Polda Jabar Ungkap Kasus Narkoba Pada Periode Januari dan Februari 2021, Diantaranya Ratusan Pak Kosmetik Ilegal

oleh -
Polda Jabar Ungkap Kasus Narkoba Pada Periode Januari dan Februari 2021, Diantaranya Ratusan Pak Kosmetik Ilegal

BANDUNG,- Dit Res Narkoba Polda Jabar mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya) yang ditangani selama periode bulan Januari 2021 hingga Februari 2021 di wilayah hukum Polda Jabar pada konferensi pers yang digelar di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (8/2/2021).

“Jumlah barang bukti yang berhasil disita adalah narkotika jenis sabu sebanyak 177,21 gr (seratus tujuh puluh tujuh koma dua puluh satu gram), dan narkotika jenis ganja seberat 31.06 gr (tiga puluh satu koma nol enam gram), yang melibatkan 20 orang tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si., pada siaran pers-nya.

Asumsi jumlah jiwa yang terselamatkan dari ancaman bahaya narkotika pada pengungkapan kasus ini kurang lebih 1.041 orang.

“Apabila satu gram narkotika dikonsumsi untuk 5 orang, dibagi 177,61 gram (jumlah barang bukti), bisa menyelamatkan sekitar 886 jiwa. Dan jika 10 gram ganja dikonsumsi untuk 5 orang, dikalikan 31,06 gram, adalah 155 orang,” rinci Kabid Humas.

Modus operandinya sendiri yang berhasil diungkap adalah dengan cara ditempel atas suruhan DPO, serta diantara tersangka juga menjadi kurir.

“Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 114, Pasal 112, Pasal 111 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35  tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegas Kabid Humas.

Selain itu, jajaran Dit Resnarkoba Polda Jabar juga berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya serta kosmetik ilegal, antara lain barang bukti yang berhasil disita yaitu psikotropika golongan IV berbagai jenis sebanyak 282 (dua ratus delapan puluh dua) butir, obat keras berbagai jenis sebanyak 15.529 (lima belas ribu lima ratus dua puluh sembilan) butir, kosmetik tanpa ijin edar berbagai merek sebanyak 834 (delapan ratus tiga puluh empat) pak dan bahan-bahan pembuatan kosmetik sebanyak 1 (satu) tong.

Dari kasus ini, pihak kepolisian menahan tersangka ES, Dd, HA, RZW, WO, RS dan YS.

“Kronologisnya, tersangka YS memproduksi sendiri sediaan farmasi dalam bentuk kosmetik jenis CREAM SUSU DOMBA dan CREAM LING SHI yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, mutu dan tidak memiliki ijin edar dan tanpa memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian,” terang Kabid Humas.

Dijelaskannya lebih lanjut, kemudian sediaan farmasi jenis kosmetik tersebut diedarkan kepada konsumen baik di kalangan pertokoan maupun ke perorangan.

“Komposisi dari merk CREAM SUSU DOMBA dan CREAM LING SHI yaitu kosmetika jenis jelly, bahan
kosmetik berwarna putih dan pewarna makanan merk kupu-kupu (merk CREAM SUSU DOMBA dan CREAM LING SHI, dengan cara meracik bahan berupa krim putih sebanyak 1 kilo dicampur jelly 2 buah kemudian di teteskan 30 (tiga puluh) tetes zat pewarna makanan, diaduk menggunakan centong nasi sampai rata, lalu dimasukan kedalam plastik yang kemudian ujung plastik dilubangi untuk menuangkan cream racikan tersebut ke dalam toples yang sudah disediakan dan sudah diberi label CREAM SUSU DOMBA dan CREAM LING SHI oleh tersangka. Kemudian dikemas kedalam plastik pak di press plastik tersebut menggunakan hair dryer,” urai Kabid Humas.

“Dari 1 kilogram adonan cream yang telah diracik tersebut, dikemas menjadi 72 pot Cream Ling Shi dan 25 Pot Cream Susu Domba,” ujarnya.

“PASAL YANG DI PERSANGKAKAN, Pasal 197 Jo. Pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 dan atau Pasal 62 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dengan ancaman maksimal 15 tahun,” tegasnya.****

Comments

comments