Dansektor 10 Satgas Citarum Kolonel Inf YR Nainggolan Kagumi Pesona Alam Sanghyang Kenit

oleh -
Dansektor 10 Satgas Citarum Kolonel Inf YR Nainggolan Kagumi Pesona Sanghyang Kenit
Sanghyang Kenit. [Foto: IG @sanghyang_kenit_official]

PADALARANG, sorotindonesia.com,- Komandan Sektor 10 Satgas Citarum Kolonel Inf YR Nainggolan mengaku kagum dengan kondisi keindahan alam yang ada di Sanghyang Kenit di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan bagian dari wilayah tugasnya.

Sanghyang Kenit yang banyak disebut sebagai Sungai Citarum purba ini lokasinya berada di sekitar PLTA Rajamandala yang pesonanya bak surga. Pemandangan mulai dari sungai, tebing, bebatuan, dan goa, bagaikan harmoni keindahan alam tersembunyi yang menyimpan banyak cerita dan mitos didalamnya.

“Saya rasa, wisatawan lokal dan mancanegara akan berlomba-lomba datang ke Sanghyang Kenit. Karena disamping sebagai destinasi wisata, lokasi itu bagus untuk olahraga rafting dan arung jeram,” kata perwira TNI AD alumni Akmil 1992 ini saat ditemui awak media di sela kegiatan Evaluasi dan Bimbingan Teknis Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Mason Pine Padalarang, Senin (14/12/2020).

[Foto: IG@sanghyang_kenit_official]
Dijelaskan oleh Dansektor 10 Satgas Citarum yang memiliki nama lengkap Kolonel Inf Yanto Reinald Nainggolan tersebut, bahwa di Sanghyang Kenit menyimpan goa yang dihiasi oleh stalaktit dan stalagmit yang hingga kini masih aktif.

“Saya melihat dari rute 150 meter saja, ada stalaktit dan stalakmit yang masih berfungsi, masih hidup. Saya belum sampai ke rute yang 450 meter dan 650 meter. Nah, ini yang perlu dijaga, ditempat-tempat lain banyak goa tetapi tidak ada stalaktit dan stalakmit-nya. Kalau ini ada, baik yang dari bawah maupun dari atas,” ujar Kolonel Inf YR Nainggolan yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Dansektor 10.

Lebih jauh dijelaskannya, “Stalakmit ini berada di dasar goa dan sejajar dengan permukaan, tinggi stalaktit juga variatif, ada yang dua atau tiga meter, sehingga masuk kedalamnya kita harus menunduk. Selama tidak ada air di dalam goa itu, kita bisa berjalan kaki. Namun jika ada air, bisa menggunakan perahu LCR,” tambahnya.

[Foto: IG@sanghyang_kenit_official]
Kolonel Inf YR Nainggolan berharap, kondisi keindahan alam di sekitar Sanghyang Kenit perlu dijaga sebaik-baiknya oleh seluruh komponen masyarakat dan dikelola dengan benar. Hal ini bukan tidak ada alasan, karena kawasan tersebut sangat istimewa yang belum tentu ada di tempat yang lain.

“Kawasan ini bisa dikatakan lokasi yang sudah ada sejak prasejarah, yang mungkin di tempat lain tidak akan kita temui yang seperti itu. Kalau kita masuk dari Sanghyang Kenit, ambil rute yang 650 meter, kita bisa tembus hingga ke PLTA, dan di Sanghyang Tikoro,” terangnya.

“Kebetulan tempat-tempat tersebut semuanya ada di Sektor 10. Diminta atau tidak diminta tentunya kita akan membantu menjaga dan merawatnya, karena merupakan tugas dan tanggung jawab Sektor 10 Satgas Citarum,” ujar Kolonel Inf YR Nainggolan.

Ia pun berpesan agar warga masyarakat menjaga potensi wisata alam yang ada di sekitarnya.

“Potensi tersebut perlu kita harus rawat dan jaga. Sanghyang Kenit itu sendiri yang langsung menyambung ke Sungai Citarum induk,” tandasnya.

Sanghyang Kenit adalah sungai yang relatif besar di wilayah tugas Sektor 10 Satgas Citarum Harum. Pasalnya, yang lain-lainnya adalah anak sungai. Akan sangat disayangkan jika kawasan nan indah tersebut dikotori dan dicemari oleh ulah manusia, baik itu sampah maupun bahan berbahaya yang bisa merusak ekosistem.

[st]

Comments

comments