Citarum Institute Gelar Forum Sinergi Pentahelix Industri Bersih Kota Cimahi

oleh -
Citarum Institute Gelar Forum Sinergi Pentahelix Industri Bersih Kota Cimahi di IKIP Siliwangi

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Citarum Institute gelar rapat koordinasi untuk menginisiasi dan mengembangkan model program Forum Sinergi Pentahelix Industri Bersih Kota Cimahi yang dilaksanakan di ruang rapat rektorat IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Rabu (20/2/2019) siang.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain oleh Ketua Citarum Institute, Dr Eki Baihaki, Rektor IKIP Siliwangi, Dr Heris Hendriana, Ketua APINDO Cimahi, Roy, DLH Kota Cimahi, Ronny, Dansektor 21 Satgas Citarum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, perwakilan UNBAR, perwakilan KBB, perwakilan media, serta Wahyu Darmawan dan undangan lainnya.

Rapat koordinasi Citarum Institute di IKIP Siliwangi yang dihadiri oleh diantaranya Dr Heris Herdiana, Dr Eki Baihaki, dan Konandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., Rabu (20/2/2019).
Rapat koordinasi Citarum Institute di IKIP Siliwangi yang dihadiri oleh diantaranya Dr Heris Herdiana, Dr Eki Baihaki, dan Konandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., Rabu (20/2/2019).

Pada kesempatan tersebut, Citarum Institute berkeinginan untuk menyerap dan melaksanakan kajian guna terwujudnya Industri Bersih di Kota Cimahi yang terkenal sebagai salasatu lumbung industri yang memiliki potensi mencemari Sungai Citarum. Sekaligus juga dalam rangka penyiapan MoU dan program kerja.

“Sebagai unsur komunitas, Citarum Institute selain melakukan kajian juga aktifitas, tidak hanya sosialisasi, tetapi juga kolaborasi dan partisipasi. Komunitas yang bersinergitas,” ucap Eki Baihaki pada awal rapat tersebut.

Apindo Kota Cimahi menyampaikan bahwa industri-industri yang viral di media, telah merangsang pihaknya untuk lebih giat menangani dan mengelola limbah.

“Kita pada dasarnya patuh hukum, komitmen pemilik perusahaan untuk selalu berupaya melakukan penghematan pada penggunaan sumberdaya (air) dan menghindari pencemaran,” ujar Syamsul dari Apindo.

“Penerapan Industri Bersih, Apindo siap mendukung dan bersinergi. Kami tidak mau dicap sebagai teroris lingkungan. Pengusaha pun punya hak bela negara dan mengabdi pada negara. Oleh karena itu, mohon kami juga diberi peluang, kami sudah mempersiapkan diri untuk itu,” terangnya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menyambut baik dengan sinergitas kegiatan yang sifatnya percepatan suksesnya program Citarum Harum sesuai amanat Perpres No.15 tahun 2018.

“DAS Citarum mengalami kerusakan ekosistem salasatunya adalah akibat dari pencemaran limbah industri. Bila persoalannya ada di karakter, ayo kita sama-sama perbaiki. Peraturan-peraturan terkait standar baku mutu yang tadi disebutkan oleh Pak Syamsul (Apindo), sebetulnya itu bagus jika dilaksanakan dengan konsisten. Jangan ada ketersinggungan, kita sama-sama benahi ,” kata Dansektor pada kesempatannya berbicara.

“Kami sudah mengajukan standar baku mutu terbaru yang lebih ketat, persoalannya kedepan bagaimana sistem pengawasannya oleh instansi terkait seperti DLH Kota Cimahi. Selama ini kita patroli tidak mengenal waktu. Tujuannya sampai air sungai bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat,” urainya.

“Kami berharap pentahelix di Cimahi ini bisa bersinergi dengan Sektor,” harap Kolonel Yusep.

Dede dari Unbar menambahkan, “Pentahelix bagus, sekarang tinggal komitmen dari kita. Pentahelix adalah sistem, kita buat sistemnya dulu, jika bisa diikuti, jalan,” ujarnya.

Sedangkan menurut Heris Herdiana, Industri bersih Kota Cimahi bisa terwujud dengan adanya komitmen integritas. “Jika kita mengkaji dari banyak aspek, kenapa perusahaan di luar itu tidak merusak lingkungan, karena mereka taat dengan apa yang dikomitmenkan,” kata Heris.

“Teori-teori sudah banyak, tinggal bagaimana itu bisa direalisasikan dalam kerja-kerja yang bertahap secara simultan. Insha Allah akan menghasilkan sesuatu yang signifikan,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Heris Herdiana, “Komitmen itu berkaitan dengan norma dan integritas, serta akhlak. Kita ingin melakukan industri bersih, tidak merusak lingkungan. Kita mulai dari yang kita miliki dan kita lakukan bersama-sama. Viralnya kita membuat kegiatan, sehingga menggugah semua orang, menjadikan yang tidak pada jalannya merasa tidak nyaman dan akhirnya ikut bersama-sama untuk kebaikan semua,” jelasnya.

Kegiatan rapat dan diskusi tersebut terus berlanjut secara interaktif disertai dengan tanya jawab.

Usai kegiatan, ditutup dengan acara sesi foto bersama. [St]

Comments

comments