Kolonel Yusep Kunjungan Silaturahmi Ke Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter

oleh -
Kolonel Yusep Kunjungan Silaturahmi Ke Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter

SUMEDANG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., beserta jajaran Subsektor 21-15/Sumedang laksanakan kegiatan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/2/2019).

Kedatangan Kolonel Yusep bersama rombongan ini disambut oleh sesepuh dan jajaran pengurus Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter pimpinan K.H Odang Jamaludin serta para santri, tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Danramil Cimanggung Kapten Arh Rusnendi, Polsek Cimanggung, Kecamatan Cimanggung yang diwakili Sekcam Juni Sujatnika, Kepala Desa Cihanjuang Yuyus Yusuf, warga serta Komandan Subsektor 21-15/Sumedang Satgas Citarum Sertu Eri Krisyana dan jajaran, juga perwakilan perusahaan di sekitar Desa Cihanjuang.

Pada sambutan selamat datang yang disampaikan oleh sesepuh Pesantren Nurul Iman, Cecep Suja’i, dikatakan, “Kami sudah sering berjumpa dengan jajaran Kodam III/Siliwangi yang hadir di wilayah kami, dan kami berbaur dengan mereka. Kita berkumpul ditempat ini dengan sambutan dan kondisi seadanya, tentunya diharapkan untuk menambah keakraban diantara kita,” kata Cecep.

“Dengan kegiatan silaturahmi dari Satgas Citarum Sektor 21 ini, saya kira akan besar manfaatnya buat kita. Pak Kolonel Yusep, sebetulnya kami, para santri awal sudah dididik untuk belajar tentang pentingnya kebersihan, tapi kami justru bukan yang terdahulu untuk melaksanakan, karena pondok pesantren kondisinya kumuh. Sekarang kami bangga Bapak-bapak TNI bisa hadir kesini, membawa program yakni kebersihan lingkungan, lalu keindahan, karena saya lihat kemarin ada bunga-bunga untuk memperindah daerah kami yang kumuh yang dulu kami takut masuk kesana, sekarang justru kita betah disana. Selanjutnya dengan kehadiran bapak-bapak kesini, turut menjadi contoh bagi kita, karena yang kita ajarkan disini hanya secara akademik, tetapi bapak-bapak langsung pada prakteknya yang menjadi contoh bagi anak didik kami di Pesantren Nurul Iman, mudah-mudahan sambil menggali ilmu tentang kebersihan dari beberapa kitab, juga dari pertemuan ini menjadi pelopor,” urai Cecep Suja’i, sesepuh pondok pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1975 tersebut.

Juni Sujatnika pada sambutannya di acara yang didominasi oleh ibu-ibu tersebut menjelaskan, “Saya disini mewakili pemerintah kecamatan, ingin menyampaikan terkait lingkungan, utamanya tentang sanitasi. Kita harapkan juga bagi warga untuk mengelola sampahnya di rumah secara apik, kalau bisa sampah itu tidak keluar dari lingkungan rumah kita, dikelola anorganiknya semisal botol plastik dan juga sampah organiknya seperti dedaunan dan sayur-sayuran,” ujar Juni.

“Ada program pemerintah yang namanya biopori, kita buat lobang sedalam kira-kira satu meter, nah yang organik bisa dibuang kesitu, yang dalam waktu 3 bulan kemudian bisa diangkat untuk gemuk (pupuk), diantaranya seperti itu. Lalu kita tau bahwa di daerah lain ada penyakit cikungunya yang diakibatkan oleh nyamuk, nyamuk ini karena faktor lingkungan. Coba kalau kita lihat ke daerah tersebut, paritnya seperti apa, penuh sampah. Selanjutnya, sekarang sudah ada kasus demam berdarah, itu juga berasal dari nyamuk. Jadi, hindari ada air yang tergenang di dalam rumah dan lingkungan kita agar nyamuk sulit berkembang biak,” pesan Sekertaris Kecamatan Cimanggung ini.

