Sumber Energi Hijau Dari Dalam Bumi, Penemuan Hidrogen Alami di One Pute oleh Badan Geologi

oleh -
Sumber Energi Hijau Dari Dalam Bumi: Penemuan Hidrogen Alami di One Pute oleh Badan Geologi
Kolam air panas yang menjadi lokasi kemunculan hidrogen alami. (dok: Badan Geologi)

MOROWALI – Bahan bakar hidrogen adalah bahan bakar revolusioner yang saat ini menjadi perhatian global karena potensinya untuk menyediakan sumber energi bersih tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca yang merusak lingkungan. Namun, produksi hidrogen konvensional sering kali mahal dan memerlukan konsumsi energi yang besar. Selain dari proses manufaktur, ternyata hidrogen juga dapat terjadi secara alami oleh proses geologi.

Hidrogen secara alami dapat dihasilkan dari proses geologi yang disebut “serpentinisasi”. Proses ini terjadi akibat reaksi batuan ultramafik dengan air pada suhu dan tekanan rendah untuk menghasilkan mineral serpentin dan gas hidrogen. Batuan ultramafik ini sendiri merupakan bagian dari ofiolit yaitu fosil kerak samudera yang terangkat ke permukaan akibat proses tektonik jutaan tahun yang lalu. Sebaran batuan ofiolit yang luas di Indonesia terdapat di wilayah Sulawesi, Halmahera, dan Papua.

Selama ini, hidrogen alami dianggap tidak dapat terakumulasi di alam, akan tetapi temuan akumulasi hidrogen alami di Bourekebogou, Mali, mematahkan asumsi tersebut. Hal ini mendorong perlombaan untuk menemukan hidrogen yang terakumulasi secara geologis di berbagai belahan dunia. Tentu saja kali ini Indonesia tidak tinggal diam dan hanya menjadi penonton saja. Pemerintah melalui Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral berupaya menemukan potensi hidrogen alami ini di Indonesia.

Sulawesi Tengah Menyimpan Potensi

Sulawesi Tengah memiliki sebaran batuan ultramafik yang paling luas di Indonesia, sehingga menjadi tempat yang menarik untuk memulai pencarian sumber energi hijau ini.

Badan Geologi pada bulan Oktober 2023 ini melakukan penelitian di daerah One Pute Jaya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah untuk mengidentifikasi potensi hidrogen alami. Hasil penelitian ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membawa kabar baik bagi masa depan energi bersih.

Gelembung gas hidrogen yang berasal dari dalam bumi. (dok: Badan Geologi)

Tidak seorangpun yang menyangka bahwa lokasi pemandian air panas yang biasa dikunjungi wisatawan ini menyimpan bukti kemunculan hidrogen alami di permukaan.

Menurut Hermansyah, Kepala Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi, mata air panas di daerah One Pute memang terbukti mengandung gas hidrogen alami.

“Gelembung-gelembung gas yang muncul di kolam mata air ini adalah gas hidrogen yang berasal dari proses serpentinisasi yang terjadi di bawah permukaan bumi. Lebih menariknya lagi, munculnya gas hidrogen ini diperkirakan berhubungan dengan patahan Matano, yang menjadi jalur migrasi gas ke permukaan. Fenomena inilah yang menyebabkan gas hidrogen muncul bersama mata air panas One Pute,” jelasnya.

Menuju Emisi Nol

Perubahan iklim adalah tantangan besar yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia. Kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekosistem adalah masalah serius yang sedang dihadapi dunia saat ini. Untuk menghadapinya, upaya global terus menerus dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menggantikan bahan bakar fosil dengan sumber energi yang lebih bersih. Pengembangan dan pemanfaatan energi bersih seperti hidrogen menjadi langkah penting dalam mengatasi perubahan iklim.

Kisah tentang mata air One Pute mengingatkan kita akan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, bukan hanya dalam bentuk minyak bumi, gas alam, dan mineral, tetapi juga dalam bentuk sumber energi bersih yang dapat menjadi game changer dalam mengatasi perubahan iklim. Keberadaan hidrogen alami ini bisa menjadi tonggak dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Semoga penelitian ini terus berkembang dan memberikan manfaat besar dalam mendukung program “Net Zero Emission” yang telah dicanangkan Indonesia pada tahun 2060.

Catatan: Artikel ini didasarkan pada penelitian awal hidrogen alami di Sulawesi Tengah, Indonesia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya potensi dan peluang pemanfaatan hidrogen alami ini.

Comments

comments