PPAB GMNI UKI, Membangun Karakter Mahasiswa Berdasarkan Asas Marhaenisme

oleh -
PPAB GMNI UKI, Membangun Karakter Mahasiswa Berdasarkan Asas Marhaenisme

BANTEN, sorotindonesia.com –┬áKomisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Kristen Indonesia (UKI) telah melaksanakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) pada 6-8 Oktober 2023 di Villa Mambruk Anyer, Banten.

Hal tersebut merupakan upaya Komisariat GMNI UKI dalam mendukung pendidikan berkualitas dan pengembangan karakter mahasiswa yang kuat dengan tema Memperkuat Karakter Mahasiswa/Mahasiswi Berdasarkan Asas Marhaenisme.

Perlu diketahui, Asas Marhaenisme adalah paham yang dikenalkan oleh Bung Karno dan telah menjadi landasan bagi PPAB GMNI UKI dalam membimbing mahasiswa kearah character building.

Ketua Pelaksana PPAB GMNI UKI Oscar Logo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan, menciptakan mahasiswa yang peduli, berempati, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitar.

“Upaya kami untuk membentuk mahasiswa yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat kebersamaan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Marhaenisme, kami yakin mahasiswa peserta PPAB ini akan menjadi agen perubahan positif di masyarakat,” kata Oscar kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta (09/10/2023).

Oscar juga mengatakan bahwa dalam kegiatan PPAB ini, pihaknya mengundang pembicara yang berpengalaman serta alumni GMNI UKI untuk berbagi wawasan tentang bagaimana prinsip-prinsip Marhaenisme dapat membimbing mahasiswa menuju kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Pembicara tersebut diantaranya, Itje Latuihamalo, Martua Nainggolan, Robert Nainggolan, Luhut Situmorang, Edger Joshua, Batara Budiono, dan Yoga Wicaksono.

Kemudian, dalam kegiatan PPAB GMNI UKI tersebut, Itje Latuihamalo yang berlatar belakang aktivis perempuan dan alumni GMNI UKI membawakan materi kesarinahan.

Itje menjelaskan bahwa pergerakan kesarinahan penting bagi para kaum muda oleh karena perempuan tidak hanya sebagai pelengkap saja di dalam barisan perubahan.

“Akan tetapi, juga sebagai salah satu instrumen kepeloporan untuk mencapai tatanan masyarakat yang berkedilan,” tambahnya.

Selanjutnya, dalam kegiatan PPAB ini, Martua Nainggolan yang aktif serta berpengalaman memberikan advokasi pada masyarakat Banten juga membagikan pengalamannya dalam materi pengorganisasian. Ia menyampaikan bahwa organisasi yang baik haruslah berpijak kepada penderitaan rakyat.

“Karena dengan hal itu dapat melahirkan sikap yang merakyat dan dekat dengan rakyat serta kesadaran yang memanusiakan manusia,” ungkap Martua.

Lalu, untuk memperkuat wawasan para peserta mengenai kebangsaan, Luhut Situmorang selaku alumni GMNI yang juga berprofesi sebagai advokat memberikan materi tentang Nasionalisme.

Dalam materinya itu Luhut menjelaskan, dengan membentuk pemimpin yang kokoh berdasarkan nilai-nilai nasionalisme, generasi muda Indonesia akan memiliki fondasi moral yang kuat untuk memimpin negara ini menuju masa depan yang gemilang.

“Yang juga berdasarkan nasionalisme yang humanis ke arah persatuan Indonesia dan terhindar dari etnosentrisme negatif dan chauvinisme yang merendahkan bangsa lain,” jelasnya.

Selain itu, ada juga materi mengenai advokasi yang dipaparkan oleh Robert Nainggolan seorang advokat dengan pengalaman mengadvokasi kelompok buruh di Banten sekaligus merupakan alumni GMNI UKI. Dalam materinya, ia menceritakan pengalamannya selama berorganisasi di GMNI sembari memaparkan prinsip Marhaenisme mengenai advokasi.

“Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Marhaenisme dalam advokasi, mereka dapat memperkuat suara kaum merhaen, menciptakan perubahan positif dalam kondisi hidup mereka, dan mendorong menuju masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan,” imbuhnya.

Kemudian, ada juga materi mengenai Pergerakan Pemuda di Indonesia yang dibawa oleh salah satu kader GMNI UKI, Edgar Joshua yang juga bagian dalam kepengurusan DPP GMNI.

Menurut Edgar, peserta PPAB GMNI UKI memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti materi-materi kegiatan tersebut.

“Biarpun masih dalam proses PPAB namun mereka antusias dan selalu mengajukan pertanyaan yang membuat kualahan para pemateri sehingga dapat kita nilai sebagai hal yang baik dalam langkah awal mengenal lebih dalam GMNI,” ucapnya.

Terkait kegiatan ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Jakarta Timur juga mendukung serta mengapresiasi inisiatif kegiatan PPAB GMNI UKI dalam memperkuat karakter mahasiswa berdasarkan Asas Marhaenisme.

Ketua Cabang GMNI Jakarta Timur, Annelicia N Bharata mengatakan bahwa dengan memperkuat karakter mahasiswa berdasarkan Asas Marhaenisme dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adil, dan merangkul nilai-nilai solidaritas.

“Dengan semangat kebersamaan, kami bersama-sama menciptakan mahasiswa yang tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga memahami pentingnya berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tegas Annelicia.

Sementara itu, Yoga Wicaksono selaku sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur pun memberikan pandanganya melalui dinamika bersama kawan seperjuangannya lewat materi marhaenisme.

“Marhaenisme sebagai political theory sekaligus alat perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih layak haruslah membersamai rakyat untuk bersama sama mencapai tatanan masyarakat sosialistik,” ujarnya.

Ada pula, Batara Budiono selaku Wakil Sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur menambahkan dengan memberikan sudut pandangnya lewat materi manajemen aksi.

“Mahasiswa sebagai agent of change haruslah mendampingi masyarakat dan memposisikan sebagai penyambung lidah rakyat agar terdengar oleh stakeholder untuk dapat mewujudkan perubahan yang mereka inginkan,” tambahnya.

Terakhir, Ketua Komisariat GMNI UKI, Anggiat Andreas memberikan kata penutup untuk mengakhiri rangkaian kegiatan PPAB ini.

Anggiat mengatakan, kegiatan ini adalah bukti nyata dari tekad GMNI UKI untuk membawa perubahan positif dan merangkul nilai-nilai Marhaenisme serta melaksanakannya dalam setiap langkah mereka.

“Harapannya seluruh mahasiswa yang aktif di kampus untuk bisa bergabung, mendukung, dan berpartisipasi dalam perjuangan kami menuju masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan,” kata Anggiat.

“Outputnya adalah menekankan proyek sosial yang akan menggali lebih dalam konsep-konsep Marhaenisme dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Diketahui, PPAB GMNI UKI ini diikuti oleh 75 mahasiswa UKI selama 3 hari yang diisi dengan serangkaian kegiatan diskusi, pendidikan, pelatihan, pelantikan anggota baru.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa undangan dari organisasi mahasiswa internal UKI dan ditutup dengan liburan bersama di Pantai Anyer untuk meningkatkan sinergisitas antar anggota, alumni dan organisasi internal kampus.*

Comments

comments