AstraZeneca Melalui Program AZ Forest Indonesia Akan Tanam 10 Juta Pohon Di DAS Citarum

oleh -
AstraZeneca Melalui Program AZ Forest Akan Tanam 10 Juta Pohon Di DAS Citarum
Kiri-kanan: Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), Dr. Nani Hendiarti (Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia), dan SeWhan Chon (Country President AstraZeneca Indonesia) dalam acara Reboisasi dan Revitalisasi di Lahan Kritis di Indonesia melalui Program AZ Forest Indonesia.

Jakarta,- AstraZeneca melalui program AZ Forest Indonesia akan tanam 10 juta pohon di DAS Citarum bersama mitra lokalnya, Trees4Trees. 60 ribu batang pohon diantaranya diagendakan akan ditanam pada akhir musim tahun 2020. Bersamaan dengan itu, telah dilaksanakan penanaman 1,5 juta pohon di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan.

Program AZ Forest Indonesia menandai awal mulainya kemitraan lokal melalui Memorandum of Understanding (MoU), selain penanaman 10 juta pohon di DAS Citarum, juga untuk penanaman 10 juta pohon di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan, dengan mitra lokal Friends of National Park Foundation. 

Pemerintah Indonesia, AstraZeneca dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengumumkan komitmennya tersebut untuk mendukung pemeliharaan lingkungan yang sehat dan meningkatkan pembangunan sosial ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Indonesia dengan menanam 20 juta pohon di tanah air selama lima tahun ke depan.

Komitmen ini merupakan bagian dari pelaksanaan program global AZ Forest, yang diumumkan bertepatan pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada bulan Januari laludimana telah mencagarkan komitmen untuk menanam 50 juta pohon pada tahun 2025 dalam kemitraan dengan mitra global nirlaba One Tree Planted.

Acara penandatanganan MoU ini diadakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Republik Indonesia dan disaksikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kerjasama ini ditandatangani oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Dr. Nani Hendiartidan Country President AstraZeneca Indonesia, SeWhan Chon. Disaksikan secara virtual oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hudoyo, Duta Besar Swedia untuk Indonesia H. E. Marina Berg, dan Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia H. E. Owen Jenkins. Keikutsertaan Perwakilan One Tree Planted Beth Dalgleish, Perwakilan Friends of the National Park Bayu Wirayudadan Perwakilan Trees 4 Trees D. Mark Schmidt sebagai mitra terpilih dari LSM. Serta dari kantor pusat AstraZeneca diwakili oleh Vice President Global Government Affairs and Policy AstraZeneca Sjoerd Hubben, dan Direktur AstraZeneca Indonesia Rizman Abudaeri yang hadir di tempat.

Pascal Soriot, Chief Executive Officer AstraZeneca mengatakan, “Pandemi COVID-19 telah mengajarkan kita bahwa masyarakat kita lebih rapuh daripada yang kita duga, dan dunia harus bersatu sebelum kita diperhadapkan dengan tantangan yang bahkan lebih sulit untuk diatasi, seperti bencana lingkungan. Pekerjaan kami dengan pemerintah Indonesia dan organisasi non-pemerintah untuk meluncurkan program AZ Forest global ke Indonesia merupakan contoh yang bagus. Program ini akan membantu mendukung pemeliharaan lingkungan sehat bagi masyarakat Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian sasaran perubahan iklim yang ambisius dari AstraZeneca,” terangnya, Rabu (16/12/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada AstraZeneca, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta LSM lokal, yang telah maju bersama untuk menunjukkan kepemimpinan mereka dengan berkontribusi pada hasil lingkungan yang berarti dalam skala yang signifikan selama masa-masa sulit ini. Kegiatan ini juga untuk menunjukkan kepada dunia komitmen Indonesia terhadap lingkungan bahwa kami bekerja sangat keras,” ucapnya.

