Dansektor 21 Ikuti Webinar Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Di DAS Citarum

oleh -
Dansektor 21 Ikuti Webinar Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di DAS Citarum

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengikuti kegiatan webinar yang diselenggarakan Pemprov Jawa Barat dengan mengangkat tema Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di DAS Citarum bertempat di Posko Sektor 21 Satgas Citarum, Cipageran, Kota Cimahi, Sabtu (14/11/2020).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh antara lain Ketua Harian Satgas Citarum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim, Sekdaprov Jawa Barat, Setiawan Wangsa Atmaja, Kadis SDA Jawa Barat, Dikky Ahmad Siddiq, BPBD Provinsi Jawa Barat, H. Dani Ramdan, Ketua FTPRB, Eko Teguh Paripurno, Mariana Marselina (IATPI), LH provinsi dan kabupaten, tim ahli PPPK, serta para Dansektor Satgas Citarum.

“Apa yang kita laksanakan ini adalah webinar series kedua, yang pertama sudah kita lakukan minggu yang lalu, alhamdulillah, responnya sangat baik. Artinya bahwa kecintaan terhadap Citarum ini betul-betul menjadi perhatian kita semua,” kata Sekdaprov Jabar, Setiawan Wangsa Atmaja pada sambutannya.

“Karena kita melihat saat ini sudah memasuki musim penghujan, oleh karena itu tema yang kita usung hari ini adalah bagaimana kita bisa mengantisipasi terkait dengan bencana hidrometrik. Dalam artian bencana yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kemudian kestabilan tanah di Jawa Barat ini khususnya di DAS Citarum yang secara geografis ada yang curam dan karena lahan kritis sehingga berpotensi longsor dan seterusnya,” lanjutnya pada sambutan acara tersebut.

Dikatakan oleh Setiawan Wangsa Atmaja, wilayah Jawa Barat memiliki 6 jenis kerawanan bencana, diantaranya puting beliung, banjir, gempa bumi, kebakaran, tanah longsor dan gelombang pasang.

“Jawa Barat ini setidaknya memiliki 6 jenis kejadian rawan bencana yang salasatunya adalah terkait dengan banjir. Inilah yang kita usung dalam tema atau topik kita hari ini, lebih utamanya lagi banjir ini kita arahkan antisipasinya di DAS Citarum,” sebutnya.

Diuraikan oleh Sekdaprov Jabar ini bahwa permasalahan di DAS Citarum ini mengalami komplikasi yang harus dihadapi.

“Beberapa masalah di DAS Citarum ini kita tau persis, yakni memiliki tingkat pencemaran air yang tinggi akibat kontribusi buangan limbah baik dari domestik, pabrik, peternakan, dan pertanian, lalu sampah, sedimentasi, land subsidence karena eksploitasi air tanah berlebih dan terlalu tinggi, serta berkurangnya lebar sungai. Inilah masalah komplikasi yang kita hadapi. Ya, saya senang karena disini ada para Dansektor yang bisa memantau dan melihat bagaimana perkembangan yang terjadi,” urainya.

Terkait dengan kejadian banjir ini, Sekdaprov Jabar memberikan highlight di beberapa wilayah yang kerap terjadi banjir bila intensitas curah hujan yang turun cukup tinggi. Terutama di yang terjadi di wilayah Citarum hulu.

“Pembagian wilayah pengendali banjir di Citarum hulu, bila curah hujan turun cukup tinggi terjadi permasalahan khususnya kejadian banjir atau hidrometri. Antara lain di wilayah Majalaya-Sapan, wilayah Rancaekek, wilayah Gedebage, wilayah Dayeuhkolot-Baleendah, wilayah Banjaran, wilayah Pasteur-Pagarsih, dan wilayah Melong-Margaasih,” terangnya.

Kegiatan webinar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari beberapa narasumber yang dibuka oleh Anindrya Nasiti, ST, MT, PhD. (KK TPL ITB) sebagai moderator.

Narasuber tersebut diantaranya Dikky Ahmad Siddiq, Kadis SDA Jabar yang menyampaikan tentang simulasi banjir di wilayah Citarum hulu. Dilanjutkan oleh H. Dani Ramdan, BPPD Jabar, yang memaparkan terkait kesiapan BPBD menghadapi bencana hidrometeorologi di DAS Citarum. Lalu pemaparan oleh Eko Teguh Paripurno (Ketua FPTPRB) tentang Peran & Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir. Kemudian Mariana Marselina (IATPI), dan terakhir oleh Riki Wakito selaku Masyarakat Tanggap Banjir yang memaparkan terkait dengan sinergi dalam memperkuat sistem peringatan dini banjir di Citarum hulu.

[st]

Comments

comments