Manado – Momentum pergantian tahun harus menjadi tonggak perbaikan diri dalam menjalani kehidupan. mengawali tahun 2024, Greivance Gilbert Lumoindong berharap dirinya secara pribadi dan mengajak setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Pesan tersebut disampaikannya kala menghadiri acara syukur Tahun Baru bersama Persekutuan Doa (PD) Victory pimpinan Pdt Fentje Bee dan Team ProGrei2024 pimpinan Pdt Herry Winowoda, di Riverside Cafe & Resto, Bitung, Sulut, beberapa waktu lalu.

“Sejatinya waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali, untuk itu manfaatkanlah dengan cara terbaik kesempatan waktu yang masih kamu miliki untuk hari ini dan masa mendatang.” kata Greivance, tokoh muda yang juga caleg PDIP untuk DPRD Provinsi Sulut dari daerah pemilihan Kota Bitung dan Minahasa Utara.
Menurut putra bungsu Pdt Gilbert Lumoindong ini, setiap orang pasti mempunyai harapan dan resolusi di setiap pergantian tahun yang baru, salah satu aplikasi menjadi pribadi yang baik dengan memiliki keinginan menyenangkan tuhan serta melayani dengan tulus kepada sesama.
“Tetap seperti tahun-tahun yang lalu, menjadi pribadi yang semakin baik, menyenangkan hati Tuhan serta selalu melayani dengan tulus,” ujar Grei, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan lebih lanjut, Greivance membagikan kepada peserta yang hadir sebuah buku renungan harian Hidup Dalam Kuasa Bersama Yesus Setiap Hari yang berisi 365 renungan Firman Tuhan yang ditulis oleh Pdt Gilbert.
“Buku renungan ini untuk menuntun setiap orang percaya untuk hidup dalam kuasa Tuhan, dengan pesan kiranya dapat menambah wawasan serta memperkaya bahan khotbah para pelayan Tuhan sekalian,” kata Greivance.
Sedangkan dalam sesi renungan, Pdt Gilbert Lumoindong menekankan tentang pentingnya bersatu, saling membantu sesama Tubuh Kristus serta menyadari pentingnya kuasa Allah yang sudah diberikan kepada kita untuk memampukan kita hidup dalam kasih dan kebenaran.
Kegiatan ucapan syukur itu sendiri selain berjalan dengan khidmat dan penuh rasa syukur, kebersamaan umat kristiani (hamba Tuhan) dari berbagai denominasi ini terjalin hangat dan ceria selama acara.
Acara ibadah kemudian dirangkaikan dengan kegiatan ramah tamah dan makan siang bersama yang menghadirkan sajian menu khas Sulawesi Utara.*