Diungkapkan oleh Juni, “Jadi kita jaga mulai dari rumah. Mudah-mudahan pondok pesantren ini bisa menjadi cikal bakal serta contoh bagi masyarakat disekitarnya tentang kebersihan. Jika ada lahan disini yang bisa digunakan untuk pembuatan tempat pembuangan sampah sementara, tinggal dibuatkan proposalnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Cihanjuang Yuyus Yusuf pada giliran sambutannya menyampaikan, “Alhamdulillah, sejak masuknya Satgas Citarum pada sekitar 5 bulan lalu, sudah memberikan manfaat dan contoh bagi kita semua disini, terutama yang ada di wilayah Bunter, lihat begitu bersihnya Sungai Cimande yang sudah dibersihkan oleh tim Citarum Harum,” ujar kades.

“Jangan lagi ada sampah,” ujarnya lagi mengingatkan. “Jangan buang sampah ke Sungai Cimande. Citarum Harum ini program yang sangat bermanfaat, perjalanan program yang begitu mulianya ini, kita juga merasa terdorong,” jelasnya.

Saat sungai dibersihkan, sambung kades, ditemukan banyak sampah yang diantaranya adalah popok bayi. “Kita harus sayangi sungai, apalagi sekarang dibelakang pabrik Coca Cola sedang dibangun taman oleh satgas untuk kepentingan warga,” ajak kades. “Bersih manfaatnya buat kita, sehat juga buat kita,” pungkasnya.

Kolonel Yusep, saat membawa sambutannya, menjelaskan, “DAS Citarum ini menghidupi kurang lebih 30 juta jiwa, menerangi listrik Jawa dan Bali, dan mengairi pertanian sekitar 400 ribu hektar,” kata Dansektor 21 tersebut.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat bersilaturahmi dan menyampaikan paparan Citarum Harum di Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/2/2019).
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat bersilaturahmi dan menyampaikan paparan Citarum Harum di Pondok Pesantren Nurul Iman Bunter, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/2/2019).

“Pertama kali Sungai Citarum dibersihkan, ditemukan segala macam sampah, jadi seperti supermarketnya sampah. Sampah rumah tangga, sampah medis, bangkai binatang, dan sebagainya,” terang Yusep.

Dilanjutkan oleh Kolonel Yusep, “Dan yang paling berbahaya adalah limbah industri. Hampir 460 ribu ton limbah perhari masuk ke Sungai Citarum,” jelasnya.

“Itu yang menyebabkan ekosistem di DAS Citarum rusak. Tidak ada lagi ditemukan ikan, seperti ikan mas dan yang lainnya. Dan saat ini untuk BPJS, untuk masyarakat yang tinggal di DAS Citarum saja sudah menelan biaya hampir 1,9 trilyun pada tahun 2017, karena beragam penyakit,” terang Kolonel Yusep lagi.

Mirisnya, sambung Kolonel Yusep, harkat martabat kita tercoreng habis saat Sungai Citarum viral menjadi sungai terkotor di dunia.

“Bulan Maret 2018 Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres No. 15 tahun 2018, TNI masuk untuk ikut terlibat merevitalisasi Sungai Citarum. Dalam kurun waktu setahun sekarang, sampah permukaan sudah terangkat. Kita juga sudah menutup atau melokalisir lebih dari 100 pabrik. Sekarang pabrik-pabrik tersebut sudah berbenah dan tidak lagi buang hasil olahan limbah yang berwarna, karena harus dibuang dalam kondisi bening. Kita bekerja dengan masyarakat, jadi jika ada pabrik yang ketahuan masih membuang limbah dalam kondisi kotor, segera laporkan kepada saya, pasti saya tutup (lokalisir saluran limbah), taruhannya saya,” tegas Kolonel Yusep.

“Waktu kita di program Citarum Harum 7 tahun, sekarang sudah berjalan satu tahun, mudah-mudahan dalam waktu tujuh tahun ini sudah beres semua. Anak-anak di Cimande Hilir sudah memanfaatkan sungai untuk berenang, di Cimahi juga demikian. Dulu Rancaekek terkenal dengan ikan mas-nya, kita coba kembalikan lagi itu,” beber Kolonel Yusep.

“Ayo, bagi kita semua, kita mulai kelola dari sampah di rumah,” ajak Yusep.

Kegiatan diakhiri foto bersama dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. [St]

Comments

comments