Kekhawatiran semakin memuncak dengan ditemukannya 14 klaster penyebaran baru pasca periode liburan sekolah. Ironisnya, lima dari klaster tersebut berasal dari lingkungan sekolah, menjangkiti setidaknya 258 siswa. Selain itu, klaster juga terdeteksi di enam penjara (198 kasus), dua pangkalan militer (178 kasus), dan satu rumah sakit (35 kasus).
“Munculnya klaster di sekolah menjadi keprihatinan utama kami, mengingat interaksi intens antara siswa dan guru dalam ruangan tertutup,” lanjut pejabat tersebut. Imbauan pun telah disampaikan kepada seluruh institusi pendidikan untuk memperketat protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan.
Sebagai respons cepat, Sekolah Bangkaew di Provinsi Samut Prakan mengambil langkah tegas dengan mengumumkan penutupan sementara kegiatan belajar mengajar mulai 4 hingga 6 Juni 2025. Kebijakan ini diambil setelah terdeteksi lonjakan kasus yang signifikan di kalangan siswa berisiko tinggi. Para siswa diharapkan memanfaatkan periode ini untuk belajar mandiri dari rumah dan menjaga kesehatan secara optimal, sebelum kembali ke kelas pada 9 Juni 2025. Sekolah juga mengingatkan seluruh civitas akademika untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.






