JAKARTA – sorotindonesia.com, Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto glorifikasi pemberangkatan 542 PMI (Pekerja Migran Indonesia) program G to G ke Korea Selatan di El Royale Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (22/8/2022).
PMI yang dilepas ke Korea Selatan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan fishing (perikanan).
Pada kegiatan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, berkesempatan memberikan pembekalan dan penyampaian motivasi kepada para calon PMI.
“Saya sangat berharap, pada masa kerja kalian di Korea, kalian akan kembali sebagai seorang ekspatriat di Korea. Jika kalian kembali pada akhir masa kerja kalian, kemampuan dan keterampilan kalian akan sangat dibutuhkan, karena banyak investor Korea yang bergerak di sektor industri sepatu, garmen, petrokimia, otomotif, dan sebagainya. Mereka membutuhkan pekerja berkemampuan teknis yang sekaligus menguasai Bahasa Korea,” ujar Airlangga.
Airlangga Hartarto juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para PMI karena telah berani berjuang ke Korea Selatan untuk bisa mewujudkan Indonesia jadi negara maju tahun 2035.
Menko Perekonomian inipun mengungkapkan bahwa kontribusi remitansi PMI sebesar 9.8 miliar USD, menjadikan sektor PMI salah satu penghasil devisa yang terus didorong negara. Ia menyatakan pada tahun ini, PMI mendapat dukungan negara dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp5,5 milyar.
“Ini salah satu penerima devisa yang besar. Selain Korea, banyak penempatan G to G (Goverment to Goverment) yang akan dibuka, seperti Jerman, Polandia, Jepang, dan sebagainya. Karena program G to G milik pemerintah, maka negara wajib membiayai. Tahun depan, pagu indikatif sudah disampaikan Presiden kepada DPR, wajar jika anggaran BP2MI ditambahkan. Kami mendukung anggaran untuk BP2MI,” tandasnya.
Airlangga Hartarto berpesan kepada Kepala BP2MI Benny Ramdhani supaya bisa mengajukan anggaran operasional terkait pelepasan Pekerja Migran Indonesia (glorifikasi) terlebih dalam program antar pemerintah alias G to G.
Kesempatan yang sama, Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengapresiasi kegiatan glorifikasi yang turut dihadiri oleh Menko Perekonomian dan menjelaskan bahwa 542 CPMI yang dilepas hari ini akan diberangkatkan secara bertahap tanggal 22 dan 24 Agustus.
Dari jumlah tersebut, 407 di antaranya bekerja di bidang manufaktur dan 135 sisanya di bidang perikanan.
“Jika ditotal sejak 2021 hingga hari ini, sudah sebanyak 6.154 pekerja migran Indonesia yang kita berangkatkan ke Korea Selatan,” kata Benny.






