Semarang | SOROTINDONESIA.COM , Umumnya masyarakat mengenal Palang Merah Indonesia (PMI) hanya dalam kegiatan donor darah, bulan dana dan bantuan korban bencana. Namun jarang yang mengetahui peran vital relawan PMI dalam menyukseskan berbagai program PMI.
“Posko 24 jam layanan kemanusiaan PMI masih jalan. Ini diisi oleh relawan PMI, baik Korps Sukarela (KSR) maupun Tenaga Sukarela (TSR),” kata Komandan KSR Markas PMI Kota Semarang, Rizwan Rizka Afahni saat ditemui di matkas PMI Kota Semarang, Jl. MGR Soegiyopranoto, 35 Semarang, Rabu (21/9/2022).
Peran relawan, lanjut dia perlu dukungan publikasi yang baik, terlebih menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 KSR Markas PMI Kota Semarang, “Publikasi ini tentunya bisa mendukung program rekrutmen relawan dan otomatis menyukseskan program PMI,” ujarnya.
Untuk kebencanaan, sambungnya, relawan PMI bergerak dari sebelum terjadi adanya bencana. Para relawan siap siaga di posko 24 jam sesuai dengan arahan pengurus PMI. Para relawan memonitor dari berbagai grup whatspps dan frekwensi bersama Bankom Semarang, “Jika terjadi kejadian ada banyak yang segera menuju lokasi, bisa dari KSR Perguruan Tinggi, markas, relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) maupun TSR,” urainya.
Salah satu peran relawan PMI salahsatunya seperti evakuasi sebagaimana foto evakuasi PNS yang ditemukan terbakar tanpa kepala di sekitar Pantai Marina Semarang. Contoh lain, kegiatan pasca bencana yang terbaru melakukan pembenahan saluran air (pipanisasi) di Taman Nasional Bromo, Tengger Semeru, Jawa Timur.

“PMI Kota Semarang dua kali ikut pacsa bencana di sana, yang pertama program PMI Kota Semarang sendiri, yang kedua kita diminta mengirim tenaga ahli,” ungkapnya.
Secara teknis, salah satu relawan PMI Kota Semarang, Roy Sayifuddin yang berangkat ke lokasi menerangkan selama 16 hari terhitung dari tanggal 21 Mei sampai 6 Juni 2022 berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sisi Utara, tepatnya di desa Pasrujambe dan desa Wonorenggo Kabupaten Lumajang.
“Kami bertiga sebagai pelaksana tugas Program Pipanisasi 7,5 Km divisi Vertical System telah selesai mengemban amanah dari PMI Kota Semarang dan rekan rekan dari PMI Kabupaten Lumajang serta PMI Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Roy bersama Suyanto dan Iwan Afriyanto harus mencari jalur pipa dengan medan terjal dan sulit hingga air bisa sampai depan rumah warga. Pada sumber air, PMI juga membangun sistem penyaluran air baru yang lebih baik karena yang lama rusak akibat bencana yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
“Terimakasih untuk masyarakat yang berdonasi di PMI, bantuan Anda semua sudah bisa dinikmati masyarakat sesuai kebutuhan. Terima kasih untuk semua masyarakat sekitar dan relawan PMI Lumajang untuk banyak hal, dan hutan Semeru, sungai-sungainya, kabut serta para leluhur yang bersemayam di Mahameru. Resi Pasopati, Resi Ajisaka dan Putri Semeru, suatu saat kami akan kembali untuk bersilaturahmi dan berziarah,” pungkasnya. (*)






