KAB. BANDUNG – Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 10/Margaasih, kini sedang membangun posko sekaligus menjadi pos pantau sungai yang terintegrasi dengan ruang kegiatan masyarakat. Menariknya, beragam pihak turut terlibat pada kegiatan ini, mulai dari pemerintah desa, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga.
Lokasi posko yang sedang dibangun berada di Kampung Sukabirus RW 09, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Kegiatan kolaborasi ini mendapatkan apresiasi dari Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf T Bayu Wahyu Murwanto yang berkesempatan meninjau langsung ke kegiatan karya bhakti pembangunan posko tersebut.
“Alhamdulillah, kami Sektor 21 Satgas Citarum saat ini berkolaborasi bersama pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga setempat, termasuk dari komunitas, dalam rangka membangun posko Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 10 yang lokasinya berada di Kampung Sukabirus, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih,” jelas Dansektor 21 didampingi Dansubsektor 21-10 Serma M. Tohir.
Menurutnya, kegiatan kolaborasi ini menjadi salasatu marwah dari program Citarum Harum, seluruh komponen masyarakat turut memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. Terlebih dalam hal ini, masyarakat berpartisipasi dan berupaya membangun ruang serta fasilitas guna menjalin silaturahmi dan pusat edukasi.
“Program Citarum Harum sesuai Perpres No.15 tahun 2018 tujuannya adalah mengembalikan ekosistem dan kejayaan DAS Citarum. Hal ini tentunya tidak bisa berjalan optimal bila hanya dikerjakan sendiri-sendiri, perlu bergandengan tangan semua pihak. Oleh karena itu, kami apresiasi terhadap kegiatan-kegiatan inisiatif dan kolaboratif dalam rangka mewujudkan Citarum Harum yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” harap Dansektor 21.
Keberadaan pembangunan Posko Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 10 ini juga disikapi positif oleh Kepala Desa Nanjung, Dian Irawan.
“Hadirnya posko Posko Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 10, selain berfungsi untuk mengontrol kondisi sungai, juga sebagai ruang edukasi kegiatan masyarakat dan komunitas. Kami prinsipnya selalu siap berkarya bakti bersama Satgas, Karang Taruna, komunitas pesilat, Kampung Musik, dan perangkat desa kami ikut serta dalam pembangunan Posko ini,” ucap Dian Irawan.
Hadirnya Satgas Citarum di wilayahnya sejak tahun 2018 ini juga diakui oleh Dian Irawan telah memberikan kontribusi optimal kepada masyarakat, terutama dalam meminimalisir sampah liar yang kerap mengganggu lingkungan dan aliran sungai.
“Kehadiran Satgas Citarum Harum, alhamdulillah, telah berhasil menghilangkan timbulan sampah dan gundukan pasir sungai (sedimentasi) yang menghambat aliran air. Dengan begitu, telah meminimalisir kekuatiran warga terhadap potensi banjir,” ujarnya.
Lahan yang digunakan untuk pembangunan posko Sektor 21 Subsektor 10 Satgas Citarum ini sendiri merupakan lahan milik pemerintah (Puslitbang SDA PUPR) yang menurut informasi telah lama tak terurus. Didalamnya terdapat sebuah bangunan yang selama ini turut dimanfaatkan oleh pemuda setempat untuk kegiatan seperti latihan musik, pencak silat dan kegiatan positif lainnya.
Terpisah, dengan dibangunnya posko Satgas Citarum yang sekaligus direncanakan menjadi salasatu pusat kegiatan masyarakat ini, disambut positif oleh tokoh masyarakat setempat.
“Saya perwakilan dari warga, alhamdulillah, adanya Satgas Citarum di wilayah kami untuk pembenahan dan sosialisasi terkait dengan kebersihan lingkungan, juga sekarang kolaborasi untuk adanya posko dan taman edukasi,” kata Aripin, Ketua RT setempat.
Dengan adanya taman dan ruang silaturahim ini, lanjutnya, diharapkan dapat menarik minat anak-anak untuk bermain dan beraktifitas serta tidak keasikan dengan gadget.
“Sekarang kan anak-anak sering bermain dengan HP, sehingga dengan adanya taman dan fasilitas bermain anak-anak ini, yang kedepannya direncanakan juga dilengkapi taman bacaan, anak-anak diharapkan tidak selalu bermain HP,” harapnya.
Terkait dengan pengelolaan sampah warga di wilayahnya, Ketua RT ini menjelaskan bahwa sudah ada pengaturannya.
“Sampah di RT kami dalam seminggu ada dua kali pengangkutan atau pengambilan. Dan disini ada TPS mandiri, lokasinya di RT 3. Sehingga warga disini, insya Allah, tidak ada lagi yang membuang sampahnya ke sungai,” pungkasnya.






