Api Lalap Balegede Arsitektur Julangapak Alam Santosa, Diwarnai Kemunculan Sosok Tokoh Mirip Semar

oleh -
Api Lalap Balegede Arsitektur Julangapak Alam Santosa, Diwarnai Kemunculan Sosok Tokoh Mirip Semar

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jabar berduka, pasalnya aula Balegede arsitektur Julangapak yang menjadi ikon tempat pertemuan atau sawala para tokoh masyarakat dan pemerintah ludes dilalap api pada hari, Selasa tanggal 9 Juni 2020 dinihari kemarin.

Menariknya, dibalik musibah tersebut muncul kehebohan di media sosial terkait munculnya sosok mirip tokoh pewayangan Semar yang terlihat sedang memandang kebakaran bangunan Balegede tersebut.

“Sosok mirip semar itu, menurut saya mungkin hanya bias dari pencahayaan belaka,” kata salaseorang tokoh BOMA di bidang hubungan masyarakat, Harri Safiari, kepada pewarta melalui pesan singkatnya, Rabu (10/6/2020).

Meski begitu, Harri menyebutkan tidak menampik dengan adanya dunia lain.

“Tapi saya tak menampik ada dunia lain. Tak lain bagi saya itu dalam kaitan kearifan lokal. Siapa tahu memang ada tokoh semar tersebut, walaupum wujudnya samar,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkannya lagi, “Dari segi local wisdom, mungkin saja sosok semacam penjaga hutan lebat Alam Santosa di sekitar Balegede, yang sangat terusik dengan peristiwa (kebakaran) ini,” ujar Harri Safiari.

“Bagi saya, soal kemunculan sosok mirip Semar tersebut believe it or not, aspek positifnya ini kan produk budaya yang kental dengan aspek spiritual dan imajinasi, termasuk local wisdom atau kearifan lokal,” pungkasnya.

Kemunculan sosok mirip tokoh Semar dalam dunia pewayangan ditengah kebakaran Balegede di Pasir Impun, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, (9/6/2020). [Foto: dok. Istimewa]
Kebakaran Balegede Julangapak Timbulkan Kerugian Sekitar 2 Milyar

Balegede arsitektur Julangapak yang berlokasi di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun, Cimenyan, Kabupaten Bandung ini, memiliki luas kurang lebih 70 x 42 meter persegi.

Bangunan ikonik Baresan Olot Masyarakat Adat berbentuk Julangapak dan juga sebagai tempat komunitas lingkungan Gerakan Hejo tersebut terbakar habis pada tanggal 9 Juni 2020 dinihari, sekitar pukul 02.30 WIB.

“Saya terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Balegede,” kata Sekjen BOMA, Eka Santosa.

“Sekitar pukul 03.30 WIB pagi itu sempat datang mobil pemadam kebakaran dari Cileunyi, Kabupaten Bandung, namun tak ada barang yang berhasil diselamatkan. Semua jadi arang,” ujar Eka Santosa.

Diterangkannya lebih lanjut, “Tau sendirilah, bangunan ini hampir 97 persen terdiri dari kayu dan bambu,” ujarnya lagi.

Ia mengungkapkan, akibat peristiwa kebakaran tersebut, kerugian materil ditaksir sekitar Rp 2 miliar.

“Di dalamnya ada kursi dan meja khusus yang terdiri dari kayu buhun (lama dan antik) berusia puluhan hingga ratusan tahun. Nilai historisnya itu bagi kami tak ternilai,” ungkap Eka Santosa.

Sedangkan dugaan terkait penyebab kebakaran, dikatakan oleh Dadan Supardan selaku manager Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, “Penyebab kebakaran ini sedang diteliti dulu oleh jajaran kepolisian yang melibatkan Inafis,” katanya.

Namun salaseorang pegiat BOMA, Ais (27), menduga peristiwa kebakaran Balegede tersebut dilakukan secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Ini mah saya yakin penyebabnya bukan karena hubungan arus pendek listrik. Tapi buat membuktikannya, ya pihak kepolisian yang pasti bisa mengungkap,” ucap Ais.****

Comments

comments