Waka Polda Jabar Tinjau Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 Di Pos Pam Terpadu Maonah Kota Banjar

oleh -
Waka Polda Jabar Tinjau Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 Di Pos Pam Terpadu Maonah Kota Banjar

KOTA BANJAR, (SI) – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., tinjau kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 di Pos Pam Terpadu Maonah, Cipadung, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (15 Mei 2020).

Kedatangan Wakapolda beserta rombongan disambut langsung oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., Ketua FKUB Kota Banjar, KH. Iskandar Efendi dan para pejabat utama Polres Banjar serta petugas gabungan yang berjaga di Pos Pam Terpadu Maonah.

Kapolres Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana, S.I.K., menuturkan, ini merupakan kunjungan pengecekan terkait penerapan PSBB di Kota Banjar dan memantau pengecekan serta kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 di wilayah Hukum Polres Banjar. Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jabar, Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus.

“Jadi, tadi Wakapolda dan rombongan ada dua hal yang dilakukan secara bersamaan di Kota Banjar. Pertama pengecekan penerapan PSBB, dan pemantauan situasi menjelang Idul Fitri dalam Operasi Ketupat Lodaya 2020 tingkat Polres Banjar,” ujar Kapolres Banjar seusai kunjungan Wakapolda di Pos Pam Terpadu Maonah.

Untuk penerapan PSBB, Kapolres menjelaskan, di Kota Banjar telah menyiapkan sembilan titik penyekatan. Dari sembilan titik hasilnya adalah telah memutar balikkan 125 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pihaknya juga telah menemukan warga yang tidak sesuai protokol.

“Sampai hari ini ada 30 warga yang di karantina. Kami mengapresiasi TNI, Pemkot, PMI, Dishub, Dinkes, Sat Pol PP, BPBD, MUI, yang telah berkolaborasi sehingga yang tidak sesuai protokol ini bisa dikarantina,” tuturnya.

Di tengah pandemi dan menjelang Idul Fitri, Kapolres mengimbau kepada warga khususnya Kota Banjar untuk mematuhi peraturan dan kebijakan pemerintah. Dengan cara stay at home, tidak mudik, jaga jarak kontak fisik, dan memakai masker.

“Jadi tetap semua harus patuh, karena ini bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi untuk semua orang. Sehingga kita dapat membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.(*)

Comments

comments