PT Filamenindo Lestari Textile Cicalengka Konsisten Jaga Hasil Olahan Limbahnya Sesuai Arahan Satgas Citarum

oleh -
PT Filamenindo Lestari Textile Cicalengka Konsisten Jaga Hasil Olahan Limbahnya Sesuai Arahan Satgas Citarum

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor Cicalengka, melaksanakan giat pengecekan ke IPAL PT Filamenindo Lestari Textile yang berlokasi di Jl. Raya Cicalengka-Majalaya Km 03, Kabupaten Bandung. Selasa (28/7/2020).

Perusahaan tekstil yang memproduksi kain grey dengan sistem WJL (Water Jet Loom) ini, tampak memiliki bak IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang cukup luas berkapasitas kurang lebih 1.200 meter kubik, termasuk bak air recycle.

Anggota satgas didampingi staf HRD, Popong, dan penanggungjawab IPAL, Didin, mengecek proses IPAL dari mulai inlet hingga ke outlet yang terdapat bak indikator berisi ikan mas dan ikan koi.

Sarana IPAL juga sudah dilengkapi sludge press dan tempat penampungan sludge yang cukup memadai.

“Hari ini, kami melaksanakan pengecekan ke IPAL PT Filamenindo Lestari Textile, Cikancung, Kabupaten Bandung,” jelas Serma Samsudin.

Dijelaskannya bahwa giat tersebut rutin dilaksanakan untuk memastikan industri yang ada di wilayah tugasnya dan berpotensi membuang limbah cair tetap konsisten mengolah limbahnya dengan baik.

“Ya, kita lihat hari ini, hasil olahan limbah dari PT Filamenindo Lestari Textile hasilnya bening dan ada ikan mas dan ikan koi hidup di bak outlet,” ungkap Serma Samsudin.

Terpisah, dikatakan oleh Direktur PT Filamenindo Lestari Textile, Eddy Musadekh, bahwa pihaknya senantiasa mengikuti arahan dari pemerintah.

“Perusahaan kami membuat fasilitas IPAL sesuai yang diharapkan oleh pemerintah dan Satgas Citarum. Termasuk adanya ikan mas dan ikan koi di bak outlet,” ujarnya.

Meski perusahaan tersebut sudah memproses limbahnya dan di-recycle, namun juga ingin membuktikan hasilnya bisa maksimal.

“Investasi kami untuk fasilitas IPAL ini sekitar Rp 1 milyar,” ungkap Eddy Musadekh yang pada kondisi normal perusahaan tersebut mampu mempekerjakan 300 orang karyawan.

“Ya, saat ini operasional pabrik kami sekitar 50 persen,” ungkapnya lagi, sambil berharap roda perekonomian segera pulih akibat dari terpaan pandemi global Covid-19.

[St]

Comments

comments