Wamenaker Puji Kinerja BP2MI Terkait Glorifikasi dan Penempatan PMI Pasca Pandemi

oleh -
Wamenaker Puji Kinerja BP2MI Terkait Glorifikasi dan Penempatan PMI Pasca Pandemi
Suasana glorifikasi yang diselenggarakan BP2MI saat pelepasan CPMI program G to G ke Korea Selatan di Jakarta. [Foto: dok./sorotindonesia]

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansah Noor memuji kinerja BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) yang telah menggalakan kembali penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) pasca pandemi dapat dikendalikan.

Hal tersebut diungkapkannya kala menghadiri pelepasan 96 CPMI Program G to G Korea Selatan sektor manufaktur pada hari, Kamis (1/9/2022), di El Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wamenaker saat memberikan sambutan dihadapan para PMI mengatakan, selama covid, Indonesia terdampak ekonomi sangat kuat. Seluruh ekonomi dunia hampir lumpuh selama dua tahun belakangan ini. Setelah covid mereda, penempatan PMI sudah mulai digalakan kembali oleh negara melalui BP2MI.

“Kurang lebih seratus ribu orang sudah diberangkatkan ke negara penempatan pada tahun ini oleh BP2MI. Saya berikan apresiasi yang sangat kuat. Dikondisi saat ini, kita masih bisa menempatkan PMI. Dan luar biasa, tanggal 12 September nanti BP2MI akan memberangkatkan 2.500 PMI. Semoga kita bisa bangkit dari keterpurukan. Applause untuk BP2MI dan Pak Benny,” Imbuh Afriansah Noor.

Afriansah berharap kedepannya para PMI tidak hanya bekerja disana, namun juga bisa menjadi duta bangsa yang membanggakan Indonesia di negara penempatan nanti. Saya kuga berpesan setelah diberikan fasilitas oleh negara dan dengan gaji yang besar, tetap menjadi orang yang baik.

Baca Juga:  Hadiri Kegiatan Glorifikasi Pekerja Migran Indonesia ke Korea, Andika Perkasa Apresiasi BP2MI

“Nanti setelah sampai luar negeri, disana jangan kabur, kerja dengan sungguh-sungguh, lalu yang pinjam KTA, jangan lupa bayar. Jangan sampai kalian berdosa kepada negara yang sudah memfasilitasi,” kata Afriansah.

Kehadiran Wakil Menteri dan pejabat-pejabat tinggi pada kegiatan-kegiatan pelepasan CPMI ini merupakan gagasan dan keinginan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Benny Rhamdani.

“Ini mimpi saya. Melepas para PMI ibarat melepas kontingen atlet Olimpiade. Setiap pepelasan kita hadirkan tokoh-tokoh hebat di negara ini. Menko ekonomi, Menteri BUMN, Anggota DPR. Dan hari ini wakil Menteri hadir. Karena kalian pahlawan devisa negara, layak dilepas secara hormat dan mendapatkan perlakuaan hormatoleh orang-orang penting. Begitu juga jaket kuning yang dipakai para PMI,” ujar Benny.

Lanjut Benny, dulunya, acara-acara seperti ini, seperti Prelimanary, seolah-olah dilakukan secara diam-diam. Orang daerah dikumpulkan di satu tempat entah di wisma apa Namanya, setelah selesai mereka pulang kampung, kemudian tiba-tiba terbang. Sekarang semua secara serba terbuka dan transparan.

“Kalian pekerja migran yang berangkat secara resmi. Bukan pekerja yang direkrut oleh calo. Kalian orang-orang teruji yang memiliki keahlian, kompetensi bahasa yang layak untuk bertarung dalam kompetensi global merebut peluang kerja diluar. Ini yang perlu kita buktikan pada rakyat Indonesia dan juga mereka yang membutuhkan kita disana,” tutur Benny.

Baca Juga:  Rekor! Glorifikasi PMI Ke Korea Selatan Skema G to G Capai 11.391 Orang Pasca Dibuka Desember 2021

Benny juga mengatakan, di tengah anggaran BP2MI yang tidak kunjung meningkat, BP2MI tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk para PMI. Jangan sampai para PMI menjual harta benda keluarganya untuk bekerja keluar negeri.

“Selemah-lemahnya iman di kepimpimpinan saya. Khusus untuk G to G, jika kita belum bisa membebaskan semua biaya, minimal, negara dengan kemampuan anggaran di BP2MI yang kecil anggarannya, kita buktikan bahwa negara hadir, prelim dibebaskan tidak dibebankan pada PMI, menginap selama dua malam di hotel bintang empat sebelum terbang, itu dibebaskan dari PMI,” kata Benny.

Diakhir sambutannya, Benny berpesan kepada para CPMI yang akan berangkat untuk menguatkan mental sebelum berangkat bekerja diluar negeri.

“Berangkat dengan kepala tegak, tumbuhkan mental! Yakinkan negara itu membutuhkan orang Indonesia untuk bekerja disana,” tandas Benny.**

Comments

comments