CIMAHI – Penghujung tahun 2022, Sektor 21 Satgas Citarum menggelar giat silaturahmi bersama dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kota Cimahi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi yang dilaksanakan di Aula Dipatiukur Posko Sektor 21 Satgas Citarum, Taman Kehati, Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (20/12/2022).
Kegiatan tersebut antara lain dihadiri langsung oleh Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf T Bayu Wahyu Murwanto, Kepala DLH Kota Cimahi Huzen Rachmadi, serta Christina Sekertaris APINDO Cimahi beserta pengurus dan anggota.
Tampak acara yang dihadiri oleh sedikitnya 90 orang dari anggota APINDO Cimahi, personel Posko Sektor 21 Satgas Citarum dan DLH Kota Cimahi ini, diikuti antusias oleh peserta.
“Ya, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga sarana untuk kami mengajak serta mengimbau agar lingkungan hidup khususnya di Cimahi ini terpelihara dan visi misi Citarum Harum bisa terwujud,” kata Dansektor 21 usai kegiatan.
Dikatakan oleh Dansektor 21 lebih lanjut, dengan kegiatan pertemuan dan silaturahmi secara integrasi dan kolaborasi ini, dinilai lebih efisien dan efektif untuk memberi atau menerima saran untuk evaluasi kinerja.
“Dengan pertemuan secara kolaborasi ini, akan lebih efisien, diantaranya dari sisi waktu. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Ada masanya kita kunjungi pelaku industri, seperti saat sidak IPAL,” ujarnya.
Menurut Dansektor 21, pertemuan yang melibatkan unsur pentahelix ini, akan diagendakan secara rutin.
“Insya Allah, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara periodik. Seperti pada momentum peringatan Hari Sampah Sedunia bulan Februari 2023 mendatang,” pungkas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf T Bayu Wahyu Murwanto.
Kesempatan yang sama, Kepala DLH Kota Cimahi Huzen Rachmadi menjelaskan bahwa pertemuan kali ini bersama Satgas Citarum Sektor 21 dan APINDO Kota Cimahi adalah membahas terkait dengan permasalahan sampah yang menjadi salasatu momok bagi Kota Cimahi.
“Persoalan Kota Cimahi antara lain adalah sampah, sampah ini volumenya cukup besar bagi Kota Cimahi yang diantaranya kerap mencemari sungai,” kata Huzen.
Disebutkan oleh Huzen bahwa volume sampah di Kota Cimahi pada setiap harinya sekitar 275 ton.
“Sampah di Kota Cimahi volumenya sekitar 275 ton perhari, 225 ton diantaranya dikirim ke TPA Sarimukti perhari. Itu tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar, kurang lebih Rp30 miliar pertahun. Kalau nanti pembuangan sampah pindah ke Legok Nangka (Nagreg), anggarannya menjadi kurang lebih Rp60 miliar pertahun. Angka tersebut jumlah yang sangat besar, sehingga disini kita perlu kebersamaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjutnya, akan digulirkan program Cimahi Pilah Sampah sesuai SE Walikota Cimahi No. 121 tertanggal 17 November 2022 implementasi Perda Kota Cimahi No. 6 tahun 2019.
“Pada program ini tentunya semua komponen masyarakat serta stakeholder mulai dari rumah tangga hingga perkantoran, industri dan instansi ikut terlibat. Untuk rumah tangga sekarang sudah dibentuk Pokja Proklim (Program Kampung Iklim) yang tugasnya terkait sampah, limbah, konservasi dan masalah udara. Selain itu, kita membentuk unit bank sampah di tiap RW, sehingga kita semua bisa berkolaborasi dan berharap pemilahan sampah organik dan anorganik terwujud. Jika program ini berhasil, secara teori akan mengurangi sampah hingga 70 persen,” urai Huzen Rachmadi.
Dengan berhasilnya program tersebut, lanjutnya, akan membantu semua pihak, dari segi anggaran maupun kesehatan.
“Disini kita apresiasi kepada APINDO dan juga Komandan Sektor 21 Satgas Citarum. Terima kasih atas kerjasama dan kolaborasinya, sehingga dengan demikian bisa mengajak seluruh stakeholder untuk memahami permasalahan Cimahi agar secara bertahap teratasi,” tutup Huzen Rachmadi.

Sedangkan dari APINDO Kota Cimahi, Christina, menyatakan siap untuk turut menyukseskan program yang kini sedang digalakkan oleh Pemkot Cimahi terkait dengan pengelolaan sampah.
“Pemkot Cimahi sudah menegaskan terkait dengan pengelolaan sampah, kita di perusahaan sebetulnya sampah sudah dikelola dan dipisah-pisahkan antara yang bisa didaur ulang atau tidak. Tentunya dengan penegasan lewat Surat Edaran (SE) Walikota Cimahi No. 121 tahun 2022, kita dari APINDO Kota Cimahi menyambut baik, dan kita siap berkolaborasi. Termasuk penyaluran CSR untuk keperluan program Cimahi Pilah Sampah atau Proklim selama proposalnya jelas,” pungkas Christina.







