PMI Kota Semarang Semarakkan Bulan Kemanusiaan dengan Turnamen Voli Tingkat SMA Se Jawa Tengah

oleh -
oleh
Sekretaris PMI Kota Semarang dan Kepala Kesbangpolinmas Jawa Tengah meresmikan turnamen bola voli antar SMA/SMK/MA di Sportorium Universitas Veteran (Unisvet) Semarang, Kamis (15/9/2022). (ist)

Semarang, SOROTINDONESIA.COM , Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menyemarakkan kegiatan Bulan Kemanusiaan dengan menggelar turnamen bola voli antar SMA/SMK/MA Se Jawa Tengah dengan tema Sound For Humanity Cup Tahun 2022. Turnamen ini akan memperebutkan piala bergilir Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Acara diadakan di Sportorium Universitas Veteran (Unisvet) Jl. Pawiyatan Luhur IV No 17 Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang dengan peserta 8 Tim Putri dan 14 Tim putra dengan total peserta 352 orang.

Sekretaris PMI Kota Semarang, Eddy Herry Purnomo, SH sekaligus ketua panitia mengatakan, penyelenggaraan agenda pada Kamis (15/9/2022) ini adalah upaya untuk penggalangan dana kemanusiaan dan meningkatkan solidaritas relawan PMI, terutama di Kota Semarang.

Baca Juga:  Tim Tenis Alumni Unnes Juara 3 pada Turnamen Antar Alumni Perguruan Tinggi Se-Indonesia di Jakarta

“Kompetisi ini kami upayakan untuk menyatukan relawan yang khususnya berasal dari siswa-siswi SMA, SMK, dan MA agar meningkatkan solidaritas untuk menjadi relawan kemanusiaan,” ujarnya dalam sambutan.

Selain itu, Eddy menjelaskan pentingnya olahraga untuk membentuk fisik dan mental yang kuat.

“Seperti pepatah terkenal yang didengungkan oleh Presiden Soekarno, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, seperti itulah yang kami harapkan. Kekuatan fisik akan membentuk kekuatan mental. Dari situ akan muncul kesiap sediaan para relawan untuk menolong orang-orang yang butuh pertolongan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sikapi Persaingan Penyediaan Darah, Awal: UDD PMI Kota Semarang Utamakan Kualitas dan Terakreditasi Unggul 

Sementara, Kepala Kesbangpolinmas Jawa Tengah, Khaerudin mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan siswa-siswi SMA sederajat sejatinya adalah bentuk kaderisasi. Asisten II Gubernur Jateng ini pun mengukapkan alasannya, yakni karena dari anak-anak seusia SMA itulah pengkaderan harus mulai dijalankan.

“Siswa-siswa SMA sederajat adalah usia fi mana mereka sedang mencari jatidiri. Kewajiban kita yang lebih senior adalah memberikan wadah di mana mereka dapat berkreasi. Utamanaya dalam bidang kegotongroyongan dan pertolongan kemanusiaan,” jelasnya. (rq)

Comments

comments