JAKARTA TIMUR, sorotindonesia – Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, ada satu barang yang ramai dicari namun sulit ditemukan di lapak-lapak pedagang Pasar Jatinegara, Jakarta Timur: bendera ‘Jolly Roger’ dari anime populer One Piece. Meskipun permintaan dari pembeli tinggi, para pedagang mengaku tidak berani menjualnya karena khawatir terseret dalam polemik dan dianggap melakukan tindakan makar.
“Belum berani saya, karena takut dilarang malah rugi nanti disita tanpa alasan jelas,” ucap Dodi (30), salah seorang pedagang bendera, saat ditemui di lapaknya pada Minggu (3/8/2025).
Kekhawatiran serupa diungkapkan oleh pedagang lain, Budi (55). “Iya itu, sempat yang nanyain banyak, tapi saya enggak berani jual. Takut saya, kalau lihat berita aja katanya ada undang-undangnya, nanti dikira makar saya sama negara,” jelasnya.
Rasa takut para pedagang ini berakar dari isu yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. Sejumlah pihak menggaungkan ajakan untuk mengibarkan bendera bajak laut One Piece pada momentum HUT RI sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Hal ini memicu respons keras dari pejabat negara.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, pada Jumat (1/8/2025), menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas jika ada kesengajaan yang mencederai kehormatan bendera Merah Putih. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga sempat menyebut adanya deteksi upaya memecah belah persatuan bangsa terkait isu ini.
Akibat polemik tersebut, para pedagang di Jatinegara memilih untuk bermain aman dan tidak mengambil risiko. Meskipun mereka tahu bahwa produksi bendera tersebut sudah berjalan, mereka lebih memilih kehilangan potensi keuntungan daripada berurusan dengan hukum. “Kalau online pasti banyak, kita cari aman saja,” tutur Dodi.





