Thailand Dilanda Lonjakan COVID-19, Tercatat 18.062 Kasus Baru Dalam Sehari

oleh -
Thailand Dilanda Lonjakan COVID-19, Tercatat 18.062 Kasus Baru Dalam Sehari
Ilustrasi penduduk Thailand saat memakai masker.

sorotindonesia.com – Alarm kewaspadaan COVID-19 kembali berbunyi nyaring di Thailand. Negara Gajah Putih ini tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus harian yang menembus angka belasan ribu, memaksa otoritas kesehatan setempat untuk mengeluarkan peringatan keras dan mengintensifkan kembali seruan vaksinasi. Situasi ini tak hanya membebani sistem kesehatan, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

 

Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, pada Senin (2/6/2025), melaporkan adanya 18.062 warga terkonfirmasi positif COVID-19 dalam satu hari. Angka ini menjadi pukulan telak yang menambah daftar panjang kasus kumulatif sepanjang tahun 2025 menjadi 240.606, dengan 53 diantaranya berakhir dengan kematian. Angka harian yang tinggi ini sontak mengingatkan kembali pada masa-masa puncak pandemi.

Baca Juga:  Wujudkan Kebersamaan, Grab Bagikan 1.000 Paket Makanan Dan Minuman Kesehatan Untuk Petugas Medis COVID-19 Dan Aparat Kepolisian Di Bandung

 

Menyikapi lonjakan ini, pemerintah Thailand tidak tinggal diam. Imbauan mendesak segera dilayangkan, khususnya kepada kelompok masyarakat yang paling rentan. Para lansia, dengan kekebalan tubuh yang mungkin tak lagi sekuat dulu, diimbau keras untuk sementara waktu menjauhi pusat-pusat keramaian yang berpotensi menjadi titik penyebaran. Perhatian serupa juga diberikan kepada orang tua yang memiliki bayi di bawah usia satu tahun. Sistem imunitas si kecil yang belum matang membuat mereka sasaran empuk bagi virus SARS-CoV-2, dengan risiko mengalami gejala berat jika terinfeksi.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Citarum Subsektor 21-13 Bantu Penyemprotan Disinfektan Serentak di Kelurahan Cibeureum

 

“Kami sangat mengimbau kelompok rentan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kembali aktivitas di luar rumah yang tidak esensial,” ujar seorang pejabat Departemen Pengendalian Penyakit. “Vaksinasi, termasuk dosis penguat, sangat kami sarankan untuk kembali ditingkatkan guna membangun benteng perlindungan yang lebih kokoh.”

Comments

comments