Satgas Citarum Sektor 21 Pantau Pembangunan Cekdam Sedimen Trap Sungai Cikeruh Di Jatinangor

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Pantau Pembangunan Kolam Sedimen Trap Sungai Cikeruh Di Jatinangor
Personel Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 pantau pembangunan cekdam sedimen trap Sungai Cikeruh di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (19/4/2021).

SUMEDANG, sorotindonesia.com,- Satgas Citarum Sektor 21 pantau kegiatan proyek pekerjaan pembangunan cekdam sedimen trap Sungai Cikeruh yang berada di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Sarana cekdam seluas kurang lebih 1,3 hektar tersebut sebagai salasatu upaya pemerintah dalam menekan beban sedimentasi dan material lainnya yang berpotensi pada pendangkalan Sungai Cikeruh yang merupakan bagian dari anak Sungai Citarum.

“Pembangunan sedimen trap ini sejalan dengan Program Citarum Harum, untuk melestarikan dan menjaga sungai tetap harum, terhindar dari limbah, sampah dan sedimen,” jelas Tatang Heryanto, PPK Sungai dan Pantai III SNVT BBWS Citarum, Senin (19/4/2021).

Diterangkan oleh Tatang lebih lanjut, “Fungsi dari sedimen trap itu sebagai tangkapan sedimen dari anak Sungai Citarum agar tidak terbawa langsung ke Sungai Citarum. Jadi, sedimen akan tertahan di bangunan tersebut. Fungsi lainnya juga diharapkan akan mengurangi banjir yang ada di Desa Cikeruh dan Hegarmanah,” terangnya.

Terpisah, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Arm Nursamsudin mengatakan bahwa pihaknya akan senantiasa membantu upaya-upaya dan program berbagai pihak dalam mewujudkan cita-cita Citarum Harum, terlebih bila program pekerjaannya membawa dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

“Ya, kita tentunya memiliki kewajiban untuk mendukung dan membantu upaya dalam percepatan program Citarum Harum. Ini tanggungjawab kita bersama, apalagi yang bisa membawa dampak pada peningkatan perekonomian bagi masyarakat disekitarnya,” ujar Dansektor 21.

Pantauan pewarta di lokasi proyek, pembangunan cekdam atau sedimen trap ini turut juga melibatkan warga masyarakat sekitar. Kondisinya pun bila dikelola kedepannya dengan cara kerjasama, memungkinkan untuk menjadi destinasi wisata baru.

Terancam Rampung Mundur Dari Jadwal

Pekerjaan pembangunan cekdam atau sedimentasi trap di Desa Cikeruh ini, terancam rampung mundur dari jadwal kalender kerja. Hal ini menurut pelaksana proyek dari PT Dwi Mulia Agung Utama di lokasi, Abdul Kohar, disebabkan oleh beberapa faktor.

“Jadwalnya rampung pada tanggal 23 April 2021 ini. Tapi perlu kami jelaskan bahwa tender tuntas pada Juli 2020 lalu, namun tidak bisa langsung kerja dikarenakan menunggu dulu tanaman padi di lokasi hingga panen. Kemudian saat pekerjaan dilaksanakan, terkendala dengan cuaca, intensitas curah hujan kerap turun cukup tinggi. Ya, ini juga akan kita lampirkan pada laporan,” jelas Abdul Kohar.

Disamping itu, lanjutnya, kendala lainnya adalah pembuangan disposal cukup jauh dan akses jalan yang sempit.

Namun demikian, kata Abdul Kohar, pihaknya akan terus bekerja keras untuk bisa merampungkan proyek pekerjaan sedimen trap di Desa Cikeruh ini setelah berkomunikasi lanjut dengan pihak instansi terkait.

[St]

Comments

comments