PMI Bangun Prototipe Huntara Di Lombok

oleh -
PMI Bangun Prototipe Huntara Di Lombok
Hunian Sementara. [Foto: dok.istimewa]

SOROTINDONESIA.COM || Lombok, – Palang Merah Indonesia (PMI) mulai menerapkan Prototipe Hunian Sementara (Huntara) dengan konsep pemberdayaan masyarakat.

Praktiknya, Huntara dikerjakan secara gotong royong dengan warga para korban gempa lombok yang selama ini masih menempati beberapa tenda pengungsian.

“Hal ini diasumsikan sebagai bagian dari memanusiakan manusia di mana para korban bencana tidak hanya berpangku tangan, namun juga memiliki peran dalam membangun hunian sementara yang akan ditempati bersama keluarga,”┬ákata Arifin M Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI melalui siaran pers-nya.

Ditambahkan, “Pembangunan prototipe hunian sementara ini sebagai respons PMI atas permintaan masyarakat yang mengharapkan tempat pengungsian yang lebih layak dan bermartabat di masa transisi tanggap darurat ini,” ucap Arifin disela aktifitasnya meninjau para relawan yang mempersiapkan huntara di Desantreng, Kayangang, Lombok, Selasa (21/8/2018).

Arifin menerangkan, saat ini sejumlah relawan PMI yang tergabung dalam Tim Shelter terus bergerak melakukan pembanguan hunian sementara yang dijadikan Prototipe PMI bersama seluruh warga yang terdampak, “Tim Shelter PMI terus bergerak, melalui pembentukan kelompok masyarakat dan gotong royong, serta melalui sosialisasi tentang hunian darurat yang bermartabat kepada warga yang terdampak,” terangnya.

Disamping membangun, PMI juga mendistribusikan perlengkapan pertukangan berupa linggis, pengungkit paku, sekop, palu, serta gerobak. Bantuan tersebut terbukti memberikan aktifitas dan peran masyarakat dalam membangun kembali desanya. Mereka secara bergotong-royong mulai membersihkan runtuhan bangunan dan membangun hunian sementara.

PMI berharap, aktifitas tersebut menjadi bagian dari pemulihan kepercayaan diri masyarakat dalam membangun kembali pasca gempa sehingga tampak seperti sedia kala atau bahkan lebih baik dari kondisi semula.

Adanya program tersebut, Sudiarti (40), salah satu warga Dusun Dasantreng mengungkapkan rasa syukur atas pembanguan hunian sementara tersebut, “Kepada Tim PMI, saya menyampaikan banyak terimakasih dan rasa syukur bisa membagun kembali rumah sementara dari kayu sisa reruntuhan,” ungkap Sudiarti. Dengan pembangunan Huntara, dia bersama isteri dan anak-anaknya tak perlu lagi menempati tenda ungsi, sehingga aktifitas keluarga diharapkan dapat berjalan seperti sedia kala. [*]

(arh)

Comments

comments