Muslimat NU Krapyak Gelar Halal Bihalal Kebangsaan dan Bazar UMKM, Wakil Wali Kota Semarang : Ini Luar Biasa

oleh -
Muslimat NU Krapyak Gelar Halal Bihalal Kebangsaan dan Bazar UMKM, Wakil Wali Kota Semarang : Ini Luar Biasa
Sesepuh NU Semarang, KH Ahmad Busyairi Harits saat memimpin doa bersama beberapa tokoh lintas agama dalam Halal Bihalal Kebangsaan di halaman Universitas Widya Husada, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. (rq)

SEMARANG – Wakil Wali Kota Semarang, Hj. Hevearita Gunaryati Rahayu memuji langkah Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang menggelar Halal Bihalal Kebangsaan dan bazar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di halaman Universitas Widya Husada, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/5/2022) pagi.

“Ini (Halal Bihalal Kebangsaan) luar biasa. Ini untuk pertama kalinya ada Halal Bihalal Kebangsaan di kelurahan,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita kepada sejumlah awak media.

“Di Kelurahan Krapyak ini bisa menyatukan semua agama. Warganya kompak, sangat luar biasa. Ini adalah bentuk miniatur kegiatan kebangsaan di Indonesia,” pujinya.

Menurutnya, jika di wilayah terkecil tidak kompak maka tidak mungkin Kota Semarang bisa menjadi semakin hebat. Untuk itu, Ita berharap semua elemen masyarakat tetap terus menjaga toleransi antarumat bergama, “Karena memang kita tetap harus terus mengawal, menjaga agar toleransinya bisa lebih baik,” ucapnya.

Ita juga menyebut gebrakan Muslimat NU Krapyak sebagai langkah awal menuju perbaikan ekonomi keluarga pasca pandemi Covid, “UMKM bangkit, ini langkah awal, jangan sampai ini yang terakhir!,” pesannya.

“Jangan berhenti di sini. Ini bisa jadi semangat. Kalau perlu mengundang kelurahan lainnya. Jadi biar UMKM bisa naik kelas,” pintanya.

Dikonfirmasi lebih jauh, Ita menilai pelaku usaha harus bangkit seiring menurunnya kasus terkonfirmasi Covid, “Covid sudah mulai landai jadi saatnya UMKM bangkit,” ujarnya.

Ita menilai para perempuan perlu terus kembali berkreasi dalam menopang perkonomian keluarga,” Tadi saya lihat sangat luar biasa. Sehingga ini perlu dilakukan secara terus menerus untuk bagaimana ibu-ibu ini bisa jadi menjadi salah satu penopang kehidupan keluarga,” jelasnya.

Tentu sekarang sudah saatnya karena Covidnya ilang tidak ada alasan lagi untuk kita ini menangisilah ya gitu, tapi bagaimana kita bangkit secara tahap demi tahap, masyarakat ini perekonomiannya baik,”

Geliat UMKM dalam Halal Bihalal Kebangsaan menurut Ita merupakan langkah nyata membentuk tatanan masyarakat yang hebat, “Krapyak ini semakin hebat seiring dengan Semarang Semakin Hebat,” tegasnya.

Senada, Pdt. Timotius Setijanto selaku perwakilan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Krapyak pun mengakui kegiatan tersebut merupakan terobosan yang sangat baik dalam membina kerukunan antarumat beragama di wilayah Krapyak.

“Ini (Halal Bihalal Kebangsaan) hal yang sangat baik yang menurut saya perlu dilestarikan di tengah kondisi kebangsaan yang saat ini memiliki tantang kebangsaan karena berbeda-beda,” katanya.

Menjawab pertanyaan terkait persoalan radikalisme berbasis agama, dia menyebut hal itu merupakan keprihatinan bersama, “Ini (radikalisme berbasis agama) jadi keprihatinan bersama di tengah masyarakat Indonesia, tapi di Krapyak ini saya tidak mendengar isu radikalisme agama,” ujarnya.

Menurutnya, toleransi juga berkaitan dengan menjaga kearifan lokal sebagai salah satu tumpuan menjaga keragaman masyarakat di perkotaan. Utamanya berkaitan dengan generasi muda yang cenderung pada hal yang kekinian.

“Tantangan bersama untuk menguri-uri kebudayaan. Kami selalu ada ibadah dengan bahasa Jawa. Ada tradisi kejawaan yang selalu kita lakukan. Kaum milenial ini lebih suka yang praktis dan instant. Ini terus diupayakan oleh GKJ untuk melestarikan budaya Jawa,” urainya.

Ia pun ikut senang dengan adanya bazar. Sebab, menurutnya perekonomian masyarakat yang sempat lesu selama 2 (dua) tahun akibat pandemi harus segera dipulihkan.

Sementara, Ketua Muslimat NU Krapyak, Hj. Iswahani Heru menegaskan alasan kegiatan tersebut, yakni isu radikalisme berbasis agama masih sering bersliweran, baik langsung di tengah masyarakat maupun di media sosial.

Ketua Muslimat NU Krapyak, Hj. Iswahani saat menyampaikan sambutan dan laporan panitia dalam kegiatan Halal Bihalal Kebangsaan dan Bazar di Universitas Widya Husada, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. (rq)

“Halal Bihalal Kebangsaan ini kami gelar karena saya lihat masih ada yang menyandingkan Islam dengan radikalisme, dan politik identitas juga masih marak di media sosial,” kata Iswahani.

Oleh karena itu, lanjutnya kegiatan Halal Bihalal Muslimat NU Krapyak dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak. Iswahani pun menyebut ada tokoh agama Kristen, Katholik, Konghucu, Hindu, dan Budha mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH Ahmad Busyairi Harist selaku sesepuh NU Semarang yang berdomisili di Krapyak, “Ini sebagai kontranarasi aksi radikalisme agama. Kami harap bisa mengurangi ketegangan antargolongan dan agama dengan kegiatan ini,” harapnya.

Terkait bazar, Iswahani menyebut setidaknya ada 15 stand bazar dari gabungan beberapa rukun warga (RW) yang menjajakan produk makanan, ekonomi kreatif, sampai usaha jahit, “Alhamdulillah acaranya berjalan lancar berkat doa dari panjenengan sedoyo (Anda semua). Mudah-mudahan ini bisa jadi awal yang baik untuk menggiatkan pelaku usaha kecil pasca pandemi, biar tambah semangat,” tuturnya.

Lebih jauh Iswahani menyebut ada 4 sampai 5 pelaku usaha dalam setiap RW, “Dari 9 (sembilan) RW didominasi oleh produk makanan, ada juga yang menjual produk pakaian. Ini akan terus kita dorong agar lebih baik lagi inovasinya, lebih luas lagi pemasarannya, dan insyaallah tahun depan kita adakan lagi,” urainya.

Comments

comments