“Kami merencanakan ini, karena tanggung jawab kami untuk generasi penerus Indonesia. Saya berharap kolaborasi ini berdampak dalam melindungi habitat satwa liar kita dan memberdayakan masyarakat lokal, serta mendukung mata pencaharian mereka melalui agroforestri. Saya percaya bahwa kolaborasi ini hanyalah awal dari banyak kerjasama di masa depan dengan lebih banyak mitra untuk lingkungan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih sehat.” kata Luhut.

Daerah Aliran Sungai Citarum merupakan salah satu daerah aliran sungai terpenting di Indonesia, melayani hampir 27 juta penduduk di wilayah metro Jakarta-Bandung dengan air domestik serta irigasi untuk persawahan. Sedangkan Pulau Kalimantan merupakan salah satu “paru-paru” dunia seluas 40,8 juta hektar. Menurut Departemen Kehutanan, upaya reboisasi yang dicapai pemerintah untuk keseluruhan hutan Indonesia antara periode 2017-2018 telah mencapai 53,9 juta hektar. Taman Nasional Tanjung Puting juga diakui secara global sebagai ekosistem “megadiverse” dan habitat kritis bagi orangutan yang terancam punah.

Program AZ Forest di Indonesia akan menanam dan memelihara 20 juta pohon secara total, 10 juta di Kalimantan dan 10 juta di Jawa Barat. Proyek di Kalimantan akan dikoordinasikan oleh One Tree Planted dan dilaksanakan oleh mitra lokal, Friends of the National Park Foundation. Proyek ini akan menghutankan kembali sekitar 8.000 hektar, yang mengarah pada berbagai manfaat keberlanjutan, termasuk restorasi hutan hujan, pengayaan keanekaragaman hayati lokal dan habitat satwa liar, kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, mitigasi kebakaran, peningkatan pengendalian banjir dan iklim udara yang lebih bersih.

Proyek di Wilayah Sungai Citarum akan menghutankan kembali sekitar 25.000 hektar lahan dan mempromosikan agroforestri berkelanjutan bagi hampir 40.000 petani, meningkatkan peluang pendapatan masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas air dengan mengurangi sedimentasi. Program ini mendukung inisiatif Pemerintah Jawa Barat untuk reboisasi dan revitalisasi Sungai Citarum serta agenda investasi berkelanjutan untuk memitigasi kebakaran hutan tahunan, tanah longsor dan perubahan iklim.

****

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi adalah kementerian pemerintah Indonesia yang membidangi perencanaan, koordinasi serta sinkronisasi kebijakan di bidang kelautan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi adalah Bapak Luhut Binsar Pandjaitan.

Tentang AstraZeneca

AstraZeneca adalah perusahaan biofarmasi global yang berbasis sains yang berfokus pada penemuan, pengembangan, dan komersialisasi obat dengan resep, terutama untuk pengobatan penyakit di tiga bidang terapi – Onkologi; Kardiovaskular, Ginjal dan Metabolisme; dan Pernapasan dan Imunologi. AstraZeneca beroperasi di lebih dari 100 negara dan obat-obatan inovatifnya digunakan oleh jutaan pasien di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astrazeneca.com dan www.astrazeneca.com.au

‘Ambition Zero Carbon’ – Upaya percepatan keberlanjutan dari AstraZeneca

Inisiatif ‘AZ Forest’ melengkapi strategi ‘Ambition Zero Carbon‘ AstraZeneca, yang diumumkan pada  saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada 22 Januari 2020, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membuat operasi global AstraZeneca menghasilkan zero emission pada tahun 2025 dan menjadi negatif karbon di seluruh value chain pada tahun 2030, mempercepat rencana sebelumnya lebih dari satu dekade.

Strategi tersebut mempercepat target berbasis sains Perusahaan, menggandakan produktivitas energi dan menggunakan energi terbarukan untuk tenaga dan panas, serta beralih 100% ke armada kendaraan listrik lima tahun lebih cepat dari yang dijadwalkan.

