Polisi Tangkap Penjual Uang Palsu Yang Ditawarkan Di Facebook

oleh -
Polisi Tangkap Penjual Uang Palsu Yang Ditawarkan Di Facebook
Kapolres Tasikmalaya Kota Polda Jabar AKBP Doni Hermawan menunjukan barang bukti uang palsu yang diproduksi oleh pelaku berinisial TN yang dijual melalui media sosial facebook, Rabu (28/4/2021). [Foto: BidHumas]

TASIKMALAYA,- Polisi berhasil menangkap pelaku penjual uang palsu (upal) yang ditawarkan melalui sarana media sosial. Pelaku ini adalah seorang laki-laki warga Sukamulya, Bungursari, Kota Tasikmalaya, berinisial TN alias As (44).

Aksinya ini bisa terbilang nekad, karena upal yang diproduksinya hanya memakai kertas biasa A4 dan di print, selanjutnya ditawarkan melalui media sosial facebook.

Hal tersebut terungkap pada gelaran konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan S.H, S.I.K, M.Si., Rabu (28/4/2021).

“TN memproduksi sendiri uang itu dengan cara meng-copy uang asli menggunakan printer. Kemudian dijual melalui media sosial,” kata Kapolres.

“Akibatnya, dia kini diamankan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Dari rumah TN, polisi mengamankan barang bukti upal senilai Rp 41.040.000 dalam pecahan kertas,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pelaku melakukan aksinya itu berulang kali dengan berbagai nilai uang. Dari mulai pecahan kertas Rp5.000, Rp20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000. Selain uang palsu yang sudah dicetak dengan cara diprint, pihak Kepolisian juga mengamankan barang bukti lain dati tangan pelaku, antara lain sebuah HP, gunting, pisau cuter, printer serta penggaris besi.

“Pelaku menjual itu ke konsumen dengan 1 harga asli senilai 5 upal, pelaku mengakui perbuatannya itu dilakukan sejak awal tahun. Kemudian dipasarkan pelaku melalui medsos facebook dengan nama akun Asep Tasik,” ungkap Kabid Humas.

Dari hasil penyelidikan, pelaku sudah menjual upal itu kepada 3 orang dengan total nilai Rp 5 juta. “Jadi, pelaku mencetak dan memasarkannya sendiri, pelaku mengakui baru kali ini melakukan tindak pidana membuat upal,” tambah Kabid Humas.

“Jika diraba, dilihat dan diterawang, itu terasa bedanya dengan uang asli. Pelaku sempat menjual upal ini ke 3 pembeli di Karawang,” terangnya lagi.

“Akibat perbuatannya ini, pelaku terancam kurungan seumur hidup dan pidana denda Rp 100 miliar. Karena melanggar pasal 07 tahun 2011 tentang mata uang,” tegas Kabid Humas.****

Comments

comments