Pengusaha Export Import Siap Dukung Perempuan NU Semarang Lebih Berdaya

oleh -
Founder CLA Group, Hj. Claudyna C Ningrum saat menyatakan komitmen membantu pemberdayaan perempuan disela pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Rejomulyo, Kebonagung dan Kemijen di Masjid Muthohhar Kelurahan Rejosari Semarang Timur Kota Semarang. (QQ)

SEMARANG – Seorang pengusaha, Hj. Claudyna C Ningrum, yang fokus pada kegiatan export import menyatakan mendukung perempuan Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang lebih berdaya, utamanya di bidang sosial dan ekonomi.

Dia menyatakan komitmen tersebut disela pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Kelurahan Rejomulyo, Kebonagung dan Kemijen di Masjid Muthohhar Kelurahan Rejosari Semarang Timur Kota Semarang, Minggu (13/3/2022) siang.

Selaku founder CLA Group dia menyatakan siap mendukung masyarakat, Fatayat NU dan Muslimat NU dengan berwirausaha, “Muslimat NU ini bisa, bukan hanya bisa tapi sangat mungkin berkiprah dengan lebih baik di Kota Semarang, utamanya di bidang ekonomi dan sosial,” kata Mbak Cla, sapaan akrabnya.

Dia menilai 4 (empat) target yang dicanangkan Muslimat NU sejalan dengan program dalam perusahaan yang ia pimpin. Yaitu menumbuhkan perempuan yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas, “Kita ingin membina dengan seluruh masyarakat, Fatayat NU, Muslimat NU untuk bersama-sama mengembangkan agar perempuan mandiri,” ungkapnya.

Untuk itu, dia tegaskan bahwa CLA Group siap membantu agar NU maupun badan otonom (Banom) yang ada bisa lebih mandiri dengan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan paska pelatihan, “Kami siap mensupport untuk pelatihan dan memberdayakan Muslimat NU, Ansor Banser dan yang lainnya,” tandasnya.

Menjawab terkait adanya usulan pelatihan membuat sabun mandi bagi Muslimat NU. Mbak Cla pun menyanggupi dan menerangkan tahapan yang bisa dia siapkan, “Oke nanti kita akan bantu, kita akan support pelatihan membuat sabun sehingga tidak perlu membeli sabun tapi dari antar muslimat kita bisa membuat sabun sendiri, laundry, softer tadi mintanya seperti itu,” bebernya kepada sejumlah awak media.

Terkait kemungkinan adanya kendala dalam pemasaran, dia jawab pentingnya bersinergi dengan perusahan profesional, “Nah itulah gunanya CLA Group, kita siap dari produksi, packaging, dan pemasaran seperti perusahaan yang memiliki packaging sendiri,” jawabnya.

Dia sebut adanya rekan bisnis yang bisa membantu dalam mendesain kemasan dan pemasaran, “Kita ada juga pelatihan pembuatan dan pemaaaran, jadi tidak sekedar membuat tapi juga memasarkan,” ungkapnya.

Ditanya terkait kemungkinan produk sabun Muslimat NU menyasar segmen perhotelan, Mbak Cla menyatakan bukan hal yang mustahil, “Sangat bisa, kita menggandeng pemerintah, juga masuk ke KADIN (Kamar Dagang dan Industri) atau organisasi semacamnya,” urainya.

Selain itu, lanjutnya ada juga organisasi Perhimpunan Hotel Republik Indonesia, “Karena Muslimat Nahdlatul Ulama, kita bisa lebih ke hotel yang Muslim,” urainya.

Terkait perizinan, pihaknya siap mengawal agar uji produk muslimat bisa lulus uji amdal, “Pasti kita akan mengutamakan hal itu. Kita siap mengawal Muslimat NU yang berkualitas sesuai 4 (empat) target tadi,” tadasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Semarang Timur, Hj. Jamilah dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan dalam kaderisasi di kecamatan yang ia pimpin. Yakni 3 (tiga) dari 10 (sepuluh) Ranting Muslimat NU di Semarang Timur yang vakum telah kembali diaktifkan, “Alhamdulillah sekarang lengkap 10 Ranting Muslimat di Semarang Timur sudah terbentuk,” katanya.

Ketua PAC Muslimat NU Semarang Timur, Hj. Jamilah saat memberikan sambutan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Rejomulyo, Kebonagung dan Kemijen di Masjid Muthohhar Kelurahan Rejosari Semarang Timur Kota Semarang. (QQ)

Dia pun meminta bimbingan dari para pengurus Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), dan Lurah untuk membimbing para ibu pegiat Muslimat NU agar terus aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, utamanya di bidang ekonomi dan sosial.

Sejurus dengan hal itu, ia pun menyoroti dinamika sosial yang ramai menjadi sorotan media massa maupun media sosial, “Jangan sampai ibu-ibu Muslimat NU memiliki anak yang durhaka, berani kepada orangtuanya,” harapnya.

Di bidang ekonomi, dia mengajak para pegiat dan warga NU untuk menggunakan produk kader atau organisasi NU. Dia sebut Mama NU dan garam produk Muslimat NU yang saat ini diproduksi di Pati.

Sementara, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang, Lilis Khadijah yang hadir mewakili ketua mengatakan permohonan maaf karena Ketua PC Muslimat NU Semarang, Hj. Muslimatin Djatmiko berhalangan untuk hadir.

“Mohon doanya semoga ketua kita, Ibu Muslimatin Djatmiko segera diberikan kesembuhan sehingga bisa kembali berkumpul dan beraktivitas bersama kita,” pintanya.

Dia pun menitip pesan kepada para pengurus 3 Ranting Muslimat NU yang baru dilantik untuk bisa bersinergi dengan NU, dan badan otonom (NU) serta pemerintah, “Saya nitip pesan agar para pengurus yang baru saja dilantik untuk bisa bersinergi dengan potensi yang ada. Semoga Allah meridlai aktivitas kita,” pesannya. (QQ)

Comments

comments