sanitasinya,” urainya.

Diharapkan oleh Juni, apa yang dilakukan hari ini, gaungnya bisa sampai ke seluruh masyarakat. Ia juga kembali mengajak warga masyarakat, pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari orang per-orang.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep yang menjadi pembicara utama pada kegiatan tersebut, mengawalinya dengan sambutan ringan, “Disini ada yang dari Thailand?” tanyanya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Dua orang anak muda lalu mengacungkan tangannya. Sambil tersenyum, Kolonel Yusep mengucapkan terima kasih karena sportifitas telah dijaga dan ditunjukkan para anak muda lintas negara ASEAN di gelaran kompetisi sepakbola AFF U-22, “Bukan hanya dilapangan olahraga, tetapi juga dalam segala bidang. Contohnya disini, dan masing-masing telah menunjukkan menjadi peserta dan tuan rumah yang baik,” katanya, dan disambut tepuk tangan yang hadir.

Dilanjutkan oleh Yusep, “TNI mulai bulan Maret 2018 atas perintah Presiden Joko Widodo melalui Perpres No. 15 tahun 2018, ditugaskan untuk mengembalikan ekosistem di DAS Citarum. Berarti sudah kurang lebih satu tahun,” ucap Kolonel Yusep.

“Turunnya perintah ini, menindaklanjuti viralnya Sungai Citarum menjadi salasatu sungai terkotor di dunia pada sekitar bulan November 2017,” jelasnya.

“Predikat itu tentunya telah mencoreng harkat martabat kita sebagai Bangsa Indonesia, khususnya warga Jawa Barat. Tapi kita tidak perlu malu dengan kondisi sebelumnya itu, karena kita Bangsa Indonesia dan warga Jawa Barat mampu dalam waktu satu tahun berbenah membersihkan sungai,” kata Kolonel Yusep.

“Tercemarnya Sungai Citarum sebetulnya warga Jawa Barat sudah mengetahuinya jauh sebelum di viralkan orang lain. Seperti di kawasan Mohamad Toha dan Baleendah dari tahun 1980-an, jika hujan besar turun, banyak limbah yang dibuang oleh oknum, tapi banyak dari kita yang kurang peduli. Rakyat teriak, yang berkompeten diam. Benang kusutnya luar biasa, semua berkepentingan disitu, berlomba-lomba mencari sesuatu, tetapi tidak melihat lingkungan yang hancur seperti sekarang ini. Dan baru tahun 2018 pemerintah melakukan terobosan besar pada pembenahan Sungai Citarum,” beber Kolonel Yusep.

Diuraikan oleh Kolonel Yusep, “Dilihat pada akhir tahun 2017, DAS Citarum itu banyak sekali permasalahannya. Pertama, gundulnya kawasan hulu-hulu Sungai Citarum akibat alih fungsi hutan atau penebangan liar. Sehingga jumlah mata air berkurang drastis. Maka dari itu, kita sekarang sedang giat-giatnya menanam pohon di gunung-gunung tersebut, hitungan satgas, kita butuh sekitar 126 juta pohon keras untuk ditanam di Gunung Wayang dan sekitarnya. Tahun ini yang disemai sudah 40 juta bibit, yang ditanam baru sekitar 1 juta bibit. Untuk penanaman dan pemeliharaan 126 juta pohon itu biayanya sendiri bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 4 trilyun. Tidak terasa, dari dulu orang tebangi pohon satu persatu, diakumulasikan sekarang untuk ditanami kembali sekitar 4 trilyun, dan itu baru disekitar Gunung Wayang, belum gunung yang lainnya. Gundulnya kawasan hulu tersebut salasatu pemicu meningkatnya sedimentasi, pendangkalan dan penyempitan sungai. Padahal Sungai Citarum sepanjang kurang lebih 279 Km ini menghidupi sekitar 30 juta warga di Jawa Barat dan DKI Jakarta, termasuk mengairi ratusan ribu hektar lahan pertanian, dan sumber pembangkit listrik Jawa-Bali,” urainya.

Permasalahan kedua, terang Kolonel Yusep, adalah limbah domestik dan rumah tangga. Kondisi ini terbilang unik, sebagian masyarakat menganggap sungai itu sebagai pemusnah sampah, sehingga banyak sampah yang dibuang ke aliran air dan sungai. “Padahal sampah jadinya menumpuk di badan sungai. Sehingga menyebabkan potensi banjir dan menyebar beragam bibit penyakit. Ini yang harus kita ubah. Namun sekarang warga masyarakat banyak sudah menyadarinya dan tidak membuang sampah lagi ke aliran sungai, tapi harus didorong oleh pemerintah dengan membuat sarana pembuangan atau pengolahan sampah, sehingga warga tidak membuangnya ke tegalan-tegalan, tepian jalan dan lahan-lahan kosong,” harap Dansektor 21.

Permasalahan lainnya di Sektor 21, lanjut Kolonel Yusep, adalah limbah industri. “Banyak kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat dari limbah yang dibuang sembarangan oleh pelaku industri. Bahkan pencemarannya disinyalir ada yang hingga merembes ke sumur-sumur warga. Adakah sekarang warga bantaran yang mengkonsumsi air sumur untuk minum?” tanyanya. “Itulah yang kini harus kita kembalikan pada program Citarum Harum. Saya pribadi sebagai warga Jawa Barat, harus lakukan yang terbaik untuk rakyat, anak, cucu dan cicit kita. Lingkungan harus benar-benar dibereskan, minimal air sungai bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Menyitir dari yang disebutkan oleh Pak Doni (Letjen TNI Doni Monardo, Kepala BNPB), Mari kita jaga alam, maka alam akan memelihara kita,” pungkas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Yusep Sudrajat. [St]

Foto bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., bersama jajaran Muspika Cimanggung dan remaja peserta eMpowering Youths dario ASEAN Foundation.
Foto bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., bersama jajaran Muspika Cimanggung dan remaja peserta eMpowering Youths dari ASEAN Foundation di aula Kantor Desa Sindang Pakuon, Kabupaten Sumedang, (27/2/2019). [Foto: Elly S]

Comments

comments