Satgas Citarum Sektor 21 Cipamokolan Keruk Sedimentasi Dan Bongkar Bangunan Liar Di Sempadan Sungai

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Cipamokolan Keruk Sedimentasi Dan Bongkar Bangunan Liar Di Sempadan Sungai

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Pengerukan sedimentasi Sungai Cipamokolan di wilayah Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 03 kini sudah mencapai lebih dari 500 meter.

Hal tersebut dikatakan oleh Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Serka Hamdani saat ditemui pewarta di Kampung Ciputat, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (24/8/2020).

“Pekerjaan pengerukan sedimentasi Sungai Cipamokolan ini sekarang sudah lebih dari 500 meter, di bagian barat dan timur,” jelasnya.

Diterangkan oleh Serka Hamdani, “Satu unit alat berat escavator dan 3 armada dumptruck masuk ke lokasi pada tanggal 24 Juli 2020 dinihari lalu. Per hari kurang lebih pekerjaannya di sepanjang 20 hingga 25 meter,” terangnya.

Tampak sedimentasi di Sungai Cipamokolan ini sudah cukup tebal menutupi di bagian kanan dan kiri sungai, sehingga terjadi penyempitan lebar sungai.

Rencananya, sedimentasi yang akan dikeruk sepanjang 4 kilometer atau total 8 kilometer dibagian timur dan barat.

“Panjang Sungai Cipamokolan yang akan dikeruk ini adalah 4 Km. Jadi, kalau bagian timur dan baratnya sekitar 8 Km. Mudah-mudahan dengan dikeruknya sedimentasi Sungai Cipamokolan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, seperti bertambahnya volume air bagi pertanian dan terutama mengurangi luapan air sungai di kala musim hujan,” urai Serka Hamdani lagi.

Bongkar Bangunan Liar Di Sempadan Sungai

Pada kegiatan pengerukan sungai tersebut, juga dilaksanakan pembongkaran bangunan liar yang berdiri persis di atas sedimentasi sungai yang akan dikeruk.

“Ya, hari ini kita melaksanakan pembongkaran bangunan lio yang ada di atas sempadan sungai,” jelas Serka Hamdani.

“Tapi kami sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan pengurus warga setempat dan pendekatan kepada pemiliknya sejak jauh-jauh hari. Dan proses pembongkarannya ini juga kita bantu,” tambahnya.

“Harapan kami tentunya proses pengerukan ini berjalan dengan lancar dan para pemilik bangunan yang ada di sempadan sungai dapat memaklumi. Karena ini untuk kepentingan bersama,” ujar Serka Hamdani.

Kesempatan yang sama, Ketua RW 04 Desa Tegalluar, Yusup, menjelaskan kepada pewarta, “Kami masyarakat merasa bersyukur dengan adanya Satgas Citarum ini, kondisinya sekarang sungai sudah bersih, mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik lagi,” jelasnya.

Terkait pengerukan sedimentasi sungai, pihaknyapun memberikan apresiasi, “Sebelumnya suka ada banjir, karena mungkin karena dangkalnya sungai ini. Semoga setelah kegiatan ini aman tidak ada banjir lagi,” harap Yusup.

Sedangkan tentang pembongkaran bangunan liar yang ada di sempadan sungai, diungkapkan oleh Yusup, “Memang sebelumnya lio suka ada, tapi kebelakangan tinggal yang satu ini yang kondisinya memang mengganggu kebersihan dan aktifitas Citarum Harum. Tetapi kami apresiasi kepada pihak TNI yang membantu untuk pemindahan lio ini, karena memang pemiliknya kondisinya kurang mampu, wajar dan layak untuk dibantu,” pungkasnya.

Comments

comments