Sektor 4 Satgas Citarum Buka Cor Lubang Pembuangan Limbah Trijaya Dan PT Dewytex Majalaya

oleh -
Pengecekan kualitas olahan limbah PT Dewytex oleh jajaran Sektor 4 Satgas Citarum Harum Sektor 4

SOROTINDONESIA.COM, KAB. BANDUNG,- Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso memberikan lampu hijau kepada dua perusahaan yang lubang pembuangan limbahnya ditutup karena kedapatan membuang limbah ke aliran sungai tanpa melalui proses IPAL yang memadai untuk dibuka kembali. Kedua perusahaan tersebut yakni PT Dewytex dan PT Trijaya yang keduanya berlokasi di Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

“Hari ini kita membuka saluran pembuangan limbah PT Trijaya dan PT Dewytex, karena keduanya kita sudah lihat bersama-sama hasil olahan limbahnya sekarang seperti apa, juga mereka berkomitmen memperbaiki dan IPAL-nya seperti apa,” kata Dansektor 4 Kolonel Inf Kustomo Tiyoso kepada wartawan seusai kegiatan pengecekan di PT Dewytex, Jumat (13/7/2018).

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso
Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso

Kegiatan di hari yang sama, ada 3 pabrik yang dilakukan pengecekan ulang oleh Dansektor 4 beserta jajaran. Selain PT Trijaya dan PT Dewytex, juga PT Indo Pacific. Namun PT Indo Pasific saat itu masih menunggu hasil pengujian lab lebih lanjut sebelum diputuskan untuk membuka cor saluran pembuangan limbahnya. “Jika hasilnya bagus tentunya kita akan memberitahukan kepada pemiliknya untuk selanjutnya dibuka,” terang Kustomo.

Diakui oleh Kustomo bahwa di wilayah Sektor 4 disinyalir masih ada perusahaan nakal yang membuang limbahnya tanpa proses yang benar, “Kita akan terus berpatroli di sebanyak 12 desa, meski sekarang personelnya terbatas. Satu pos itu ada yang 4 atau 5 personel termasuk di Posko Sektor. Anggota tetap memiliki motivasi dan komitmen terhadap tugas pokok kita dalam percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan di DAS Citarum, dari sampah permukaan, sampah domestik, limbah pabrik dan dari sedimentasi, tentunya dipandu oleh aparat yang kompeten dibidangnya,” tegas Kustomo.

Proses pembukaan cor lubang pembuangan limbah pabrik ini, Dansektor 4 melakukannya dengan beberapa tahapan. Pertama, adalah pengecekan sampel air limbah di outlet untuk mengukur kadar pH dan TSS dengan menggunakan alat digital. Bila belum memenuhi syarat sesuai standar, maka pihak perusahaan disarankan untuk menyempurnakan pengelolaan IPAL-nya. Jika dalam pengecekan sudah menunjukkan hasil yang baik, maka diberikan kesempatan pihak perusahaan membuka cor lubang saluran pembuangan limbahnya.

Menariknya, pengecekan yang dilaksanakan oleh Dansektor 4 ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak pabrik (sidak). Ini dilakukan untuk melihat respon perbaikan yang dilakukan pihak pabrik setelah saluran pembuangan limbahnya ditutup. Selain jajaran Sektor 4 Satgas Citarum, pengecekan ulang ini juga disaksikan aparat pemerintahan atau desa serta dari pihak kepolisian.

Menanggapi penutupan saluran pembuangan limbah, Chandra, direktur PT Trijaya berada di kawasan PT Tribakti menyebutkan dihadapan Dansektor 4 beserta jajaran dan aparat desa serta awak media, “Saluran pembuangan limbah kami ditutup Satgas Citarum pada tanggal 2 Juli 2018 lalu, kaget, kondisinya saat itu diakui memang ada yang salah di proses pengolahan. Tetapi bagi kami dengan begitu ada hikmah dan pembelajaran. Sekarang sudah ada perbaikan dan pengembangan, seperti tadi kita lihat dilapangan kita juga sedang membangun qualifier. Beberapa bulan kedepan kami akan menjalankan proses recycle. Sehingga pengeluaran limbah yang dibuang itu menjadi lebih sedikit,” jelas Chandra.

