MANADO, sorotindonesia.com – Di tengah kobaran api dan kepanikan musibah KM Barcelona VA, muncul pahlawan tak terduga. Abdul Rahman Agu (36), seorang penumpang, berjuang selama satu jam terombang-ambing di lautan sambil menggendong seorang balita perempuan, memastikan anak tersebut selamat sembari menunggu pertolongan.
Kisah heroik ini terjadi saat KM Barcelona VA terbakar di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, pada Minggu (20/7/2025) sore. Rahman, dalam kesaksiannya pada Selasa (22/7), menuturkan bahwa api dan asap tebal yang muncul dari dek belakang dengan cepat memicu kepanikan massal. Penumpang berebut pelampung untuk menyelamatkan diri.
“Semua ke bagian depan (kapal), dan saya lihat itu titik pelampung cuma satu. Banyak ternyata penumpang di situ jadi kita berdesak-desakan,” ungkap Rahman. Setelah berhasil mendapatkan pelampung, ia melompat ke laut.
Di tengah laut, sambil berusaha tetap tenang, Rahman nekat melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosialnya. “Memang dari atas saya sudah niat mau rekam siaran langsung supaya masyarakat itu boleh tahu kita ada musibah di tengah laut,” paparnya.
Saat itulah ia mendengar teriakan minta tolong dari seorang ibu yang sudah lemas sambil memeluk pelampung bersama anak balitanya yang tidak mengenakan pelampung. Tanpa ragu, Rahman berenang menghampiri mereka. “Dia minta-minta tolong karena ada bawa anaknya ini. Jadi saya langsung rangkul, anaknya saya peluk,” tutur Rahman.
Selama sekitar satu jam, Rahman menenangkan dan menggendong balita tersebut di tengah ombak. Ketika sebuah kapal nelayan akhirnya datang menolong, ia menunjukkan jiwa pahlawannya. Rahman berteriak dan bersikeras agar balita tersebut diselamatkan terlebih dahulu. “Adik itu saya naikkan lebih dulu ke kapal, jadi saya dengan ibunya tinggal tunggu kapal selanjutnya,” jelasnya.
Berkat keberanian dan pengorbanannya, balita tersebut berhasil selamat. Aksi Abdul Rahman Agu menjadi bukti nyata kemanusiaan dan keberanian di tengah tragedi yang memilukan.

