Kodim 0808 Adakan Pembinaan Mental Rohani Islam

oleh -
Pembinaan Mental
Blitar, Kodim 0808 mengadakan pembinaan mental rohani islam kepada prajuritnya, di gedung Porbudpar Kab. Blitar, diikuti seluruh Prajurit, PNS dan Persit, Selasa (16/05).
 
Meneguhkan kembali reformasi kultural TNI demi mewujudkan sikap dan disiplin prajurit Bhirawa Anoraga yang berintegritas dan sesuai semangat kontitusi, begitulah tema yang diambil dalam pembinaan mental rohani islam tersebut.
 
Bersyukur pada Allah itu merupakan kunci utama dalam sebuah kehidupan, barokah dan berkah smoga selalu didapatkannya.
 
Adapun selaku pengisi acara yaitu Drs. H. Sudiyono Al Anshory. sebagai kata pembuka ia menggambarkan tentang betapa besar angka penceraian yang ada di wilayah Jawa Timur, termasuk salah satunya yaitu satuan Kodam V Brawijaya, ungkapnya.
 
Kondisi rumah tangga dan faktor yang menpengaruhinya, dikaitkan dengan kondisi nyata TNI yang sering bertugas, fasilitas rumah dan asrama terbatas, kesejahteraan moril meningkat walau belum penuhi kebutuhan, pemahaman terhadap rumah tangga berkurang, akibat kurangnya suatu pengertian diantara mereka,” tuturnya.
 
Lebih lanjut dijelaskannya, “jabatan boleh sama tapi yang terpenting adalah barokahnya, sehingga penghasilan kita dapat dirasakan lebih bermanfaat,permasalahan utama perkawinan buasanya terpicu pada faktor penghasilan, anak, orang ketiga, seks, keyakinan, mertua terlalu dominan, perbedaan pendapat dan keterbatasan komunikasi,” jelasnya.
 
Menurutnya keterbukaan sesama pasangan suami istri jadikanlah perhatian utama, faktor orang ketiga sangat dominan dalam keretakan rumah tangga, dalam candanya ia mengatakan faktor enak pasti akan diikuti dengan hal yang lebih mengenakkan lagi haaaaa disambut gelak tawa para audien…. tapi hal itu ia menganjurkan untuk dihindarinya.
 
Syetan akan selalu menghantui dimana kita melangkah, sedapat mungkin kita harus bisa melawan pengaruh syetan dengan cara selalu mendekatkan diri pada Allah, taat beribadah padanya menjauhi segala larangannya dan menjalankan perintahnya.
 
Banyak cerita yang disampaikannya, dengan lebih detail lagi ia menerangkan tentang kewajiban suami, “yaitu menafkahi keluarga baik sandang, pangan dan papan,begitu juga kewajiban istri yaitu mendidik anak, taat pada suami dan menjaga kehormatan keluarga, itulah arti kebahagiaan sehingga melahirkan kedamaian dan ketentraman lahir bathin,” pungkasnya. (her/pr)

Comments

comments