Direktur PT Trijaya, Chandra, beserta sampel olahan limbahnya yang terlihat sudah bersih
Dansektor 4 Kolonel Inf Kustomo dan Direktur PT Trijaya, Chandra, beserta sampel olahan limbahnya yang terlihat sudah bersih

 

Dijelaskan lebih lanjut oleh Chandra, sambil menunggu pembangunan penambahan fasilitas IPAL beres, pihaknya akan mengoptimalkan kapasitas pengolahan yang ada dengan produksi. “Kami berkomitmen untuk mendukung Citarum bersih, sehingga untuk sekarang kami sudah membentuk satu departemen khusus untuk mengurus IPAL dan bertanggungjawab meningkatkan mutu limbah,” terangnya. “Kapasitas limbah kami 180 meter kubik perhari. Namun optimalnya baru sekitar 20 meter kubik perhari,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Hamzah, Manager Operasional PT Dewytex, mengungkapkan bahwa pihaknya memahami langkah yang diambil Satgas Citarum Sektor 4 dengan menutup lubang saluran pembuangan limbahnya. “Saat Satgas mengecek ke saluran pembuangan limbah kami, menemukan air limbah yang berbusa, sehingga dari Satgas menutup saluran limbah itu untuk melokalisir supaya tidak mengalir ke Sungai Citarum,” jelasnya.

“Selama penutupan saluran limbah, kami mengoptimalisasi instalasi pengolahan limbah itu dan menegaskan kembali kepada operator supaya prosedur dijalankan dengan baik. Juga ada beberapa perbaikan agar hasilnya lebih optimal,” kata Hamzah. Diterangkan lebih lanjut oleh Hamzah, perusahaannya memproduksi sekitar 8 ton kain, dari situ dihasilkan sekitar 800 meter kubik limbah di fasilitas daya tampung pengolahan 1.200 meter kubik. “Kami saat ini telah melakukan proses recycle sebagian air limbah,” imbuhnya.

Terkait dengan program Citarum Harum, Hamzah yang saat itu mendampingi pimpinan perusahaan yang ikut hadir pada pertemuan dengan Dansektor serta awak media seusai pengecekan hasil olahan limbah untuk pertimbangan pembukaan cor saluran pembuangan limbahnya, menyebutkan sangat mendukung program tersebut. “Kami sangat mendukung, apalagi jika semua perusahaan melakukan penyempurnaan yang sama. Kami dari tahun 2014 sudah membangun IPAL baru, karena dari IPAL yang lama (sebelum beralih kepemilikan) kapasitasnya sudah tidak memadai,” tegas Hamzah.

Jajaran PT Dewytex saat pertemuan konferensi pers bersama Sektor 4 satgas citarum seusai pengecekan hasil limbah.
Jajaran PT Dewytex saat pertemuan konferensi pers bersama Sektor 4 Satgas Citarum seusai pengecekan hasil limbah.

Perangkat Desa Biru Kecamatan Majalaya, Ridwan, yang ikut menyaksikan pengecekan kondisi pengolahan limbah di perusahaan yang sempat ditutup saluran pembuangan limbahnya oleh jajaran Sektor 4 Satgas Citarum, mengungkapkan, “Kami dari pemerintahan sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan dari program Citarum Harum, sambutan dan antusiasme dari masyarakat juga bagus, tindakan kegiatannya juga sudah kelihatan. Kami sering berkoordinasi dengan anggota TNI di satgas. Sambutan dari perusahaan juga baik, contohnya seperti saat ini, ada progress dan menerima serta melakukan perbaikan untuk kualitas limbah yang dibuang ke aliran sungai masyarakat,” ucapnya. [St]

Comments

comments