Pada umumnya, aktivitas seseorang semakin menurun saat memasuki usia 60 tahun karena kondisi tubuh dan kesehatan yang tidak lagi prima seperti saat masih muda. Namun hal itu nampaknya tidak banyak berlaku bagi para lansia yang tergabung dalam Paguyuban Lansia Sehat (PLS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang.
SEMARANG, sorotindonesia.com – Tak kalah dari generasi muda, para lansia PLS PMI Kota Semarang tampil energik dan semangat dengan kostum yang unik dalam Line Dance Competition yang digelar oleh PMI Kota Semarang di aula Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada), Sambiroto Kecamatan Tembalang Kota Semarang, Ahad (24/8/2025).
Tak hanya itu, mereka juga aktif berorganisasi, punya program kegiatan rutin yang berjalan dengan baik sesuai arahan dari pengurus dan staf PMI Kota Semarang. “Kita ada kegiatan harian, ada program mingguan, ada bulanan, ada triwulan dan tahunan. Jadi biar tidak melenceng itu kita berjalan sesuai program,” ujian Ketua PLS PMI Kota Semarang, Miyatun disela kegiatan Line Dance Competition.
Ia lanjut menerangkan, senam pagi telah terjadwal setiap Selasa dan Sabtu di halaman belakang markas PMI Kota Semarang, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan pada pekan keempat, dan senam di kecamatan untuk program tiga bulan sekali (triwulan). Dalam beberapa tahun ini program ini sudah lengkap di 16 kecamatan.
Perempuan 73 tahun yang mulai aktif dalam PLS PMI sejak pensiun di tahun 2013 ini melanjutkan, hampir semua kegiatan memanfaatkan potensi yang ada sebagaimana arahan yang ia terima. Misalnya untuk sebatas cek tensi dan suhu tubuh bisa dilakukan oleh sesama anggota atau pengurus lansia sehat.
“Ada yang pensiunan dari perawat, ada yang dari bidan, kita manfaatkan semuanya. Mereka punya alat (Sphygmamomometer atau tensimeter dan stetoskop,-red), kalau pas pemeriksaan mereka bawa sendiri alatnya itu,” ungkapnya.

Pada program triwulan, lanjutnya, tempat yang menarik dan menyegarkan dipilih sebagai lokasi senam bersama. Misalnya di Waduk Jatibarang dan di Pantai Tirang. “Kita sudah senam keliling kota Semarang,” ucapnya dengan ceria.
Sedangkan untuk program tahunan, kata dia, PMI Kota Semarang memberikan fasilitasi kegiatan rekreasi atau outbond ke luar kota.
Miyatun berkata, PMI sebagai organisasi kemanusiaan tidak membedakan seseorang berdasarkan suku, agama, maupun strata sosial. Karena itu, kegiatan pembinaan rohani juga diprogram sesuai dengan keyakinan masing-masing. Seperti pengajian dan grup rebana bagi yang beragama Islam, dan upacara kebaktian dan paskah bagi Nasrani.
“Kalau yang muslim kan ada grup rebana, pernah tampil dalam halal bihalal PMI, di masyarakat juga besok maulid nabi akan tampil,” bebernya.
Senada, Jujuk Purwanto selaku koordinator kegiatan rohani anggota PLS yang nasrani menyebut pembinaan lansia sehat lebih berorientasi pada hal umum. Adapun kegiatan keagamaan hanya sesekali difasilitasi pada momen tertentu seperti natal, dan paskah. “Dulu sudah pernah ada acara menyambut natal dan tahun baru,” kata perempuan 73 tahun ini.






