Pangdam Siliwangi Imbau Masyarakat Untuk Sementara Tidak Konsumsi Ikan Yang Berasal Dari Waduk Ini

oleh -

BANDUNG,- Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo secara mengejutkan mengumumkan imbauan kepada masyarakat agar untuk sementara tidak mengkonsumsi ikan yang berasal dari 3 (tiga) waduk di Jawa Barat, yakni Waduk Saguling, Cirata dan Waduk Jatiluhur.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Pangdam langsung saat menggelar kegiatan silaturahmi dengan insan pers di Kalpa Tree Dine & Chill Jl Kiputih, Kota Bandung, pada hari, Jumat (2/3/2018).

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar sementara tidak mengkonsumsi ikan yang berasal dari Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur. Kenapa? Karena sudah mengandung bakteri ecoli, logam merkuri dan logam berat lainnya, serta pseudomonas aeruginosa,” kata Pangdam.

Ditambahkan oleh Pangdam, zat berbahaya itu sangat mungkin berasal dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab membuang limbah medis ke Sungai Citarum.

Menurut Pangdam, hal tersebut diketahui berdasarkan uji laboratorium dari Kodam Siliwangi terhadap sampel ikan dari ketiga waduk itu.

“Bagaimana kita bisa mencetak SDM yang berkualitas jika air dan makanan sudah tercemar, udara juga sudah tercemar. Kita terbang di atas waduk Jatiluhur dan Saguling, baunya tidak nyaman, bau bahan kimia dan makanan ternak serta lainnya,” urai Pangdam.

Dijelaskan lagi oleh Pangdam bahwa Jatiluhur sedimennya sudah lebih dari 10 meter, untuk Cirata dan Saguling mungkin lebih tebal lagi. “Makanya kita prioritaskan di bagian hulu supaya hutannya kembali pulih, sedimennya berkurang dan melanjutkan sedimen di tiga waduk tersebut,” ujarnya.

Tetapi, dijelaskan oleh Pangdam, akibat dari imbauan ini pihaknya tidak ingin ada yang kehilangan pekerjaan, “Alih profesi kita sedang rencanakan, kita sudah bicara dengan staf kementerian, PLN, Indonesia Power, untuk mencari solusi agar nantinya masyarakat yang kehilangan pekerjaan sudah siap dengan program baru. Apakah peternakan, perikanan, dan lain-lain,” jelas Pangdam.

“Intinya tidak boleh ada rakyat yang kehilangan pekerjaan akibat program (Citarum Harum) ini,” tegasnya.

Sebelumnya Pangdam memaparkan, bukan tidak mungkin penggunaan pestisida bisa mengurangi usia hidup manusia. “Ada 4 (empat) faktor untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Yaitu Genetika, Belajar dan Berlatih, Air dan Makanan, serta Lingkungan.”

“Perlu kita tularkan setiap saat, kita sebarkan ke masyarakat dan penduduk dimanapun berada untuk menuju Indonesia Yang Sehat tahun 2045, Indonesia Emas. Maka dibutuhkan SDM yang berkualitas apalagi golongan pemuda itu menjadi mayoritas,” pungkas Pangdam.[St]

Pangdam Siliwangi saat ikut meninjau penjaringan sampah di salasatu bagian Sungai Citarum
Pangdam Siliwangi saat ikut meninjau penjaringan sampah di salasatu bagian Sungai Citarum menggunakan perahu, Jumat (2/3/2018).

Comments

comments