KAB. BANDUNG – Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01/Rancaekek dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan banjir di sejumlah titik di wilayah tugasnya, gencarkan patroli pengecekan debit air sungai dan imbauan kepada warga terkait dengan hambatan di aliran sungai.
“Ada sejumlah titik di wilayah Rancaekek yang rawan banjir. Curah hujan juga kerap turun cukup tinggi belakangan hari ini,” kata Dansubsektor 21-01/Rancaekek Serma Syamsudin, (24/11/2022).
Mengantisipasi hal tersebut, dikatakan oleh Serma Syamsudin, pihaknya tetap rutin melaksanakan kegiatan fisik pengangkatan sampah di permukaan sungai, juga pengecekan debit air sungai dan melakukan imbauan kepada warga untuk gotong royong meminimalisir hambatan di saluran air.

“Kami sudah memberikan arahan-arahan kepada warga dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menjaga lingkungan jangan sampai ada hambatan di aliran sungai yang salasatunya adalah sampah. Hingga saat ini sampah yang dibuang sembarangan ke aliran sungai masih kita temukan, padahal sampah ini salasatu penyebab banjir,” ujar Serma Syamsudin.
Timbulan sampah ini, lanjutnya, kerap menutup gorong-gorong air yang pada saat air dari arah hulu meningkat, berpotensi sungai meluap.
“Insya Allah, jika sungai aman dari sampah dan kondisinya bersih, air sungai akan mengalir lancar. Terlebih lagi sekarang sungai-sungainya cukup besar,” ujarnya.
Namun demikian. disebutkan oleh Serma Samsudin bahwa hingga berita ini diturunkan, kondisi air sungai di wilayah Rancaekek kondisinya masih normal.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi sungai di wilayah Rancaekek debit airnya masih terbilang normal. Dengan keadaan sungai yang saat ini bersih, warga antusias tidak membuang sampah ke sungai, sejumlah titik daerah yang rawan banjir masih aman,” pungkas Serma Syamsudin.
Sebelumnya, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf T Bayu Wahyu Murwanto telah memberikan arahan kepada jajaran yang wilayah tugasnya berpotensi rawan banjir untuk mengecek kondisi tanggul-tanggul air sebagai langkah antisipasi.
“Antisipasi banjir di daerah, saya sudah arahkan jajaran, salasatunya untuk mengecek tanggul-tanggul. Bila ditemukan ada potensi yang mengganggu tanggul, segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait serta warga masyarakat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya kepada awak media.