AstraZeneca menginvestasikan hingga USD 1 miliar untuk mencapai tujuan ini dan mengembangkan inhaler pernapasan generasi mendatang dengan propelan Potensi Pemanasan Global (Global Warming Potential/GWP) yang mendekati nol. ‘Ambition Zero Carbon’ bertekad membuat operasi global AstraZeneca menghasilkan zero emission tanpa bergantung pada skema offset untuk mencapai zero emission secara agregat. Selain itu, AstraZeneca telah bergabung dengan Dewan Pasar Berkelanjutan (Sustainable Markets Council) untuk membantu membentuk kebijakan untuk mengurangi dampak iklim dan dekarbonisasi ekonomi global.

Sejak 2015, AstraZeneca telah mengurangi emisi karbon dari operasinya hampir sepertiga dari keseluruhan, konsumsi air hampir seperlima, dan mengubah 60 persen penggunaan energi menjadi sumber terbarukan.

AZ Forest

Kemitraan lokal antara AstraZeneca dan organisasi nirlaba Indonesia Trees4Trees menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dengan menanam 10 juta pohon di lahan kritis daerah sekitar sungai Citarum sebelum tahun 2025. Hal ini merupakan bagian dari inisiatif global AstraZeneca untuk menanam 50 juta pohon di seluruh dunia selama lima tahun ke depan dengan mitra global One Tree Planted.

1t.org

AstraZeneca adalah bagian dari 1t.org Corporate Alliance, yang menyediakan platform bagi perusahaan dari berbagai kelompok industri untuk terlibat dan memberikan nilai tertinggi mereka kepada gerakan restorasi hutan global, dengan membuat komitmen yang kredibel, berkolaborasi untuk implementasi yang berkualitas dan mengacu pada perencanaan global dan alat pemantauan. 1t.org adalah inisiatif Forum Ekonomi Dunia yang melayani gerakan global untuk melestarikan, memulihkan, dan menumbuhkan 1 triliun pohon pada tahun 2030.

 One Tree Planted

One Tree Planted adalah organisasi nirlaba 501 (c) (3) yang memiliki misi untuk memudahkan siapa saja dalam membantu lingkungan dengan menanam pohon. Proyek mereka menjangkau seluruh dunia dan dilakukan dalam kemitraan dengan komunitas lokal dan para ahli berpengetahuan untuk menciptakan dampak bagi alam, manusia, dan satwa liar. Reboisasi membantu membangun kembali hutan setelah kebakaran dan banjir, menyediakan pekerjaan untuk dampak sosial, dan memulihkan keanekaragaman hayati. Banyak proyek memiliki tujuan yang tumpang tindih, menciptakan kombinasi manfaat yang berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Pelajari lebih lanjut di Onetreeplanted.org

Friends of the National Park

Friends of National Park Foundation (Yayasan Pencinta Dan Penyantun Taman Nasional) adalah organisasi nirlaba konservasi Indonesia yang bekerja untuk melindungi satwa liar dan habitatnya, sambil mendukung masyarakat setempat. Friends of National Parks Foundation mulai bekerja di Taman Nasional Tanjung Puting pada tahun 1997 dengan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan. Sejak saat itu, pekerjaan mereka telah meluas hingga mencakup reboisasi dan konservasi berbagai spesies asli, dengan proyek di beberapa lokasi di Kalimantan Tengah dan Bali. Pelajari lebih lanjut di fnpf.org/

Trees4Trees

Trees4Trees telah memperbarui lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal melalui kehutanan dan pendidikan sejak 2007. Trees4Trees adalah yayasan nirlaba yang didasarkan pada filosofi bahwa hutan yang sehat dan lestari hanya dapat dijamin dengan persetujuan dan dukungan dari penduduk setempat. Organisasi ini menanam pohon di hutan kemasyarakatan, menyediakan bibit berkualitas tinggi untuk petani lokal dan bimbingan teknis tentang perawatan dan pemeliharaan hutan mereka. Nilai hutan yang sehat merupakan manfaat bagi semua makhluk hidup di bumi. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.trees4trees.org

Comments

comments